Kesaksian


Shalom,

Di ruang kesaksian ini, silahkan Anda menulis pengalaman pribadi Anda, apapun itu dalam Komentar.

Shalom,

9 thoughts on “Kesaksian

  1. Suatu ketika saya menderita sakit yang biasa-biasa saja. Waktu itu anak saya yang lokasinya berbeda dengan keberadaan kami menanyakan kepada kami,
    ” papa sakit apa? ” dan saya jawab : ” sakit parah ” ( saya mengkondisikan penyakit yang parah ).
    ” Separah apa ? ” kembali anak saya bertanya.
    ” Seperti mau mati rasanya ” saya menjawab suka-suka.

    Apa yang terjadi kemudian ?,.. Saya dihajar Tuhan. Apa yang saya ucapkan benar-benar terjadi. Tiga hari tiga malam sakit tidak kunjung sembuh, bahkan tidak berani mandi. Pada hari ke tiga pukul 21.00 badan serasa menggigil tak tertahankan, saya melihat roh maut mulai mendekati saya dalam bentuk beruang besar dan mata bersinar. Saya berteriak memangil Wilbert anak saya: ” Wilbert peluk papa, berdoa pada Tuhan agar menolong papa “.
    ” Papa bercanda “? Wilbert bertanya.
    ” Ini serius Wilbert,.. papa tidak pura-pura ” sahutku sambil terus menggigil kedinginan.
    ” Minta ampun pah sama Tuhan ” desah Wilbert sambil menitikkan air mata.
    Saat itu saya teringat akan ucapan saya pada anak saya yang menanyakan penyakit saya. Segera saya mohon pengampunan atas ucapan saya yang sembrono, yang melebih-lebihkan keadaan yang sebenarnya.
    Pergumulan melawan demam yang sangat menggigil, dan nafas yang tersengal-sengal benar-benar seperti mau mati persis seperti yang saya ucapkan.
    Pertolongan Tuhan akhirnya datang. Ketika saya pejamkan mata saya merasakan ada sosok yang mendampingi saya di sebelah kanan saya, tetapi ketika saya buka mata ternyata hanya kaki tempat tidur ( saya tiduran di lantai ). Tutup mata lagi, merasakan lagi bahwa ada sosok di sebelah kanan saya.
    Tepat jam 23.00 Tuhan Yesus jamah saya, sembuhkan saya total 100 %. Seketika demam hilang, menggigil hilang dan malam itu juga saya rasakan segarnya mandi malam hari. ( sudah 3 hari tidak mandi ).
    Para pembaca,.. hati-hati dengan mulut.

  2. Puujii Tuhaann,…
    Setelah menjadi warganegara Kerajaan Surga, benar-benar kita harus jaga perkataan, karena ada begitu banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita,…
    Thanks kesaksiannya mas, sangat membangun!

    Nah, bagaimana kalau dibalik saja:
    “Puji Tuhan, tubuhku selalu sehat, selalu bugar, mataku tidak pernah rabun, kekuatanku tidak pernah berkurang, aku menjadi saluran berkat bagi banyak orang.
    Umurku 120 tahun tetapi tidak merepotkan anak cucuku.
    Keturunanku adalah umat yang selalu diberkati,…
    Mereka menjadi keturunan yang cinta Tuhan melebihi siapapun.
    Amin !
    Salam,

    • Saudara,.. untuk sesama warga surga, bukanlah suatu ke anehan, ketika boleh merasakan didikan Tuhan, apalagi ketika measakan jamahan Tuhan. Sekali lagi hanya untuk warga surga saja, untuk warga lainnya memang tidak berarti apa-apa.

    • Waaoww, sdr. me…
      Hebat..mungkin anda dari kalangan jemaat dari gereja yang ga pernah pedulikan kesaksian, semua dianggap biasa saja ? atau bukan dari jemaat gereja tapi yang lain tuh…turunan anak tiri Abraham ? sungguh NAIF !!!

      • Roh Kudus tidak pernah kalah.

        Kembali kami sajikan “cuplikan” kisah nyata yang terjadi pada keluarga Gideon.

