Urapan Baru Menyegarkan Jiwaku


Salam sejahtera,

Pagi ini Roh Kudus membangunkan aku pukul 5 an pagi, dan di dalam hatiku ada nyanyian yang terus berkumandang, kts Yesus Domba Allah, yang begini syairnya (Nada dasar do=G):

ENGKAULAH KEKUATANKU
ENGKAULAH KEMULIAANKU
ENGKAULAH SGALANYA

ENGKAU PERMATA YANG INDAH
YANG TAK PERNAH KULEPASKAN
ENGKAULAH SGALANYA

REFF:
YESUS DOMBA ALLAH
MULIA NAMA-MU
YESUS DOMBA ALLAH
MULIA NAMA-MU

KAU HAPUS SGALA DOSAKU
SGALA CELA DAN MALU-KU
ENGKAULAH SGALANYA

SAAT JATUH KAU ANGKAT KU
SAAT HAUS KAU PNUHI KU
ENGKAULAH SGALANYA

Kembali ke Reff

Selekasnya aku bangun, ambil gitar, dan cocok sekali bahwa lagu yang berdengung di hatiku memang tepat pada nada dasar G. (Yang bernyanyi di hati adalah Roh Kudus).

Aku nyanyikan lagu ini diiringi gitar, pelan tapi sepenuh hati. Seketika kurasakan urapan Allah mengalir, dan airmataku mengalir dengan lembut, meluncur ke pipi,…

Beberapa lagu aku nyanyikan, sampai kurasakan urapan berhenti. Tahulah aku, bahwa Roh Kudus memberi isyarat kepadaku untuk membaca kitab luarbiasa, Alkitab.

Roh Kudus menuntunku membuka Matius pasal 6, aku baca kk 1 pasal itu, lalu disambung dengan Kejadian pasal 1 ayat 1 dan 2.

Sebelum dunia dijadikan, dunia itu belum ada, masih kosong, nihil.
Lalu Allah menciptakan bumi, sehingga bumi dan langit adalah milik Allah, kepunyaan Allah. Bumi dengan segala kekayaannya adalah milik Allah, dan Dia-lah yang berhak mengatur bumi dengan segala isinya.

Nyambung ke Matius 6 ayat 33

“Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka (berkat-berkat materi dll) akan ditambahkan-Nya kepadamu.”

Banyak orang telah mengejar berkat, mengejar berkat dan mengejar berkat, dan tidak sedikit orang yang GAGAL, sehingga tidak berhasil memperoleh berkat. Perilaku mengejar berkat sebenarnya kurang tepat, dan tidak sesuai dengan Matius 6:33.

Yang dikehendaki Allah adalah: agar manusia mencari Dia, mencari Wajah-Nya, mendapatlan hati-Nya, mengejar Kebenaran-Nya. Ketika seseorang mendambakan Allah, dengan merendahkan diri di hadapan-Nya, dengan rasa haus dan lapar akan Allah, ketika seorang manusia “dengan cara apapun juga” bertekad mencari Allah, maka pada waktu-Nya Allah akan menyatakan diri kepada orang yang merindukan Dia itu, dan berfirman: “Ini AKU !! “

Jika engkau melakukan ini, maka engkau akan dipeluk-Nya, dan jangan heran jika engkau tiba-tiba merasakan suatu dorongan untuk menangis terhisak-hisak di hadapan-Nya. Itulah Dia,…

Allah membiarkan Diri-Nya dimiliki oleh setiap insan yang merindukan Dia. Hanya,… hiduplah dalam kekudusan, hiduplah dalam koridor Firman-Nya, hiduplah dalam ketaatan kepada Firman, maka engkau akan dianggap-Nya berharga, engkau akan ditaruh diatas telapak tangan-Nya, engkau akan diperhatikan-Nya, engkau akan dikasihi-Nya, engkau akan dihargai-Nya seperti permata mahal,…

Aku berhenti membaca alkitab, dan Roh Kudus mengajakku menyanyikan lagu “Bagi Dia Segala Pujian” , masih dengan nada dasar G. Sebenarnya aku tidak begitu hafal dengan syairnya, namun Roh Kudus mendorongku untuk menyanyikannya dengan syair begini:

DIA YESUS TLAH MATI BAGIKU
DIA YESUS SLAMATKAN JIWAKU
BAGI DIA, PUJIANKU
TAK DAPAT KU BALAS KASIH-Nya

DIA ANGKAT KU JADI ANAK-NYA
BRI DAMAI DI DALAM HIDUPKU
BAGI DIA, SEMBAHKU
HANYA DIA PUJAAN HATIKU

Reff:
BAGI DIA SEGALA PUJIAN
HORMAT SERTA SYUKUR
KEKAL SELAMANYA

BAGI DIA SEGALA PUJIAN
HORMAT SERTA SYUKUR
SLAMA-LAMANYA

Roh Kudus menuntunku mengulang-ulang lagu itu, dan kembali kurasakan urapan memasuki diriku. Kembali airmataku meleleh. Lalu aku sadari bahwa Yesus berada di depanku, dan aku mengubah syair Reff menjadi begini:

BAGI DIKAU
SEGALA PUJIAN
HORMAT SERTA SYUKUR
KEKAL SELAMANYA

BAGI DIKAU
SEGALA PUJIAN
HORMAT SERTA SYUKUR
SLAMA-LAMANYA

Jadi kata “DIA” aku ganti dengan “DIKAU” lantaran aku sudah merasakan kehadiran Yesus. Urapan yang berlipat kuatnya memasuki aku, semakin terhisak aku. Aku sangat menikmati urapan yang dahsyat ini. Lalu aku tergerak berdoa syafaat: untuk beberapa orang, untuk beberapa gereja, dan TUHAN terus mengurapi aku, mungkin sekitar 15 menit.

…….

Hari ini aku berangkat kerja, dan jiwaku begitu fresh, begitu segar. Aku melihat banyak orang sebagai yang perlu menerima pertolongan Tuhan. Aku melihat banyak orang dengan kasih Kristus. Sungguh, urapan baru pagi ini telah menyegarkan jiwaku.

Magelang, 14 Juni 2010

Iklan

One thought on “Urapan Baru Menyegarkan Jiwaku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s