Galau Arwah Wanita yang Terpaksa Murtad

Gereja Kerasulan Baru Magelang Jl Brigjen Katamso 12 Kota MagelangKisah nyata wanita Kristen (Kerasulan Baru) yang karena menikah dengan pria lain agama (non Kristen) terpaksa murtad, tetapi sebenarnya hatinya senantiasa rindu untuk beribadah di Gereja (GKBI – Gereja Kerasulan Baru di Indonesia), namun tidak diijinkan oleh suaminya, sampai suatu pagi tiba-tiba saja wanita ini meninggal dunia, lalu dikuburkan secara Islam, akan tetapi petang hari setelah dikuburkan, arwahnya merasuki saudari iparnya dan arwah itu berkata:”Aduh, tolong, semuanya gelap, tidak tahu harus lewat mana,..” kira2 seperti itu, lalu didoakan oleh keluarganya, dan    setelah doa selesai, yang kerasukan langsung sadar.

Nama wanita ini Ibu Latiati, dulunya warga Gereja Kerasulan Baru di desa Gunung Reja, dulunya nama desa tsb Tjidrudju (Cidruju), kec Sidareja, kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pernah menikah dengan suami pertama, tetapi meninggal, lalu janda ini menikah dengan seorang lelaki muslim, inisialnya Thrn, mereka menikah sekitar 3 th lalu. Dengan suami kedua ini praktis sdr Latiati tidak boleh kebaktian di Gereja, dan di bawah kondisi ini terpaksalah wanita ini murtad. Kabar baiknya adalah: bahwa Ibu Latiati seringkali mengeluh kepada saudara-saudaranya bahwa sebenarnya hatinya masih Kristen, ingin beribadah ke Gereja, namun apa boleh buat, nggak diijinkan suaminya.

Sampai pada suatu pagi, hari Minggu tanggal 21 Oktober 2012, wanita ini kedapatan tergeletak di dekat daun pintu kamar tidurnya dengan tangan masih memegang handphone, tetapi di kamar tsb dia bersama anaknya yang masih berumur 3 tahun. Mengira ibunya tidur dan nggak mau dibangunin, anak 3 th ini menyeret kursi untuk mengambil anak kunci yang digantungkan di atas, dan dia membuka pintu kamar. Ketahuanlah oleh keluarganya bahwa ternyata Ibu Latiati ini sudah meninggal, sekitar pukul 04.30 WIB.

Sekitar jam 11 siang, jasad Latiati dikuburkan secara muslim.

Lalu sore harinya, seorang kakak ipar (wanita) baru datang dari luar kota, dan mengeluh kakinya kesemutan, minta dipijitin dan “diblonyohi”, sementara Ibu Endang, yang menuturkan kesaksian ini, yakni adik dari Ibu Latiati, Ibu Endang menyiapkan air panas buat merendam kaki kakak iparnya yang kesemutan. Belum lagi siap, sang kakak seperti pingsan, tangan dan kakinya dingin sekali, dan bermanifestasi, kesurupan.

“Aduh, peteng, ora weruh dalan, kudu liwat ngendi yo? Aku bingung, aku bingung,…” (Aduh, gelap, tidak bisa lihat jalan, harus lewat mana? … ). Begitu kira-kira kata-kata yang keluar dari mulut sang kakak ipar yang kesurupan.

Lalu anggota keluarga (Kristen, GKBI) berkumpul dan berdoa. Ada yang berdoa Bapa Kami, lalu berdoa untuk minta pengampunan dan pertolongan Tuhan Yesus agar arwah Ibu Latiati ditolong Tuhan Yesus.

Ajaibnya, ketika doa selesai, sang kakak ipar yang kesurupan langsung sadar, puji Tuhan.

Seperti diketahui, Gereja Kerasulan Baru mempunyai acara rutin, Kebaktian Istimewa yang dilakukan 3 bulan sekali, yakni Kebaktian khusus melayani orang-orang mati, dan dua minggu setelah kejadian meninggalnya Ibu Latiati adalah tepat diadakan Kebaktian Istimewa, yaitu hari Minggu, 4 November 2012. Liwat kebaktian ini, seorang arwah diwakili oleh seorang yang masih hidup untuk dibaptis dalam nama Bapa, Tuhan Yesus dan Roh Kudus, memenuhi Hukum Kerajaan Allah.

Tidak lama sesudah Kebaktian Istimewa tersebut, seorang kerabat bermimpi ditemui Ibu Latiati yang berkata bahwa sekarang dia sudah bahagia.

Jika kejadian ini benar demikian, maka benang merahnya adalah: sekalipun seseorang – oleh karena keadaan – terpaksa murtad, akan tetapi hatinya masih tetap percaya kepada Tuhan Yesus, jadi meskipun fisiknya non-Kristen, akan tetapi dengan kondisinya itu bathinnya sebenarnya merindukan Tuhan Yesus, maka sesungguhnya Tuhan adalah Dia yang melihat hati.

