Gak usah didoakan, sudah didoakan gembala!


Seorang gadis, saya sebut Shirley (bukan nama sebenarnya), tinggal di Yogyakarta, memiliki kekasih, Hans (bukan nama sebenarnya) yang tinggal di Cilacap, Jateng. Suatu ketika Hans sakit, cukup parah, meminta Shirley untuk menjenguknya, namun karena sesuatu alasan, Shirley tidak segera memenuhi permintaan kekasihnya itu. Lebih kurang satu bulan sesudah itu, gadis ini mendengar berita, bahwa Hans meninggal. Shirley sangat shock mendengar itu. Kemudian dia dan keluarga orang tuanya, mereka berangkat menuju  kota Cilacap untuk “mesong” (melayat) , hingga Hans dikuburkan.

Ketika mereka dalam perjalanan kembali ke Jokya inilah, Shirley lemas, pucat pasi seperti mayat, dan sampailah mereka di Yogyakarta. Selama dua hari itu, gadis ini tidak bisa makan maupun minum. Setiap kali makan / minum lantas muntah-muntah. Gembala gereja, yang menganut ajaran yang menekankan pengucapan Yahwe dan Yoshua Hamashia, sudah mendoakan anak gadis ini, namun tiada perubahan terjadi.

Teman kami, bapak Christian, dengan teman2 sepelayanan mengunjungi keluarga ini. Melihat keadaan Shirley, pak Christian meminta ijin mendoakan Shirley, namun ditolak oleh tante dari si Shirley ini.

“Gak usah, gak usah didoakan pak, kemarin sudah didoakan pak pendeta XXXX “ kata tantenya Shirley “Biarin aja, mau saya kerokin ( mau kerokan )”, lanjutnya.

“Maaf, tolong, lima meniiit saja kami doakan, kasihan Shirley “ desak pak Christian.

Dengan sangat terpaksa, tante itu mengijinkan pak Christian mendoakan Shirley. Gadis yang pucat pasi itu dibaringkan di atas sofa. Pak Christian menumpangkan tangan, berdoa melepaskan ikatan-ikatan roh jahat, juga ikatan bathin antara Shirley dengan mantan kekasihnya yang sudah meninggal itu. Tiba-tiba Gadis itu tubuhnya berguncang keras, tubuhnya meliuk-liuk seperti ular, dan tiada berapa lama terdiam, dan membuka matanya.

“Lho, pak Christian “ kata Shirley.

“ Iya, kamu kenapa? Lapar ya? “ jawab pak Christian sambil ketawa lebar.

“ Iya pak, saya lapar “ jawab Shirley.

Segera mereka menyiapkan Mie Instant pakai telor, dan dengan lahap Shirley menghabiskannya. Anak itu sekarang sudah merah, segar, dan sembuh.

Puji Tuhan. Ini adalah kisah nyata, membuktikan bahwa doa orang benar dengan cara yang benar sangat besar kuasanya.

Yakobus 5:15-16

15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.

16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Catatan:

Artikel ini sudah saya publish di Sabdaspace, saya sebagai username Mujizat

Iklan

6 thoughts on “Gak usah didoakan, sudah didoakan gembala!

  1. doa adalah ibarat napas hidup orang percaya, orang yang tidak pernah berdoa, adalah orang yang imannya sudah mati, oleh sebab itu berdoalah selalu kepada tuhan. tuhan pasti merndengarkan doamu dan mengabulkannya, jika ada jurang pemisah sehingga doamu tidak dikabulkan, maka anda harus mengoreksi dirimu, mungkin anda sedang bermasalah demgan orang lain, ttp ada juda bukan tdk dikabulkanNya, tetapi Allah menunda atau menggantikannya dgn yang lain yang sangat menguntungkan untuk anda a…mn…i n

    • Puji Tuhan,
      Anda benar, maks Badar, terkadang apa yang kita doakan mungkin tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga Tuhan menyediakan yang lebih baik dari yang kita doakan. Di lain waktu mungkin Tuhan ingin menguji apakah kita serius dengan yang kita doakan.
      Yang jelas, rancangan Tuhan selalu indah bagi setiap insan yang mau belajar mengasihi Dia dengan tulus.
      Salam hangat,
      GKBI Gombong

  2. aku punya artikel bagus om..

    Pada suatu senja Jack berjalan-jalan sepanjang sebuah bukit. Tanpa disadarinya, dia sudah berjalan terlalu ke tepi. Tiba-tiba ia terpeleset, jatuh ke dalam jurang yang tidak tahu berapa dalamnya.
    Saat melayang jatuh, ia berusaha meraih apa saja yang bisa digunakan untuk berpegangan sambil mulutnya berkomat-kamit.
    Rupanya keberuntungan masih bersamanya, dia dapat meraih sebuah dahan yang menghentikan laju jatuhnya. Lama setelah dia mampu mengatur nafas, barulah dia berani menengok ke bawah. Namun kegelapan malam semakin menambah pekatnya dasar jurang.
    Dia mulai menimbang-nimbang dan memperkirakan kedalaman jurang itu.Dia sadar bahwa sangat tidak mungkin baginya untuk bergantung terus di dahan itu, tapi juga tidak mungkin untuk memanjat dinding terjal itu.
    Maka Jack mulai berteriak minta tolong, dengan harapan ada orang yang lewat dan mendengar teriakannya lalu melemparkan tali atau usaha yang lainnya.
    Sudah berjam-jam ia berteriak minta tolong, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Ketika ia sudah mulai menyerah, tiba-tiba didengarnya sebuah suara.
    “Jack. Dapatkah kamu mendengarku?”
    Dengan bersemangat dia segera menjawab, “Ya, ya! Aku dapat mendengarmu! Aku ada di bawah sini!”
    “Ya, aku dapat melihatmu, Jack. Apakah kau baik-baik saja?”
    “Ya, tetapi tanganku sudah lelah. Eh, siapa dan di manakah kamu?”
    “Aku adalah Tuhan. Lupakah kau bahwa Aku ada di mana saja Jack?”
    “Tuhan? Maksudmu Tuhan Allah?”
    “Ya”
    “Oh, Tuhan, tolonglah saya! Saya berjanji jika Kau menurunkanku dari sini, saya akan berhenti berbuat dosa. Saya akan menjadi orang yang baik. Saya akan melayani-Mu seumur hidup!”
    “Ah, memang mudah untuk berjanji, Jack. Tapi okelah, segeralah kamu turun dari situ dan kita bicarakan janjimu. Sekarang dengar baik-baik, ini adalah hal yang harus kau lakukan.”
    “Saya akan melakukan apa saja, Tuhan. Katakanlah apa yang harus saya lakukan?”
    “Oke. Lepaskan peganganmu.”
    “Apa?!!”
    “Aku katakan lepaskan peganganmu. Percayalah.”
    “Eeee….”
    “Ayo, bukankah kau percaya pada-Ku?”
    Untuk beberapa saat keheningan menyelimuti tempat itu.
    Kemudian terdengar Jack berteriak, “Tolong, tolong. Adakah orang lain di atas?”
    – PR untuk jadi renungan… –

  3. MEREDAM RASA TERSINGGUNG

    Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.

    Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.

    Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.

    Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.

    Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.

    Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.

    Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan

    Pertama, belajar melupakan.

    Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemukaagamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.

    Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.

    Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.

    Ketiga, kita harus berempati.

    Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menuntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut.

    Yang di depan berkata, “Oh indah nian pemandangan sepanjang hari”. Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.

    Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.

    Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah-buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s