Belajar dari kematian Steve Jobs pendiri Apple Inc

Belum lama, yakni tgl 5 Oktober 2011 lalu, dunia kehilangan Steve Jobs, seseorang yang andil besar dalam teknologi komputer, khususnya di perusahaan raksasa Apple Inc , salah satu penyebabnya adalah diduga komplikasi kanker pankreas bentuk langka (Wikipedia) di usia 56 tahun. Ia meninggalkan kekayaan lebih dari 70 triliun rupiah.

Sebelumnya, selama lebih dari dua tahun kasus penyakitnya, yakni tumor pankreas sudah ditangani secara medis dan dengan berbagai cara yang dianggap terbaik, namun akhirnya beliau dipaksa menyerah pada “suratan takdir”.

Yah, umur manusia, siapa tahu? Kebanyakan manusia, termasuk saya, selalu mengira bahwa umur kita akan panjang, kematian kita masih akan lamaaa,… tapi, umur manusia, siapa tahu?

Handai taulan terkasih,

Jika seandainya kita tahu dan yakin bahwa umur kita tinggal satu minggu, semisal karena penyakit yang secara kedokteran DIPASTIKAN bahwa kematian akan datang selambatnya seminggu ke depan, dan jika, seandainya kita tak punya siapa-siapa padahal kita punya kekayaan BANYAK, sampai trilyunan rupiah, puluhan trilyun rupiah, kira2 apa yang akan kita lakukan yah?

Panik? Menangis? Menjerit? Cari pengobatan alternatif?

Kepanikan, tangisan, jeritan dan upaya alternatif tidak akan berdaya apa2 jika memang Tuhan sudah menetapkan umur seseorang.

Mungkin, jalan terakhir adalah tawar menawar dengan Tuhan. Tapi bagaimana melakukannya? Mendengar suara-Nya pun ngak pernah? Kenal Dia pun tidak? Ber agama pun tak yakin?

Belajar dari itu, selagi kita nggak divonis MATI, maka langkah terdekat kita adalah mencari Tuhan, mencari kehendak-Nya, selagi Ia berkenan ditemui, selagi kita sehat, terus berjuang mencari kebenaran, sampai kebenaran itu tersingkap, hingga kita bisa hidup dengan mantap.

Dalam sebuah kesempatan, Yesus berceritera tentang seorang kaya yang cukup sukses, yang berfikir: “Aku akan memperbanyak lumbung-lumbungku untuk menampung semua hasil panenanku. Lalu aku akan berkata kepada jiwaku: ‘Hai jiwaku, kita punya harta banyak, cukup untuk sekian turunan. Bersenang-senanglah’. Tetapi apa kata Tuhan:’Wahai kamu orang bebal, malam ini nyawamu akan kucabut’ . Begitulah orang yang suka menumpuk kekayaan untuk dirinya sendiri” Kira2 begitu kata Yesus.

Nah saudaraku, vonis mati bisa datang setiap saat, waspadalah. Tapi aku yakin, setiap orang yang berjalan dalam kebenaran, ia tidak akan takut lagi, sebab Kebenaran itu akan memerdekakannya.

Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s