Tabiat bawaan – mungkinkah berubah?


Banyak orang terlahir dengan perangai masing-masing. Ada yang dilahirkan dengan bakat bawaan “BAIK” , dimana ia tampil dengan sifat-sifat mulia yang ditunjukkan dalam interaksinya dengan orang lain sebagai seorang yang baik, jujur, rendah hati, lemah lembut, sabar, penyayang dan seabrek karakter mulia lainnya. Sementara itu ada orang-orang yang terlahir dengan kepribadian yang memprihatinkan, dimana untuk bisa tampil sebagai orang baik-baik, ia musti berjuang ekstra keras untuk “melawan diri sendiri” agar tidak tampil sebagai pemarah, tukang benci, sulit memaafkan, cenderung ingin membalas dengan yang lebih “keras” jika ia menerima perlakuan yang menyakitkan ketika sedang berinteraksi dengan banyak orang.

Seseorang yang mampu berinteraksi dengan sesama, dengan sikap hidup yang BAIK akan mudah sekali untuk diterima sebagai sahabat bagi banyak orang. Bayangkan, kalau ia dicaci, ia hanya tersenyum penuh maklum dan siap memaafkan dengan hati tulus. Tetapi seseorang yang tabiatnya pemarah, mudah tersinggung, emosi tinggi, akan dapat membuat orang lain yang berinteraksi dengannya harus siap dengan “kuda-kuda” agar tidak salah bicara, supaya terhindar dari sakit hati.

Jika kita masih percaya kepada Tuhan, maka seseorang dengan corak hidup yang BAIK memiliki kans lebih besar untuk SORGA , dan sebaliknya, seseorang dengan tabiat buruk lebih mencondongkan seseorang ke arah sebaliknya, NERAKA. Jika sesama manusia saja sudah “tidak nyaman” untuk berinteraksi dengan orang yang “jahat” bagaimana Tuhan pula?

Tetapi Injil Yesus Kristus selalu memberikan sebuah harapan untuk setiap orang yang terlahir dengan tabiat yang “kurang menguntungkan” asalkan orang tersebut mau diarahkan untuk memperoleh solusi bagi “perbaikan diri”,…

Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya (Yoh 15:7).

Sadar bahwa tabiat (bawaan) yang BURUK dapat menjadi penghalang untuk dapat beribadah dengan BENAR kepada Tuhan, yang dilanjutkan dengan keinginan untuk BERUBAH, yang diteruskan dengan MEMINTA DENGAN IMAN agar Tuhan memberikan kepadanya HATI YANG BARU, maka permintaan tersebut merupakan PERMINTAAN YANG BAIK,…

Mungkinkah Tuhan akan “menutup telinga” terhadap permintaan yang baik seperti itu?  Saya yakin: TIDAK,…

Tetapi ada kalanya orang menyerah pada tabiat bawaan. Bahasa dunia mungkin mengatakan bahwa WATAK tidak mungkin berubah. Jika seseorang MENG-AMIN-I prinsip seperti ini, saya melihatnya sebagai “mengutuki diri sendiri” sebagai “YA, AKU MEMANG … TABIATKU BEGINI, AKU NGGAK MUNGKIN DAPAT BERUBAH,…”

Bertahan pada prinsip bahwa tabiat (buruk) tidak mungkin berubah merupakan sisi lain susahnya Tuhan mengubah karakternya. Tetapi jika kita masih yakin bahwa Alkitab – Firman Allah – memang merupakan Firman Tuhan yang “YA” dan “AMIN” dan apa yang “dikatakan” Alkitab memang BENAR, maka itu berarti bahwa MEMANG masih ada kesempatan bagi kita untuk BERUBAH.

Jangan menyerah pada tabiat (buruk) bawaan sejak lahir, sebab Tuhan sanggup untuk mengubahnya.

Bayangkan betapa indahnya jika kita menjadi sahabat bagi semua orang, kalau kita merupakan seseorang yang dirindukan oleh banyak orang yang mengenal kita sebagai ORANG BAIK,…

Salam.

Referensi:

Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan hati yang taat (Yehezkiel 36:26)

2 thoughts on “Tabiat bawaan – mungkinkah berubah?

  1. terima kasih TUHAN YESUS , DIKAU telah mendengarkan doa hambamu, yang memohon hari ini jangan turunkan hujan , karena tukang sedang melakukan pekerjaan memasang plafon, dan memasang atap , karena aoabila hujan turun , bisa merusak plafon yang ada , Sekali lagi terima kasih ya TUHAN YESUS , karena saat ini hari kembali panas , terima kasih TUHAN YESUS Terpujilah namaMU Selalu……amin … amin…amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s