Gereja dan Okultisme


Bp. Gideon

Hal yang tidak bisa dipungkiri oleh banyak kalangan khususnya pada gereja-gereja tertentu yang ternyata tidak berkutik ketika menghadapi “serangan” kuasa kegelapan dalam berbagai bentuk manifestasinya. Ini menunjukkan betapa okultisme juga menjadi obyek yang begitu penting untuk disikapi oleh gereja.

Ada dua sikap yang nampak jelas bagaimana ketika okultisme di depan mata. Yang pertama menganggap bahwa okultisme berikut manisfestasinya tidak perlu dilakukan pelayanan khusus, karena menurut kelompok ini, orang yang manifestasi kuasa kegelapan dikarenakan tidak sungguh-sungguh hidup di dalam Tuhan, tidak memberikan ruang gerak pada Roh Kudus untuk bekerja dalam dirinya. Sementara ada kelompok gereja yang sangat serius mensikapi kalau ada orang yang mengalami manifestasi kuasa kegelapan.

Beberapa gereja menjadi melejit dengan pesat, menjadi terkenal luar biasa, karena peran gereja dalam mensikapi pelayanan pelepasan kuasa kegelapan yang semakin lama semakin banyak. Di dukung melalui firman Tuhan yang sangat jelas dan mudah dipahami, mujizat yang dulu pernah ada pada zaman kerasulan awal, berulang kali yang namanya mujizat itu kembali dinyatakan. Ambil contoh,… ketika orang buta dapat melihat, orang tuli kembali mendengar, yang mati dihidupkan, yang sakit kanker ataupun sakit yang lain disembuhkan, setan lari terbirit-birit, merupakan hal yang biasa dapat disaksikan pada gereja-gereja tertentu. Sementara pada gereja-gereja tertentu pula hal itu tidak pernah terjadi, karena sudah membingkai dengan ungkapan ” mujizat itu ada, tetapi dulu, sekarang hal itu tidak diperlukan lagi, karena yang penting adalah keselamatan jiwa” . (Bagaimana bisa janjikan keselamatan jiwa, kalau nyelametin tubuh saja nggak bisa, padahal janji mengenai itu jelas-jelas ada di Alkitab, karena dalam banyak kasus, tubuh yang sakit DISEBABKAN jiwa yang tidak sehat – GKBI Gombong).

Bicara mengenai okultisme, percaya atau tidak bahwa okultisme itu semakin merajalela dan banyak orang terlibat di dalamnya, termasuk mereka yang menamakan dirinya sebagai orang Kristen. Berapa banyak mereka yang datang ke paranormal untuk meminta “pertolongan” padanya ?. Berapa banyak mereka yang kedukun-dukun untuk meminta jasanya ?. Berapa banyak mereka yang ke tempat-tempat keramat, ke makam-makam/kuburan untuk memperoleh “sesuatu” ?. Berapa banyak mereka yang menyimpan jimat-jimat untuk tujuan tertentu ?. Dan ternyata masih banyak perilaku yang termasuk okultisme, yang pada waktunya akan menimbulkan akibat. Akibat itu bisa cepat dan bisa lambat. Dan yang pasti bermuara pada hukuman kekal.

Fakta menunjukkan ketika seseorang atau keluarganya mengalami serangan kuasa kegelapan, yang paling dibutuhkan adalah bagaimana ia bisa lepas dari serangan itu dan menjadi benar-benar terbebas. Boleh jadi ia datang kegerejanya, dan ketika ia tidak mendapatkan jalan keluar tetapi mungkin malahan mendapatkan khotbah dan penghakiman, apakah ia akan tinggal diam menunggu nasib ?. Tidak, !!.. Ia berusaha mencari alternatif. Satu tujuannya adalah bebas dari cengkeraman setan/kuasa kegelapan.

Inilah salah satu yang menjadi penyebab mengapa ia “jajan” atau bahkan keluar dari gereja mula-mulanya.

Negeri kita kental dengan okultisme yang sering terpampang dalam media cetak maupun media elektronik, bahkan sekarang semakin terbuka. Pernah mendengar “pameran” tentang paranormal ?. Tayangan TV juga merupakan promosi okultisme misalnya: Film Drakula, film casper, film The Bride of Chucky, Gostbuster, Pokemon dll.

Dan sekaranglah waktunya gereja-gereja bergandeng tangan mensikapi serangan iblis dengan lebih serius, tanpa harus terjerumus kedalam perdebatan yang tidak perlu.

Tuhan Yesus memberkati.

Catatan Publisher:

Penulis: Bp. Gideon Agus Sudarwanto, STh.

