Iptek


Saya dilahirkan dalam keluarga Gereja Kerasulan Baru yang cukup taat. Mendiang Ayah saya seorang Priester di GKBI (Gereja Kerasulan Baru di Indonesia) dan mendidik kami di jalan Tuhan, sehingga PUJI TUHAN, kami berenam bertumbuh sebagai seorang kristian yang cinta Tuhan. Saya cukup fanatik sebagai anggota GKBI, dan saya rasa hal itu tidak terlepas dari didikan ayahanda kami tercinta, almarhum Priester Sem Puspowardoyo.

Saya masih ingat dengan baik, ayah saya itu paling marah kalau kami malas-malasan sekolah Minggu. Hmm, saya bangga dengan ayah kami.

Suatu hari, ketika saya KKN (Kuliah Kerja Nyata), di daerah Klaten, karena kendaraan tidak ada, saya tidak bisa ke gereja, … saya merasa sangat bersalah, dan saya menyusuri sungai sambil menangis.  Tetapi minggu berikutnya, saya bisa dapat kendaraan untuk ibadah di GKBI Mawen, tempat kawan saya Priester Yusuf Dwiyoto (waktu itu Diaken atau Priester, saya lupa, mungkin sekarang sudah Evangelist Distrik, saya belum tahu), beliau sarjana Olahraga, pinter main catur, saya kalah terus,  he he…

Obsesi saya: Ingin mendorong setiap orang Kristen, khususnya warga Gereja Kerasulan Baru untuk lebih bersungguh-sungguh hidup sesuai Firman Tuhan. Renungkan Markus 16:17,18  dimana ayat ini SUNGGUH NYATA !! Kami sudah berkali-kali membuktikan kebenaran ayat luar biasa ini. Hayo kita mulai, salah satu caranya, ikuti terus artikel kesaksian di Blog ini, semua yang kami sajikan adalah benar, bukan karangan, bukan khayalan.

Markus 16:17-18

17 Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka  akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka,

18 mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.”

Hari Endarwanto.

E-mail:  hariendarwanto@yahoo.com

HOME

18 thoughts on “Iptek

  1. Salam Kasih Nan mesra bersama Kristus yesus
    Saya terkesan dengan Pengakuan Iman Anda

    Salam dari saya GKB Banjarpanepen

  2. Salam damai sejah tera bersama kristus Yesus saya telah melihat blog ini dan saya banyak membaca artikel maupun kesaksiannya. Salam kenal dari saya, silahkan jika berkenan kunjungi blog saya http://gkbbjn.blogspot.com

    Semoga DamaiNya dari yang telah bangkit dari wafatnya Menyertai anda.

    • Bahagianya aku,……………
      Ketika ku sadari bahwa aku bukan orang biasa,..
      Apalagi aku sudah mengenal siapa penebusku,.. siapa yang mau mati dan menderita bagiku.
      Aku bukan lagi orang yang berjalan menuju maut,.. tetapi berjalan dengan pasti menuju kerajaan sorga. Aku sangat berbahagia, ketika ku sadari bahwa Tuhan sedang mempersiapkan aku, memproses aku untuk layak menyandang pewaris kerajaan sorga.
      Ketika aku berjalan, langkahku demikian pasti bahwa Yesus ada dalam hidupku, Yesus tidak pernah meninggalkan aku. Aku sangat bangga memiliki sahabat yang sangat setia yaitu Dia, Yesus yang sangat ku kagumi.
      Sangat ku agungkan Dia lebih dari apapun.

  3. SYALLOM sdr. Heri
    Saya bersyukur atas kebaikan TUHAN melalui artikel anda. saya suka dengan situs-2 rohani seperti kepunyaan GKBI ataupun dari Gereja lainnya. KuasaNYA tak terbatas dalam hidup kita, tidak perduli merk gereja, asalkan gereja itu berfondasi KRISTUS maka di situlah Kuasa ROH KUDUS bekerja.
    Buat saudaraku seiman dari kalangan gereja manapun, letakkan KRISTUS nomer 1 di hatimu, jangan digantikan dengan seorang manusia atau apapun karena hanya DIAlah yang memberikan anugerah keselamatan. Amin. GBU all.

