2 thoughts on “Artikel Baru

  1. Apa peran yang sudah kita lakukan bagi mereka ?

    Bisakah kita tidur nyenyak sementara saudara ataupun saudari kita berada dalam antrian menuju neraka ?. Bisakah kita tinggal diam sementara kawan – kawan kita tanpa mereka sadari mereka berada dalam perangkap iblis dan kawan-kawannya ?.
    Iblis menawarkan kekayaan yang begitu menggiurkan, iblis menjajakan permainan dengan berbagai aktifitas mulai dari perjudian, narkoba, dugem bahkan kupu-kupu malam. Iblis begitu pakar dalam memperdaya korbannya. Bahkan Alkitab mencatat bahwa iblis menyamar sebagai malaikat terang. Pada mulanya sepertinya begitu tersamar. ” Saya hanya menolong ” hal biasa yang terucap ketika iblis menawarkan jasanya.
    Ucapan iblis yang lembut bukanlah tidak berbahaya melainkan sangat harus diwaspadai, karena itulah jerat yang begitu kuat. Jerat yang tidak mudah untuk melepaskannya. Contoh sederhana,.. jerat dalam bentuk minuman keras, dalam bentuk narkoba, dalam bentuk rokok, dalam bentuk keinginan daging, dalam bentuk WIL/PIL.
    Siapakah yang diselamatkan ?. Seharusnya kita bersama-sama menjawab : SAYA pribadi yang diselamatkan beserta dengan semua saudara/saudari yang mau.
    Saudara,…
    Mungkin telah sekian lama kita menjadi orang yang beragama Kristen. Atau bisa jadi baru beberapa hari yang lalu, bahkan belum menjadi orang yang beragama Kristen. Satu hal yang ingin saya sampaikan bahwa agama Kristen bukanlah jaminan bahwa pasti akan sampai ke sorga. Mengapa demikian ?.. Mari kita renungkan dengan hati yang paling dalam. Terus renungkan tanpa syak wasangka, kalau perlu tutup mata sejenak untuk membayangkan orang-orang yang mengaku sebagai orang Kristen yang masih tega melukai hati Tuhan, yang masih membuat Tuhan menangis, yang masih terus menerus berbuat dosa. Renungkan saudara/saudari kita yang menjadi penghuni lembaga pemasyarakatan. Sedikit lagi renungkan dengan hati yang bersih.
    Kalau saudara mau menyisihkan waktu untuk memastikan benarkah yang saya sampaikan di atas, mari buka Alkitab. Jangan lupa berdoa terlebih dahulu minta tuntunan Roh Kudus. Buka Galatia 5:19-21,.. baca berulang kali dan telaah apa maksud firman Tuhan. Setelah itu lanjutkan dengan 1 Korintus 6:9-10,.. juga dibaca berulang kali perlahan-lahan saja,.. renungkan dengan hati yang bijak. Setelah itu lanjutkan dengan Efesus 5:5,.. camkan baik-baik apa kata firman Tuhan. Langkah selanjutnya silahkan baca Wahyu 21:8,.. renungkan baik-baik dan sebagai acuan mengapa kita mempercayai injil adalah sikap dan pandangan Paulus yang tertera dalam Galatia 1:11,.. ternyata Injil yang kita baca bukanlah injil manusia, tetapi Injil Kerajaan sorga. Bahkan dalam Roma 1:16-17 jelas-jelas dikatakan bahwa Injil inilah yang menyelamatkan bagi orang yang percaya.
    Muncul pertanyaan baru,.. bukankah orang Kristen mempercayai Injil ?,.. Mengapa agama Kristen tidak identik dengan jaminan masuk sorga ?. Ilustrasinya sebagai berikut: Saat orang haus, dia percaya bahwa segelas air putih bisa menghilangkan rasa hausnya. Tetapi akankah hilang rasa hausnya kalau hanya sekedar percaya tanpa mau meraih gelas yang berisi air itu dan meminumnya. Percaya firman Tuhan itu baik,..tetapi apa artinya kalau tidak menjadi pelaku firman Tuhan ?.
    Adakah orang Kristen yang menjadi pelaku seperti apa yang terbaca pada ayat-ayat yang tertera diatas ?.
    Sangat berbeda ketika kita hidup di dalam Tuhan, hidup berdasarkan firman Tuhan. Paulus memiliki sikap yang layak di contoh, dimana sekalipun Paulus hidup, bukan diri Paulus lagi yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam dirinya. Mungkinkah ketika Tuhan hidup dalam pribadi seseorang, sanggup berbuat dosa ?.
    Mau masuk sorga ?,.. jangan hanya sekedar menjadi orang yang beragama Kristen,.. tetapi lakukan firman Tuhan, hiduplah di dalam Tuhan, sadari hal ini terus menerus dan jangan pernah lupakan. Maka dosa tidak lagi menguasai saudara,.. dan kerajaan sorga di depan mata. Mari berlomba,.. sekarang juga. Tuhan Yesus memberkati.