        ,,,,……………., awal Februari 2005. ketika itu eyang putri Samuel ke rumah Samuel. Beliau juga disertai putri bungsunya yaitu RNA, dan kedua anaknya serta menantunya yang juga seorang hamba Tuhan Ev.WRG.

        Kurang lebih pukul 19.00 saat itu Gideon sedang ngobrol dengan adik iparnya. Tiba-tiba Yulia P, istri Gideon mengatakan bahwa Samuel kemasukan kuasa kegelapan. Gideon segera bergegas mendapatkan anaknya. Dan berbareng dengan itu muncul Samuel dari dalam kamarnya dengan wajah menakutkan, sinar mata mengerikan sambil tangannya berusaha mencekik ayahnya. Beberapa kali Gideon menepis tangan Samuel yang mulai merayap di lehernya.

        Gideon berusaha membawa Samuel keruang yang lebih luas, agar lebih bebas bergerak. Samuel terus dipancing keruang tamu, sambil Gideon bersuara keras yang ditujukan untuk mertuanya, “ Bu,.. lihat nih, kalau cucu ibu sedang mendapat serangan, lihat cucu pertama ibu, mohon lihat dengan mata kepala sendiri.” Kemudian kepada adik iparnya Gideon mengatakan, “ Lihat dik WRG, kalau orang sedang kemasukan kuasa kegelapan “

        Saat itu adik iparnya melihat dengan mata kepala sendiri ketika Samuel beberapa kali menghantamkan kepalan tangannya ke arah ayahnya, namun ayahnya hanya menangkis dan menangkis serta menggunakan perisai iman. Kemudian kedua tangannya memporak porandakan deretan buku-buku di bupet ruang tamu, sehingga berantakan ke lantai, belum puas dengan itu kemudian mengangkat kursi plastik tinggi-tinggi kemudian dibanting kelantai dengan keras.

        Namun yang terjadi adalah di luar dugaan Gideon. Mertuanya bukannya menengking kuasa kegelapan yang menyerang cucu kesayangannya, tetapi lari ke kamar dan mengunci kamar. Demikian juga dengan ipar Gideon yang adalah seorang hamba Tuhan dengan Jawatan Evangelis, juga masuk ke dalam kamar serta mengunci di dalam.

        Apa yang Gideon harapkan tindakan dari Mertuanya, dan adik iparnya untuk mengatasi kondisi darurat yang terjadi di keluarganya ternyata meleset dari perkiraannya. Akhirnya setelah Samuel memporak porandakan isi rak buku, membanting kursi dan mengancam akan membanting beberapa gelas yang memang ada di meja tamu, serta mulai berteriak “ Mana Yesusmu,.. mana Yesusmu “ berulang-ulang, maka Gideon dengan segera memohon otoritas Tuhan Yesus Kristus untuk mengusir kuasa kegelapan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

        Kurang lebih sepuluh menit kemudian Samuel jatuh terjerembab kedepan seiring dengan perginya kuasa kegelapan, dan setelah itu perlahan-lahan bangkit mencoba duduk di lantai. Dan Gideon lihat Samuel sudah nampak normal, barulah Gideon mengetuk pintu yang terkunci dimana ada eyang putrinya Samuel dan Sdr. WRG dengan kedua anaknya mengunci diri. Pintu tetap tidak dibukakan.

        Tetapi setelah Gideon yakinkan bahwa Samuel sudah sadar dan ingin berbicara dengan eyangnya, barulah pintu dibukakan. Gideon melihat ada rasa takut menggelayut di raut wajah eyang Samuel, demikian juga dengan Sdr. WRG.

        Kembali Gideon mengajak mereka keluar, barulah secara perlahan-lahan mereka keluar menemui Samuel yang sudah duduk di kursi sambil tersenyum. Dan setelah mereka lihat Samuel tersenyum barulah mereka yakin bahwa Samuel sudah sadar, sehingga mereka duduk dengan tenang.

        Akhirnya dengan panjang lebar Gideon mengisahkan perjalanan hidup Samuel semenjak menjadi ajang datang dan perginya kuasa kegelapan, serta beberapa pengajaran yang keluarga Gideon dapatkan dari satu peristiwa ke peristiwa yang lain. Eyang putrinya mendengarkan dengan seksama dan kemudian mengatakan dengan jujur bahwa beliau sangat takut melihat Samuel seperti itu, dan sisa gemetar masih nampak jelas pada tangan beliau.