    • Dear Mr JOE,
      Shalom juga.
      Yang saya tahu, roh agamawi bersifat menceraiberaikan, akan tetapi Roh Kudus akan bersifat mempersatukan. Dan Tuhan sendiri yang telah berjanji untuk menggembalakan umat kesayangan-Nya, agar jangan ada satupun yang hilang di antara domba-domba-Nya.
      Terimakasih, Tuhan Yesus memberkati.
      Hari Endarwanto.

  4. syaloom,,,

    saya rindu sekali dengan Tuhan yesus…
    saya merasa putus asa…
    saya ingin bgt bertobat….
    saya ingin berkonsultasi …
    tolong bantu saya contac person untuk daerah bogor…
    termakasih
    syaloom…

    • Shalom,
      Dear Lian,
      Di Bogor ada Bp. Ev. Agus Sudarwanto, Sth,…
      Beliau menggembalakan jemaat di Bogor, walau domisili beliau di Bekasi.
      Silahkan kontak beliau di nomor beliau:
      02194048982
      Kami sendiri berada di Magelang, Jawa Tengah.
      Tuhan Yesus memberkati.

    • Sdr. Lian di Bogor.
      Ketika saudara mendapatkan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat saudara, maka keputus asaan tidak akan ada dalam kamus hidup saudara. Cari Dia sampai dapat, dan Dia akan bergegas menjumpai saudara. Kenali Dia dengan hati saudara, dan jalin hubungan pribadi, maka saudara akan dapat membuktikan betapa Dia sangat mengasihi saudara.

      Saat ini saudara belum terlambat, ketika hayat masih dikandung badan. Dapatkan Dia dan jangan pernah lepaskan. Tuhan Yesus memberkati saudara.

      • Shalom.
        Kesaksian pak Gideon Agusswt sudah kami unggah di KESAKSIAN, dan saat ini (Jumat 04 Februari 2011) tampil di halaman depan.
        Terimakasih kesaksiannya, Tuhan Yesus memberkati

  5. Shalom,

    Sdr Hari, bisakah anda memasang artikel tentang pengaruh ataupun manfaat lagu-lagu pujian dalam kehidupan kekristenan.
    Sebab selama saya di GKBI lagu-lagu pujian rohani “UMUM” sangat dilarang masuk dalam kebaktian. Untuk hal itu mungkin saya dapat memaklumi, walaupun banyak gereja seperi Protestan, GKJW, Pentakosta yang notabene lagu liturgi, tapi mereka tidak menutup diri dari lagu-lagu rohani umum untuk masuk dalam kebaktian, khususnya kebaktiaan remaja.
    Permintaan saya ini bukan bertujuan merubah liturgi GKBI, tapi paling tidak merubah cara pandang orang-2 GKBI terhadap lagu-lagu rohani “umum”.
    Pernah suatu kali diadakan semacam reatret remaja GKBI dari sidang tertentu, disana saya mencoba berinisiatif memakai lagu-lagu rohani “umum” yang rancak dengan menggunakan gitar dan keyboard, remaja pun sangat antusias. namun setelah itu mendapat respon negatif dari para jawatan.

    Hingga saat ini, menurut amatan saya, sebagian dari jemaat GKBI lebih suka mendengarkan lagu sekuler/dunia yang tak bermanfaat itu dari pada mendengar lagu-lagu rohani yang dari luar GKBI. Setahu saya Tuhan tidak pernah menentukan jenis irama musik tertentu untuk wajib dinyanyikan anak-2NYA.

    Jikalau saudara berkenan dengan permintaan saya ini, sangat diharapkan untuk memasang artikel terbarunya bertema manfaat musik pujian. namun bila tidak berkenan saya mohon maaf.