  2. Siapakah yang mendapakan “wewenang” meneruskan karya Kristus ?

    Sebuah “cuplikan” perbincangan antara Gideon dan mertuanya, setelah selesai kebaktian.
    …………….., setelah waktu kebaktian selesai, dengan sengaja Gideon memohon eyang kakung dan eyang putri Samuel menemui di teras bawah. Gideon sampaikan apa yang terjadi pada Samuel saat kebaktian berlangsung, dan mengapa selama ini mereka juga ke gereja yang lain.

    Tidak banyak yang beliau sampaikan kecuali pendapat bahwa hanya di GKB inilah yang benar-benar jalan keselamatan, dengan mengisahkan beberapa individu yang mempunyai kesaksian tentang GKB, ataupun Rsl. Dist. Tan Bian Sing.

    Beliau juga mengatakan perihal siapa yang diberi tugas dan wewenang oleh Tuhan Yesus ketika masih di dunia dahulu. Dengan jelas dan gamblang serta tertera di dalam alkitab bahwa Tuhan Yesus mendelegasikan tugas kepada para Rasul waktu itu. Beliau mengatakan, “ Tuhan Yesus mengatakan kepada para Rasulnya waktu itu, barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku” (Lukas 10:16)

    Tetapi dalam rangkaian ayat-ayat sebelumnya khususnya pada pasal 10 ayat 1 perikopnya adalah “ Yesus mengutus tujuh puluh murid “ bukan 12 Rasul. Dan apakah ke tujuh puluh murid itu kelak akan menjadi rasul semua ?. Dan kalau di lihat pada ayat 9 Tuhan Yesus memerintahkan kepada ke 70 murid, “ dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat kepadamu.”

    Apalagi kalau melangkah pada ayat 19 masih bab yang sama, Tuhan Yesus mengatakan, “ Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu,”

    Pada bagian lain mengenai pengutusan para Rasul memang Tuhan Yesus mengatakan, “ Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku ia menyambut Dia yang mengutus Aku ” . dengan jelas Tuhan Yesus mendelegasikan kepada ke 12 Rasulnya waktu itu. Mari kita lihat pada pasal yang sama tetapi pada ayat yang terdahulu. Pada ayat 1 jelas Tuhan Yesus mengatakan, “ Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh-roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan.”

    Kemudian pada ayat 8 masih pasal yang sama Tuhan Yesus berpesan kepada 12 Rasulnya, “ Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan,…. “

    Pada injil Yohanes pasal 13 ayat 20, Tuhan Yesus mengatakan, “ Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Ku-utus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku ”. Dan kalau direnungkan mengenai ayat ini, tidak dijelaskan kepada siapa saja Tuhan mengutus. Bisa kepada ke 12 Rasulnya dan bisa juga 70 muridnya yang lain.

    Dan pada ayat 14-15 masih pasal 13 dikatakan, “ Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu: sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Ku perbuat kepadamu ” Ayat ini mengingatkan kita contoh yang Tuhan berikan saat dibaptis selam oleh Yohanes Pembaptis. Dan Allah Bapa di Sorga berkenan, dan mengapa tauladan Tuhan Yesus mengenai baptis selam ini tidak di ikuti orang-orang yang percaya ? agar Allah Bapa berkenan atas apa yang kita tauladani dari Tuhan Yesus Kristus ?. Mari kita lihat ayat 17 masih pasal 13 dikatakan oleh Tuhan Yesus, “ Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya,.. “

    Dan kepada siapa lagi Tuhan Yesus mengatakan perihal penyambutan Tuhan ?. Mari lihat Lukas 9:48 dikatakan, “ dan berkata kepada mereka:” Barangsiapa menyambut anak ini di dalam nama-Ku, ia menyambut Aku; dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku,…. “

    Lebih jelas lagi dalam Yohanes 20:21 di katakan, “ Maka kata Yesus sekali lagi: “ Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan pada ayat 23 dikatakan, “ Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. “ ini yang dikatakan Tuhan Yesus ketika sudah bangkit dari kematian-Nya. Kepada siapa ?,.. Apakah hanya kepada para Rasul yang saat itu tinggal 11 ? ( Thomaspun saat itu tidak bersama-sama mereka )

    Mari lihat ayat 19, disitu di jelaskan mengenai berkumpulnya murid-murid Yesus di suatu tempat dalam keadaan terkunci. Dalam injil Lukas 24:36-49 perikopnya adalah “ Yesus menampakkan diri kepada semua murid “. Dan tidak semua murid-murid Yesus menjadi Rasul bukan ?. Murid Yesus yang bernama Kleopas dijumpai Tuhan Yesus Kristus di dalam perjalanan yang kemudian menjumpai ke 11 murid Yesus di suatu tempat ( Lukas 24:13-33 ).