Blog        http://gideonagusswt.wordpress.com

6 thoughts on “Gereja dan Okultisme

  1. Rasa Prihatin,…

    Ayah penulis adalah seorang prister, banyak menanamkan pengajaran kekristenan sejak kecil sampai penulis beranjak dewasa. Namun sebelum penulis merantau ke Jakarta, ayah membawa kami ke paranormal dan di tempat itu kami diberikan air minum yang sudah didoakan oleh paranormal itu. Ternyata perbuatan itu adalah jahat di mata Tuhan. Yang kami lakukan pada waktu itu adalah perbuatan yang dikenal dengan sinkritisme. Ini menimbulkan penyesalan dan keprihatinan yang sangat mendalam. Saudara tua penulis juga seorang prister, yang berulang kali ke orang pintar, bahkan keparanormal yang salah satunya untuk memasang susuk. Hal ini sungguh membuat penulis sangat prihatin. Dan begitu banyak contoh yang menceburkan diri ke dalam ranjau iblis, sadar atau tidak.

    Motivasi penulis tuturkan ini semua karena penulis sangat mengasihi GKBI, penulis rindu tidak ada satupun GKBI yang terhilang. Tidak ada satupun yang terjebak dalam ranjau iblis. Tuhan sudah mengingatkan dalam Hosea 4:6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.

    Allah identik dengan Firman (Yohanes 1:1 ~> Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.)

    Jangan sampai seseorang sampai pada kesengsaraan kekal karena tidak mengenal firman Tuhan. Sadarlah saudaraku bahwa hidup bukan perjudian yang layak dipertaruhkan. Hidup adalah kesempatan emas untuk dapat sampai ke rumah Bapa di sorga. Andalkan Tuhan saja, jangan andalkan manusia ( Yeremia 17:5-7)
    Kalaupun air mata ini kembali mengalir, bukan karena kesedihan, melainkan untuk sukacita yang besar.

    Tuhan Yesus memberkati.

  2. saya juga ikut prihatin membaca tulisan yg menceriterakan bahwa ayah dari sang penulis adalah seorang prister, yang masih percaya pada paranormal, dukun dsb. Dengan membaca hal tersebut saya jadi bertanya-tanya dalam diri saya, kenapa ya seorang prister yg seharusnya sudah tau tentang kebenaran mana yg benar dan mana yg tidak benar tapi masih percaya dengan hal-hal tersebut.
    1. Siapakan yg harus menegur/meluruskan seorang prister / jawatan yg masih percaya dengan hal-hal okultisme tsb…??? ( saya rasa masih banyak contoh demikian sekarang ini)
    2. sudahkah gereja memberikan dasar2 pemahaman Alkitab yang benar ke seluruh pemangku jawatan dan juga ke seluruh jemaatnya…?????
    3. Sudahkah gereja menjalankan amanat Agung Tuhan Yesus dengan peringkat “baik” bahkan “yang terbaik”….?????????
    4. Peran gereja itu apa saja yaaaaa menurut Alkitab…….???????????????

    itulah pertanyaan2 yg muncul dlm benak saya ketika saya membaca tulisan tsb, tetapi pertanyaan itu hanya untuk diri saya pribadi lohhhhhhhh
    anda mau baca juga boleeeehhhhhhhh………………….!!

    semoga tulisanku ini bs memberi semangat baru untuk gereja dan kita semua bertumbuh lebih dan lebih lagi dalam Tuhan. Amin

    • Oh my that is a show stopper!!!!!! The colour is amazing and you look fantastic in it lovely Miss Curtise.Oh no the sun is gone again. Rats.I love how cats always seem to sit there furry wee butts on evniythrng.Happieess to you, oh and summer.Love v

  3. Buat sang penulis’ Sun siro podo Elingngo Siro ojondueni Allah lio kang ono ngarsoningsun Kejobo Ingsun” mekaten pangandikonipun Gusti. menawi Penulis anggadahi prilaku mekaten naminipun ” Menduakan Tuhan” dan satu satunya Dosa yg sulit di ampuni Allah adalah Menduakan Allah

    • Kagem mas Yoseph.
      Menawi ingkang panjenengan kajengaken ing bab Allah Tigo Tunggil (Tritunggal), keparenga kawulo aturi piterang makaten:

      Bilih Allah punika Saktunggaling Pribadi ingkang kagungan Pangandiko (Firman) lan Roh.

      Ing saklebeting iman Kristen, Yesus puniko Sang Firman ingkang medal saking pribadinipun Gusti Allah piyambak. Lajeng pundi ingkang langkung rumiyin wonten? Allah menopo pangandikanipun Allah? Menawi Allah langkung rumiyin, ateges wonten saktungaling wekdal bilih Allah boten saged mangandiko. menawi Pangandiko langkung rumiyin, lajeng puniko pangandikonipun sinten?

      Makaten ugi menggah ing Roh Suci, puniko inggih bagiyanipun pribadi Gusti Allah. menawi Allah langkung rumiyin, ateges wonten saktunggaling wekdal, bilih Allah tanpo Roh, ateges Allah ingkang pejah. menawi Roh Suci langkung rumiyin, lajeng puniko rohipun sinten?

      Makaten menggah Allah Tritunggal. Nuwun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s