        Demikian juga dengan Sdr. WRG, yang melarikan diri ke kamar serta menguncinya mengatakan bahwa, ia justru memberi kesempatan kepada anak dan ayah untuk saling berkelahi, saling pukul. Gideon sambil tersenyum mengatakan bahwa ia tidak membalas sama sekali, ia hanya menangkis dan mempertahankan diri, bukan balas menyerang, karena ia sadar bahwa yang ia hadapi kuasa kegelapan yang menumpang pada tubuh anaknya. Bagaimana mungkin ia menyakiti tubuh anaknya sendiri ?.

        Dan Gideon mengatakan kepada Sdr. WRG, bahwa sebenarnya ia ingin agar WRG melihat bagaimana kuasa kegelapan menyerang dengan nyata, riil, bukan hanya teori, sangat jelas dan nyata bisa menyerang siapa saja, serta melihat bagaimana kuasa Tuhan Yesus Kristus menghancurkan kuasa kegelapan melalui sosok Gideon yang di ijinkan Tuhan menggunakan otoritas-Nya.

        Dan sebenarnya Gideon ingin memberi kesempatan pada seorang hamba Tuhan dengan level Evangelis untuk menghadapi kuasa kegelapan. Bagaimana para anggota yang selama ini mengandalkan diri kepada hamba-hamba Tuhan yang berdiri di depannya mendapatkan perlindungan kalau sang pelindung itu sendiri lari tunggang langgang ketakutan ?.

        Kalaupun tulisan ini disampaikan bukan bermaksud untuk mengecilkan seorang hamba Tuhan, tetapi semata-mata untuk membuka mata segenap umat manusia bahwa tidak seharusnya seorang gembala ketika melihat domba yang dijaganya akan dirampas serigala justru lari ketakutan ketika melihat serigala itu datang.

        Dan hari itu Gideon merasa telah menunaikan sebagian tugasnya menjadi seorang menantu kepada mertuanya, dimana dengan gamblang menjelaskan keadaan Samuel dan kejadian yang mengikutinya, serta menjelaskan bahwa tidak ada sejarahnya bahwa Roh Kudus takut melawan kuasa kegelapan. Menjadi pertanyaan besar kalau seorang yang merasa memiliki Roh Kudus, justru lari saat kuasa kegelapan berdiri di depannya.

        Dan juga bersaksi di hadapan seorang Evanglish, bahwa tidak seharusnya ia masuk kamar dan mengunci diri dengan alasan apapun. Lawan Iblis maka ia akan lari………………………,

        Apakah maunya Samuel untuk menjadi ajang datang dan perginya kuasa kegelapan ?. Apakah maunya Gideon agar anaknya menjadi obyek pelayanan pelepasan ?. Ada sutradarq yang Agung dibalik setiap peristiwa yang Tuhan ijinkan terjadi.

        Semoga cuplikan di atas bermanfaat.
        Tuhan Yesus memberkati.

  3. Kesaksian ini dialami oleh anak saya yang kedua yang juga telah dimuat di situs kami.
    Wilbert memberikan kesaksian:
    Sabtu 9 Januari 2006. Waktu itu kira-kira pukul 11.00 siang saya masih tidur. Roh saya diangkat Roh Kudus ke atas dan di atas saya bertemu dengan Tuhan Yesus Kristus. Seperti biasa saya tidak berani melihat wajah Tuhan, hanya sebatas bagian bawah saja.

    “ Ada apa Tuhan, roh saya kok diangkat ! “ tanya Wilbert pada Tuhan

    “ Tubuhmu akan Kupakai menguji ayah kamu,.. sudah lama ayah kamu tidak di uji “ jawab Tuhan.

    “ Yang mengisi tubuh saya siapa Tuhan ? “ kembali Wilbert bertanya.

    “ Roh cabul “ jawab Tuhan.

