Peranan Pujian dalam sebuah ibadah


Artikel ini adalah pindahan dari komentar bapak Gideon Agus Sudarwanto DISINI dan DISINI, dan alinea berikut akan memulai kesaksian beliau.

Shalom,..

Saya pernah menjadi dirigent untuk distrik DKI, artinya saya melek nyanyian ataupun nyanyian paduan suara GKBI. Tetapi saat itu ketika saya menyanyikannya, saya lebih mengutamakan indahnya irama yang dinyanyikan, saya lebih konsentrasi apakah ada yang vales atau tidak. Saya sangat sulit menyanyi dengan hati untuk memaknai apa yang terkandung pada syair-syair yang dinyanyikan, karena lebih terfokus pada tulisan baik pada buku nyanyian maupun pada buku paduan suara. Seingat saya, saya bisa menangis ketika menyanyikan nyanyian GKBI hanya ketika waktu ada pemakaman, itupun karena suasana yang memang mendorong keluarnya air mata.

Sangat jauh berbeda dengan gereja-gereja tertentu yang sering saya ikuti, sangat sering air mata ini keluar, karena saya hafal lagu itu sehingga saya bisa resapi lagu itu dengan hati yang paling mendasar.

Perihal alat musik yang digunakan dalam sebuah ibadah, menurut hemat saya GKBI sangat terpaku pada aturan yang sangat tidak jelas dasarnya. Apakah waktu zaman Kerasulan Awal juga menggunakan orgen dan atau angklung ?. Bukankah waktu itu menggunakan alat musik setempat, kecapi, rebana misalnya. Jadi saya pikir sudah waktunya GKBI membuka diri untuk hal-hal yang positif agar tidak terjadi exodus dari para anggota GKBI.

Jujur saja,.. apakah bukan suatu kemunafikan ketika “ngotot” mengharamkan nyanyian dari luar GKBI ( sehingga tidak pernah dinyanyikan di GKBI ), tetapi di rumah, di mobil justru menikmati nyanyian-nyanyian dari luar GKBI.

Mengapa banyak kalangan remaja dan bahkan dari kalangan non remaja banyak yang menggemari lagu-lagu “dunia” ?, karena kerinduan mereka tidak diakomodir oleh “penguasa” GKBI.

Saya mangasihi GKBI,.. karena saya lahir di GKBI, tetapi saya tidak pernah menggantungkan diri dengan mengandalkan para pembawa berkat yang masih termasuk manusia, karena jelas bertentangan dengan firman Tuhan ( Yeremia 17:5 ~> Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN)

Akhirnya saya mengerti bahwa gereja tidak bisa menyelamatkan, jawatan tidak bisa menyelamatkan, para pembawa berkat (manusia) tidak bisa menyelamatkan, dan yang bisa menyelamatkan hanya satu nama yaitu Tuhan Yesus Kristus.

……………………………

Dulu,.. sangat asing bagi saya ketika dalam sebuah kebaktian/ibadah sekalipun nyanyian sukacita dilakukan dengan bertepuk tangan. Rasanya kurang pas, menjadi tidak khidmat. Di gereja kok pakai tepuk tangan. Kini pandangan saya berubah,.. ketika menyanyikan suatu nyanyian dalam sebuah kebaktian, dipersembahkan untuk siapa ? Untuk Tuhan atau untuk pemimpin kebaktian, atau untuk para jawatan ? Siapa yang mengucapkan terimakasih, ketika paduan suara selesai melantumkan nyanyiannya ?.

Raja Daud mau menari-nari untuk Tuhan yang tertulis dalam II Samuel 6:5 ~> Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

Ketika nyanyian dipersembahkan untuk Tuhan, pasti yang terpenting adalah bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Dalam menyanyi ekspresi para penyanyi demikian direalisasikan seperti tertulis dalam Ezra 3:11~> Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!” Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.

Akhirnya saya menjadi lebih terbiasa dan bisa menerima ketika dalam suatu ibadah ada saat bersorak sorai, bertepuk tangan bahkan mengekspresikan dengan tari-tarian.

2 thoughts on “Peranan Pujian dalam sebuah ibadah

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s