Gadis yang menjerit di hadirat Allah

Ada pada kami seorang anak gadis remaja, saya sebut saja nona Windy, anaknya pendiam, terkesan minder, kurang bergaul. Ayahnya “pensiunan” sebuah bank swasta, dan ibunya wiraswasta. Sebuah fenomena aneh terjadi pada anak gadis ini, karena setiap kali kami beribadah dan kebetulan dia juga datang (tidak selalu datang, mungkin ibadah di gereja lain) dan ketika tiba saatnya kami menyembah, dan kalau hadirat Tuhan begitu kuat, maka anak gadis ini akan jatuh terguling-guling sambil menjerit-jerit.

Selengkapnya,….

Iklan

Dua interpretasi tentang perceraian dalam Kristen

Tuhan Yesus pernah bersabda, yang intinya bahwa kita tidak boleh bercerai kecuali karena zinah. Tak ayal hal ini dapat melahirkan berbagai interpretasi, dan setidaknya ada dua pemahaman soal itu. Ayat-ayatnya sebagai berikut:

19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” 19:4 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 19:7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” 19:8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:3-9)

Penafsiran yang pertama: Jika pasangan suami-isteri kristen, salah satunya sudah bezinah, maka BOLEH bercerai.

Selengkapnya,…