    Terima kasih, GBU.

    • Shalom,
      Terimakasih masukannya. Saya usahakan secepatnya. Saya jadi ingat banyak lagu GKBI yang tidak pas, misalnya tentang “pemujaan kepada rasul’, saya rasa Anda pernah merasakan fenomena seperti ini.
      Memang pujian plus sikap kita sewaktu sedang melakukan pujian memegang peranan penting agar menjadi pujian yang berkenan kepada Tuhan, dan bukan justru mendukai Tuhan.
      Mmm,…
      Kemaren, belum lama, saya ke Jokya, di salah satu sidang GKBI Yogya, saya mulai melihat perubahan liturgi, sedikit demi sedikit saya rasa, dan memang ada remaja yang mulai menyukai lagu2 rohani kristen “luar”.
      Anda benar sekali. Lagu2 kristen “luar GKBI” seperti dilarang, tetapi lagu2 duniawi dibiarin saja. Semakin jelas adanya “roh farisi” atau “roh agamawi” disini.
      Ya “cerdik seperti ular, tulus seperti merpati” saja.
      Sekali lagi terimakasih, dear The Truth.
      Tuhan Yesus memberkati.

  6. Shalom,..
    Saya pernah menjadi dirigent untuk distrik DKI, artinya saya melek nyanyian ataupun nyanyian paduan suara GKBI. Tetapi saat itu ketika saya menyanyikannya, saya lebih mengutamakan indahnya irama yang dinyanyikan, saya lebih konsentrasi apakah ada yang vales atau tidak. Saya sangat sulit menyanyi dengan hati untuk memaknai apa yang terkandung pada syair-syair yang dinyanyikan, karena lebih terfokus pada tulisan baik pada buku nyanyian maupun pada buku paduan suara. Seingat saya, saya bisa menangis ketika menyanyikan nyanyian GKBI hanya ketika waktu ada pemakaman, itupun karena suasana yang memang mendorong keluarnya air mata.
    Sangat jauh berbeda dengan gereja-gereja tertentu yang sering saya ikuti, sangat sering air mata ini keluar, karena saya hafal lagu itu sehingga saya bisa resapi lagu itu dengan hati yang paling mendasar.
    Perihal alat musik yang digunakan dalam sebuah ibadah, menurut hemat saya GKBI sangat terpaku pada aturan yang sangat tidak jelas dasarnya. Apakah waktu zaman Kerasulan Awal juga menggunakan orgen dan atau angklung ?. Bukankah waktu itu menggunakan alat musik setempat, kecapi, rebana misalnya. Jadi saya pikir sudah waktunya GKBI membuka diri untuk hal-hal yang positif agar tidak terjadi exodus dari para anggota GKBI.
    Jujur saja,.. apakah bukan suatu kemunafikan ketika “ngotot” mengharamkan nyanyian dari luar GKBI ( sehingga tidak pernah dinyanyikan di GKBI ), tetapi di rumah, di mobil justru menikmati nyanyian-nyanyian dari luar GKBI.
    Mengapa banyak kalangan remaja dan bahkan dari kalangan non remaja banyak yang menggemari lagu-lagu “dunia” ?, karena kerinduan mereka tidak diakomodir oleh “penguasa” GKBI.

    Saya mangasihi GKBI,.. karena saya lahir di GKBI, tetapi saya tidak pernah menggantungkan diri dengan mengandalkan para pembawa berkat yang masih termasuk manusia, karena jelas bertentangan dengan firman Tuhan ( Yeremia 17:5 ~> Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN)

    Akhirnya saya mengerti bahwa gereja tidak bisa menyelamatkan, jawatan tidak bisa menyelamatkan, para pembawa berkat (manusia) tidak bisa menyelamatkan, dan yang bisa menyelamatkan hanya satu nama yaitu Tuhan Yesus Kristus.

