Misteri Alam Roh


Pasir Merapi

Pagi hari makan soto mbah Mul di sebelah SMU 1 Magelang depan Taman Kyai Langgeng. Rasa soto ngak istimewa sih, tapi lokasi cukup bagus sehingga lumayan enak buat nongkrong. Dua orang Polantas yang juga ikut makan, lagi ngobrol, salah satunya tentang keanehan pasir Merapi yang mengguyur jalanan Kaliputih Kabupaten Magelang.

Mereka berceritera: ada sebuah Truk mengangkut pasir kiriman gunung Merapi yang diambil dari Kaliputih dan diangkut menuju Semarang. Sesampainya di Semarang, pasirnya ngambek, ngak mau diturunin; tiba-tiba pasir seperti menjadi beku, walau dicangkul, disekop tetap ngak bisa diturunkan dari Truk. Lalu truk pasir itu kembali ke Kaliputih, dan begitu sampai di Kaliputih dan pintu bak truk dibuka, pasir menjadi normal dan diturunkan.

Apakah ceritera ini benar, saya belum re-check pihak2 terkait.

Sumber: Bp. Christian Erlangga – Magelang.

Sampah jalanan:

Pak Tarno dan isterinya sedang naik motor dari arah Yogya, sampai di lampu merah Semen (lbh kurang 20 km dari Yogya) kondisi lampu traffic light sedang merah, harus berhenti. Entah kenapa, pak Tarno tidak melihat ada sebuah sepeda motor sedang berhenti lantaran lampu sedang merah, dan tanpa direm, motor pak Tarno menyeruduk sepeda motor itu sehingga roda depan rusak cukup parah, mereka berdua terjatuh dan cedera sedikit.

Pak Christian mendengar peristiwa itu dan menelpon, dijawab bahwa mereka baik-baik saja, tapi perasaan pak Christian ngak enak.

Waktu itu sering hujan sore hari, menyebabkan mo ke luar kota agak sungkan, tetapi hari Rabu terdorong ke dusun Tronggalan, rumah pak Tarno, +- 3 km arah barat Muntilan.

“Gimana pak, keadaannya” Tanya pak Christian sesampainya disana.

“Gak apa-apa pak, saya baik-baik saja” jawab pak Tarno.

“Gak apa-apa gimana, wong sudah tiga hari ini bapak ngak bisa tidur, kringihan terus “ sela bu Tarno menjelaskan kondisi yang sebenarnya.

Ternyata pasca kecelakaan kecil di traffic light Semen itu, dada pak Tarno sakit. Buat batuk sakit sekali, untuk bersin sakit sekali, sehingga kalau ingin bersin ataupun batuk, harus dilakukan pelan sekali agar ngak sakit. Dan kalau mo tiduran, tangan harus diangkat ke atas (??) biar ngak sakit.

“Ya sudah, kita doa yuk “ pak Christian mengajak mereka berdoa.

Lalu pak Christian mengusir sampah-sampah jalanan yang masuk ke tubuh pak Tarno dengan menengkingi sampah-sampah itu keluar, demi nama Yesus.

Seketika rasa sakit di dada pak Tarno menghilang, dan kembali pulih seperti sebelum kecelakaan. Puji Tuhan.

Sumber: Bp. Christian Erlangga – Magelang.

Sampah dari Kaliputih:

Bulan Januari 2011 ini jika kawasan gunung Merapi hujan deras, maka warga Kaliputih siap-siap “menyambut” lahar dingin yang membawa material vulkanik terutama pasir dan bebatuan yang dimuntahkan gunung itu bulan-bulan yang lalu. Beberapa teman yang rumahnya di Muntilan melaporkan bahwa aliran lahar dingin itu terdengar dari rumahnya sebagai suara yang menggemuruh.

Adalah Koh Tik, seorang kawan di Muntilan, dia tertarik untuk nonton lahar dingin di kaliputih. Dan memang saya sendiri menyaksikan bagaimana banyak orang sengaja dating ke Kaliputih untuk menonton aliran lahar dingin.

Beberapa kali  Koh Tik menonton banjir lahar dingin di tepian Kaliputih, sampai kemudian merasakan tubuh yang kurang sehat.

Jika sore hari suhu badan tinggi, tapi pagi harinya normal dan dapat bekerja seperti biasa. Hal itu terjadi selama beberapa hari, sampai bertemu pak Kristian dalam persekutuan doa.

Seperti biasa, pak Kristian menengkingi sampah-sampah roh yang berasal dari Kaliputih, dan Koh Tik pamit ke kamar kecil. Di situ beliau muntah-muntah kecil, pelepasan. Agak lama, sampai-sampai pak Christian mau menyusul masuk ke kamarkecil itu tapi diurungkan, karena Koh Tik sambil buang air kecil juga.

Ketika Koh Tik keluar dari kamar kecil, dia merasa lega, dan malam itu dan hari-hari berikutnya kalau sudah petang tidak lagi alami suhu badan tinggi. Puji Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s