Setiap lembah ditimbun, bukit dan gunung diratakan


PERLUNYA MERELAKAN BENIH KESOMBONGAN UNTUK DIKIKIS HABIS

Seiring waktu berjalan, anak-anak Tuhan selayaknya juga mengalami pertumbuhan rohani yang sehat, dimana iman, pengharapan dan kasih juga turut serta bertumbuh. Jika ketiga hal tersebut stagnan atau jalan ditempat, atau bila justru ketiganya mengalami kemunduran, maka ini merupakan gejala yang tidak sehat, dan harus secepatnya disadari untuk kemudian diambil langkah-langkah yang benar, sampai kerohanian dapat benar-benar berkembang.

Ada dua kebutuhan pokok tubuh jasmani yang menentukan pertumbuhan fisik seseorang, yaitu: makan dan minum, yang tidak boleh dikurangi porsinya, atau jika tidak terpenuhi, maka tubuh jasmani bisa menjadi kurus, pertumbuhan tersendat, dan bahkan daya tahan menurun. Demikian juga tubuh rohani manusia, khususnya anak-anak Allah, juga memerlukan makanan rohani, dan membutuhkan minuman rohani, yang mana kedua hal tersebut perlu terserap secara cukup dalam keseharian kita.

Makanan rohani ialah Firman Allah yang kita “konsumsi” setiap hari melalui pembacaan ayat-ayat kitab Suci dengan pimpinan Roh Kudus sampai menjadi rhema yang mendukung pertumbuhan baik iman, pengharapan maupun kasih; sedangkan urapan Allah, yaitu minuman rohani, dapat kita “minum” pada waktu kita sedang berada di hadirat Allah yang terjadi ketika kita sedang menyembah Dia. Itulah sebabnya anak-anak Allah perlu untuk setiap hari membaca Firman Allah dan merenungkannya, serta melakukan pujian penyembahan, agar dengan cara ini diperoleh kondisi tubuh rohani yang sehat dan bugar serta juga mengalami pertumbuhan rohani yang sehat.

Namun ada kalanya terdapat penghalang-penghalang yang sedikit banyak dapat menghambat pertumbuhan rohani seseorang, sehingga Tuhan kurang leluasa untuk dapat memanifestasikan kuasa dan kemuliaan-Nya dalam kehidupan dan pelayanan kita.

” Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; “ (Yesaya 40:4)

“Setiap lembah harus ditutup,…” Lembah dalam hal ini diartikan sebagai perasaan rendah diri berlebihan, dan perasaan rendah diri berlebihan dapat disebabkan oleh intimidasi dosa masa lalu, oleh masa lalu yang kelam, yang menyebabkan seseorang merasa tidak layak untuk melayani Tuhan. Gejala seperti ini harus dihapuskan dari ingatan anak-anak Allah, karena segala kelemahan kita di masa lalu sudah “ditutupi” oleh penebusan Yesus Kristus, dimana darah Yesus yang mahal MEMANG sudah menebus kita.

Kalau kita masih tidak yakin bahwa darah Yesus sudah menebus semua dosa masa lalu kita (yang mungkin begitu kelam) maka ketika kita – misalnya – berencana mendoakan seseorang, ada penuduhan di pikiran kita bahwa kita TIDAK LAYAK mengingat dosa masa lalu.

Namun ketika kita sadar bahwa kita telah dilayakkan oleh darah Sang Anak Domba Allah, maka kita memiliki keberanian untuk mendekati tahta Allah (Ibrani 10:19), sehingga di bawah kondisi ini, Allah dapat memanifestasikan kuasa dan kemuliaan-Nya.

“…setiap gunung dan bukit diratakan;” Gunung dan bukit dalam hal ini menggambarkan kesombongan atau kecongkakan. Kesombongan menjadi penghalang utama yang menghambat kepercayaan Tuhan, sehingga pelayanan seseorang dapat terhenti atau ditunda (pending). Mari kita simak apa kata Alkitab tentang sikap sombong atau congkak.

” Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan ” (Amsal 16:18).

 “…sebab: “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.” (I Ptr 5:5c).

Pelayanan Lucifer menjadi hancur oleh sikap sombongnya, sehingga mantan penghulu malaikat ini diusir dari Sorga dan menjadi Iblis. Tetapi, sikap rendah hati mengundang rasa belas kasihan Tuhan.

Mata yang congkak dan hati yang sombong, yang menjadi pelita orang fasik, adalah dosa (Amsal 21:4).

Ternyata, sikap congkak dan sombong sendiri merupakan dosa,…

Tetapi Allah menetapkan suatu hari untuk menghukum orang-orang congkak dan sombong, menurut ayat berikut:

“Sebab TUHAN semesta alam menetapkan suatu hari untuk menghukum semua yang congkak dan angkuh serta menghukum semua yang meninggikan diri, supaya direndahkan;” (Yesaya 2:12).

Sekarang kita simak ayat berikut:

Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa.
Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena mereka mengajarkannya tetapi tidak melakukannya
…” (Matius 23:2,3).

Setiap pemimpin ibadah, baik pendeta, pastor, penatua atau apapun nama pengkotbahnya, yang mengajarkan Firman Tuhan dengan benar, maka pengajarannya memang harus kita turuti, tanpa peduli apakah pendeta atau pengkotbah sendiri mungkin justru memberikan contoh perilaku yang buruk sekalipun. Merendahkan hamba Tuhan yang diurapi, merupakan salah satu bentuk lain kesombongan yang juga harus dikikis habis dari kehidupan kita.

Hanya satu pemimpin kita, yaitu Mesias (Matius 23:10) dan Dia lah yang kepadanya kita wajib belajar banyak, menurut Firman ini:

“… belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan “ (Matius 11:29).

Yang lebih rohani hendaklah menjadi tauladan dalam hal kelemah lembutan dan kerendahan hati, sebagaimana seorang pelayan MUTLAK memerlukan kerendahan hati, menurut Firman ini:

“ Barangsiapa terbesar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu “ (Matius 23:11).

“Dan barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan (Matius 23:12).

Ayat dari Mat 23:12 merupakan hukum abadi Allah, yang merupakan kunci bagi anak-anak Allah untuk meraih kemuliaan yang lebih tinggi. Bahkan dalam berdoa, kita pun perlu meneladani sikap doa seorang pemungut cukai yang mengakui semua kesalahannya, merendahkan diri di hadapan Allah, dimana dengan sikap tersebut ia menerima pembenaran dari Allah (Lukas 18:13-14).

Ketika kita menerima Firman Tuhan tanpa ragu, dengan ketulusan seperti seorang anak kecil, maka Kerajaan Allah pasti menjadi milik kita, dan kita pasti diperbolehkan masuk kedalamnya (Lukas 18:15-17). Jika rasa rendah diri kita sudah ditutupi oleh penebusan Yesus, dan kita meyakini itu, lalu apabila semua benih kesombongan kita, secara sukarela kita inijkan untuk dikikis habis oleh kuasa Firman dan pertolongan Roh Penolong, maka akan dapat digenapilah Firman Tuhan yang telah dinubuatkan di ayat berikut:

“… maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya.” (Yesaya 40:5).

Artinya, TUHAN dapat mempercayakan tanggung-jawab yang lebih besar kepada anak-anak Allah yang sadar akan kuasa penebusan Yesus Kristus dan yang sudah BEBAS dari segala jenis kesombongan.

Amin! Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s