    Tuhan Yesus memberkati.

  7. Tambahan.
    Dulu,.. sangat asing bagi saya ketika dalam sebuah kebaktian/ibadah sekalipun nyanyian sukacita dilakukan dengan bertepuk tangan. Rasanya kurang pas, menjadi tidak khidmat. Di gereja kok pakai tepuk tangan. Kini pandangan saya berubah,.. ketika menyanyikan suatu nyanyian dalam sebuah kebaktian, dipersembahkan untuk siapa ? Untuk Tuhan atau untuk pemimpin kebaktian, atau untuk para jawatan ? Siapa yang mengucapkan terimakasih, ketika paduan suara selesai melantumkan nyanyiannya ?.

    Raja Daud mau menari-nari untuk Tuhan yang tertulis dalam II Samuel 6:5 ~> Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

    Ketika nyanyian dipersembahkan untuk Tuhan, pasti yang terpenting adalah bagaimana menyenangkan hati Tuhan. Dalam menyanyi ekspresi para penyanyi demikian direalisasikan seperti tertulis dalam Ezra 3:11~> Secara berbalas-balasan mereka menyanyikan bagi TUHAN nyanyian pujian dan syukur: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!” Dan seluruh umat bersorak-sorai dengan nyaring sambil memuji-muji TUHAN, oleh karena dasar rumah TUHAN telah diletakkan.

    Akhirnya saya menjadi lebih terbiasa dan bisa menerima ketika dalam suatu ibadah ada saat bersorak sorai, bertepuk tangan bahkan mengekspresikan dengan tari-tarian.

  8. Perihal Lagu-lagu Rohani….

    Beberapa waktu yang lalu, saya ikut dalam kegiatan Asian Youth Day – GKBI yang dilaksanakan di Cibubur, sebagai salah satu fasilitator Outbond. Di salah satu acara, dinyanyikanlah suatu lagu ‘asing’ – dalam pengertian bukan dari lagu GKBI – yaitu ‘GIVE THANKS’ (Don Moen)..
    Sayangnya lagu tersebut dibawakan dengan gaya ringan – agak nge-rap, padahal lagu tersebut sebenarnya untuk ‘praise/worship’ – yang bisa menguras air mata – tetapi jadinya seperti lagu biasa saja.
    Setelah acara selesai, saya beserta beberapa teman panitia balik ke Jakarta. Kebetulan saya membawa CD lagu tersebut, maka saya putarlah lagu tersebu disepanjang perjalanan. Alhasil, seorang teman kemudian menanyakan dimana dapat memperoleh CD tersebut. Artinya, lagu ‘umum’ yang dibawakan dalam acara formal KGBI seakan menjadi pengesahan bahwa lagu itu ‘boleh’ dinyanyikan/dinikmati jemaat KGBI.
    Mungkin masih merupakan mimpi bagi saya, someday, bisa diadakan suatu acara semacam retreat atau pujian/penyembahan yang sebenarnya. Selama ini, acara puji nyanyi bahkan terlihat sebagai ajang unjuk suara, unjuk kebolehan, hanya menampilkan penguasaan tehnik bernyanyi, tetapi tidak terlihat sebagai aktivitas menyembah.

    Syalom,
    Dioni.

  9. Shalom.
    Bro Dioni menulis:
    “Mungkin masih merupakan mimpi bagi saya, someday, bisa diadakan suatu acara semacam retreat atau pujian/penyembahan yang sebenarnya.”

    Ya. Itu juga merupakan kerinduan saya agar GKBI mulai melakukan sesuatu yang selama ini belum menjadi bagian liturgi gereja, padahal itu sangat penting, yakni acara worship.
    Tetapi saya percaya jika sudah tiba waktunya, Tuhan akan menggerakkan para “stake holder” di GKBI untuk membuat keputusan-keputusan penting alkitabiah, khususnya dalam hal praise & worship untuk membangun kembali “reruntuhan2”.

    Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s