Shalom.

Benarkah orang Kristen tidak dapat kerasukan setan?

Sebagian Kristen berpendapat bahwa orang Kristen tidak dapat dirasuk setan karena adanya Roh Kudus dalam dirinya. Tapi ada sebuah kejadian di sebuah SMU Kristen (tak usahlah kusebut namanya) dimana banyak murid mengalami kerasukan setan secara massal di antaranya tentulah murid Kristen juga, mereka sampai trance (tak sadar) karena ketika kerasukan mrk berteriak-teriak tapi setelah sadar mereka bengong,… yang berarti memang mereka sungguh-sungguh kerasukan.

Seorang dosen Kristen denominasi tertentu mengatakan bahwa keberadaan Roh Kudus menyebabkan tidak mungkin-nya seorang Kristen kerasukan, karena Iblis dan roh jahat hanya bisa menggoda (berarti Iblis berada luar jiwa atau tubuh) dan bukan merasuki (di dalam tubuh atau jiwa untuk menguasai). Tapi menurut saya fakta di lapangan belum tentu demikian.

Bagaimana dengan Yudas?

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yoh 13:2)

Di ayat tsb bolehlah diartikan bahwa Iblis berada di luar Yudas, dan hanya membisikkan rencananya kpd Yudas. Lalu ada ayat ini:

Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. (Yoh 13:26b,27a)

Nah, ayat itu tidak mungkin dapat disangkali bahwa Iblis dapat merasuki Yudas. Tapi apakah saat itu Yudas sudah ada Roh Kudus?

Saat itu Yesus masih Yesus, “belum menjadi” Immanuel. Sebab Yesus masih harus mati dulu, lalu Ia harus bangkit naik ke Sorga dulu, kemudian setelah itu Yesus dapat menjadi “Allah yang menyertai manusia” yaitu Immanuel.

Ketika Yesus sudah mati dan sudah bangkit dari kematian-Nya, maka Ia menghembusi kesebelas murid-Nya dan berkata:”Terimalah Roh Kudus” (Yoh 20:22), sehingga kesebelas murid2-Nya menerima Roh Kudus. Kemudian bersama banyak orang lainnya para murid Yesus itu dipenuhi Roh Kudus di hari raya Pentakosta (Kisah 2:1-4), dan memang dari kesebelas murid Yesus itu semuanya setia sampai mati, dan tidak pernah dirasuki setan dalam arti sampai dikuasai setan, teriak2 dst.

Tetapi bagaimana dengan contoh seseorang (tak perlu kusebut pula namanya) yang cinta Tuhan, sering mendoakan orang sakit dlm nama Yesus dan sembuh, sering mengusir setan demi nama Yesus, dan dari perilakunya dia tidak jahat, namun suatu kali dia pergi ke sebuah sungai kecil dekat rumahnya, tiba2 dia ngak sadar sampai berendam di air kali, dan beruntung ada seseorang yang kebetulan lewat, trus dipapahnya pulang dalam keadaan trance. Dia ngak pingsan tapi kalau diajak ngomong ngak nyambung. Ketika sampai di rumah, saat ketemu dengan anggota keluarganya dia bertanya:”kamu siapa??”.

Nah, itulah fakta di lapangan.

Jadi, apakah orang Kristen masih dapat dirasuk setan?

Bagaimana jika seorang Kristen masuk anggota kuda lumping yang bener2 grup kuda lumping yang bener2 pakai kesurupan? (Bukan tepu2).

Kalau menurut hemat saya, ada baiknya memiliki pemahaman yang benar dahulu dalam hal “diselamatkan”, “dipenuhi Roh Kudus” , “hidup dalam kekudusan” dst.

Ada ayat ini:

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yoh 14:23)

Saya berpendapat bahwa ayat tersebut mengajarkan bahwa KETAATAN seorang kristen kepada Firman Tuhan menyebabkan DUA pribadi ilahi lainnya, yaitu Bapa dan Yesus , MEREKA akan “tinggal” dalam diri orang taat Firman ini,… Dan di bawah kondisi ini, dimana Allah Tritunggal sepenuhnya “tinggal” dalam diri seseorang yang taat, maka TIADA YANG MUSTAHIL yang dapat terjadi, dan di bawah kondisi ini pula tak mungkin seseorang dapat dirasuki setan-setan.

Para rasul di gereja awal yang hidup dalam KETAATAN akan Firman Tuhan, mereka melayani disertai dengan tanda-tanda ajaib, oleh sebab ketaatan para rasul kepada Firman Yesus sehingga penyertaan Yesus menjadi FULL, itulah sebabnya orang2 dengan HIGH-FIDELITY seperti itu TIDAK MUNGKIN dapat dirasuk setan.

Artinya, orang Kristen “setengah-setengah” atau “suam-suam” MASIH DAPAT dirasuk setan,….

Salam.