    Kemudian Tuhan mengajak saya keliling dunia. Tuhan memperlihatkan peristiwa menjelang akhir zaman. Waktu diatas Amerika diperlihatkan kerumunan banyak manusia yang sedang antri mendapatkan cap pada tangannya dengan stempel 666. saya tergelitik untuk bertanya.

    “ Itu ada apa Tuhan kok mereka sepertinya sedang antri “

    “ Itu roh ekonomi, dimana ada cap pada tangan mereka yang menjadi pengikut iblis, dan semua itu bisa kamu baca di Kitab Wahyu “ jawab Tuhan.

    Kemudian roh saya dibawa Tuhan ke dataran tinggi Himalaya. Sampai persis di atas puncak gunung tertinggi itu tiba-tiba terdengar letusan yang sangat dahsyat sampai saya terkejut.

    “ Aduh,.. suara apa itu Tuhan ? “ spontan saya bertanya.

    “ Ini akhir zaman Wilbert,.. gunung-gunung akan meletus,.. dan akan terjadi kekacauan dimana-mana “ jawab Tuhan. Diawan-awan saya melihat seorang wanita yang sedang hamil dengan membawa tongkat. Saya bertanya, “ Tuhan,.. !., perempuan itu siapa Tuhan ? “

    “ Pakailah hikmat !….., Bukankah di Wahyu kamu bisa baca mengenai wanita itu ? “

    “ Oh,.. yang akan melahirkan dan sudah ditunggu oleh naga ? “

    “ Kamu kadang-kadang pinter Wilbert “ jawab Tuhan.

    Kemudian saya sampai kembali ke Indonesia, saya melihat rumah om Budi di Bekasi hancur berantakan tidak karuan. Ketika saya mendekati rumah saya sendiri, saya melihat rumah di sekitar rumah saya hancur berantakan sedangkan rumah saya tetap utuh.

    “ Rumah di sekitar rumah saya hancur berantakan tidak karuan, tetapi rumah saya kok tetap utuh ! “ tanya Wilbert.

    “ Lho bukankah kamu sering berdoa agar senantiasa dilindungi malaikat ? “ jawab Tuhan.

    “ Iya yah,.. “ jawab Wilbert.

    Sementara itu langkah saya sudah mendekati rumah saya. Pohon duren di depan rumah saya sudah tinggal tonggak, daunnya sudah gundul. Saya melihat sosok lelaki dewasa yang mirip diri saya sedang berdoa bersama saudara-saudara saya dan kedua orang tua saya.

    “ Itu siapa Tuhan yang mirip seperti saya ? “ tanya Samuel W.

    “ Itulah kamu nanti ketika kamu dewasa “ Jawab Tuhan. Dan akhirnya saya ikut bergabung dalam doa bersama. Saya mengingat pesan Tuhan agar apa yang saya alami hari ini tidak diceritakan dulu kepada siapapun sebelum waktunya tiba. Termasuk ada beberapa pesan Tuhan yang disampaikan kepada saya agar tidak menuliskan beberapa kejadian yang saya alami. Kemudian roh saya kembali ke dalam tubuh saya minggu pagi 10 Januari 2006 kurang lebih pukul 06.30 di kamar tidur pasien di kantor papa.

    Dan ketika sebelum gabung doa tadi saya ada di rumah tetangga, Roh Kudus memberitahukan saya bahwa hendaklah ia tidak terkejut kalau sampai dirumah nanti akan mendapat perlakuan yang tidak di duga sama sekali. Dan Roh Kudus tadi memberitahu saya bahwa sekarang saya boleh menceritakan apa yang saya alami bersama Tuhan.

    Tuhan Yesus memberkati.

  4. Maaf coment sedikit.
    Orang yang lari itu tandanya secara roh ia masih bayi.
    tetapi secara daging menurut otak. ia dewasa
    maksudnya pintar dalam teologi.
    teologi adalah ajaran manusia bersumber dari alkitab.
    tetapi tidak menjamin orang itu dewasa roh.
    Ketika ada serangan roh maka orang itu akan lari.
    tetapi ketika adu ilmu kitab orang itu akan pintar secara teori
    tapi praktek gagal
    Inilah yang di sebut teologi atau menurut teori alkitab.
    makanya orang demikian sukanya cuman teori aja atau teologi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s