    Justru pada Markus 16:14-18 Tuhan Yesus secara khusus menampakkan diri kepada ke sebelas muridnya ketika mereka sedang makan. Pada ayat 15-18 dikatakan, “ Lalu Ia berkata kepada mereka:” Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan di hukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

    Dan pada Markus 16:20 dikatakan, “ Merekapun pergilah memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”

    Andaikan,.. ya andaikan demikian Gideon merenung dan berkata pada diri sendiri, andaikan Markus 16:20 ini di cerna labih dalam lagi, ditelaah dengan hati bersih, ooh,.. alangkah indahnya. Kalimatnya sebenarnya sederhana tidak berbelit-belit, sehingga sangatlah luar biasa kalau tidak mengerti maksud dari tulisan tersebut.

    Tuhan Yesus Kristus turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya. Dan tanda-tanda yang dimaksud Tuhan Yesus sangat jelas bisa di telaah pada Markus 16:17-18. Langit dan bumi boleh berlalu tetapi firman Tuhan tidak akan berlalu, firman Tuhan adalah ya dan amin.

    Seorang pengusaha mendirikan Sekolahan “Anu“. Dia rekrut beberapa “guru” untuk mengajar para anak-anak di sekitar rumah pengusaha itu. Dia beri wewenang kepada guru-guru tersebut, dia beri tanda-tanda khusus, dia bekali dengan kemampuan serta pengajaran-pengajaran yang diberikan guru tersebut agar tidak menyimpang dari kehendak serta keinginan sang pengusaha. Dan seiring dengan berjalannya waktu para guru tersebut “punah“, sementara banyak para murid yang haus dan lapar akan pengajaran para guru.

    Kemudian muncul sekelompok orang yang menamakan “guru“ sebagai penerus guru yang lama. Mereka kumpulkan anak-anak didik untuk diberikan pengajaran. Akan tetapi predikat “guru“ tidak disertai tanda-tanda sebagaimana guru yang terdahulu. Kemudian ada juga sekelompok “pengajar“ yang merasa berkewajiban meneruskan pengajaran yang pernah diberikan kepada para murid. Mereka memang bukan “guru“ tetapi mereka memikili tanda-tanda sebagaimana yang pernah dimiliki guru-guru yang terdahulu. Siapakah diantara mereka yang berkenan di hati sang pengusaha ?

    Memang dalam Matius 10:1-8 secara spesifik Tuhan Yesus memanggil 12 murid yang kemudian dikatakan Rasul, dan Tuhan Yesus memberikan kuasa. Dan kuasa dari Tuhan Yesus tetap melekat di dalam diri para Rasul ketika mereka masih berada dalam kebenaran Tuhan. Kalau menyimpang maka tidak mempunyai kuasa lagi.

    Dan dalam Matius 28:20 Tuhan Yesus kepada ke 11 murid-Nya mengatakan, “ dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu…….“ Apa yang diperintahkan Tuhan Yesus ? Adalah memberitakan Injil kepada segala makhluk. Yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, dan yang tidak percaya akan dihukum ( bandingkan dengan Markus 16:15-16 )

    Dalam Kisah Para Rasul 1:2 kembali dinyatakan bahwa Tuhan Yesus spesifik memberi perintah-Nya kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya

    Yang akan diselamatkan adalah yang percaya kepada pemberitaan mereka. Dan yang percaya ada tanda-tandanya ( Markus 16:17 ). Marilah kita bertanya kepada Tuhan kalau belum ada tanda-tanda yang menyertai kita. Apakah kita memang kurang percaya ?

    Dan Gideon tidak bisa berbuat banyak kecuali hanya menyerahkan kepada Tuhan Yesus mengenai segala sesuatu yang menjadi sikap dan pendapat eyang kakung dan eyang putri Samuel……………………..

    Semoga cuplikan kisah ini bermanfaat.
    Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s