Alasan TUHAN memusnahkan suatu bangsa


Kitab-kitab Musa mencatat perbuatan-perbuatan tegas TUHAN  terhadap bangsa-bangsa tertentu misalnya “pemusnahan massal” atas Sodom dan Gomora yang dilakukan dengan “tangan-Nya” sendiri, lalu “pemusnahan” bangsa Kanaan melalui tangan bangsa Israel baik di bawah komando Musa maupun yang kemudian diteruskan oleh Yosua yang tentu saja tidak terlepas dari campur tangan TUHAN. Membaca kisah-kisahnya mungkin kita akan membayangkan kengerian apa yang menimpa mereka yang sedang mengalami proses pemusnahan, bagaimana jerit ketakutan, kengerian, kalang kabut orang-orang Sodom dan masyarakat Gomora, dari bayi yang masih merah hingga kakek nenek yang sudah bau tanah, dari seekor kuman sampai lembu sapi, semuanya musnah oleh panasnya api belerang dengan jeritan terakhir mereka masing-masing. Kemudian juga kengerian apa yang dialami oleh suku-suku bangsa yang sedang menunggu giliran untuk mati ketika mereka sudah mendengar berita-berita pemusnahan suku-suku yang merupakan bagian dari bangsa Kanaan oleh suatu “bangsa pendatang” yang tidak terlawan  yang bernama ISRAEL. Tetapi benarkah tanpa alasan yang jelas maka TUHAN membiarkan “kebiadaban” Israel dan bahkan Dia sendiri yang mendukung aksi-aksi kekerasan tersebut? Salah menilai sesuatu kejadian tanpa belajar memahami latar belakang terjadinya sebuah peristiwa dapat mendorong seseorang memberikan kesimpulan yang salah mengenai TUHAN, dan bahkan mungkin saja akan membuat seseorang menghina kekudusan TUHAN.

18 Kenajisan

TUHAN berfirman kepada Musa: “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Akulah TUHAN, Allahmu. Janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Mesir, di mana kamu diam dahulu; juga janganlah kamu berbuat seperti yang diperbuat orang di tanah Kanaan, ke mana Aku membawa kamu; janganlah kamu hidup menurut kebiasaan mereka. Kamu harus lakukan peraturan-Ku dan harus berpegang pada ketetapan-Ku dengan hidup menurut semuanya itu; Akulah TUHAN, Allahmu. Sesungguhnya kamu harus berpegang pada ketetapan-Ku dan peraturan-Ku. Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya; Akulah TUHAN. (Imamat 18:1-5).

Yang saya garis bawahi adalah alasan TUHAN menghukum Mesir, baik dengan tulah-tulah maupun dengan memusnahkan sebagian pasukan Firaun mati tenggelam di Laut Teberau, lalu juga pemusnahan yang akan dilakukan-Nya terhadap bangsa-bangsa keturunan Kanaan. Tetapi kesalahan apa yang telah dilakukan oleh bangsa Mesir, dan dosa-dosa apa yang telah dilakukan oleh bangsa Kanaan?

Imamat 18:6-25 (nomor 1 dimulai dari ayat 6)

  1. Siapapun di antaramu janganlah menghampiri seorang kerabatnya yang terdekat untuk menyingkapkan auratnya; Akulah TUHAN. (Najis 1).
  2. Janganlah kausingkapkan aurat isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu; dia ibumu, jadi janganlah singkapkan auratnya. (Najis 2)
  3. Janganlah kausingkapkan aurat seorang isteri ayahmu, karena ia hak ayahmu. (Najis 3)
  4. Mengenai aurat saudaramu perempuan, anak ayahmu atau anak ibumu, baik yang lahir di rumah ayahmu maupun yang lahir di luar, janganlah kausingkapkan auratnya. (Najis 4)
  5. Mengenai aurat anak perempuan dari anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, janganlah kausingkapkan auratnya, karena dengan begitu engkau menodai keturunanmu. (Najis 5)
  6. Mengenai aurat anak perempuan dari seorang isteri ayahmu, yang lahir pada ayahmu sendiri, janganlah kausingkapkan auratnya, karena ia saudaramu perempuan. (Najis 6)
  7. Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ayahmu, karena ia kerabat ayahmu. (Najis 7)
  8. Janganlah kausingkapkan aurat saudara perempuan ibumu, karena ia kerabat ibumu. (Najis 8)
  9. Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudara laki-laki ayahmu, janganlah kauhampiri isterinya, karena ia isteri saudara ayahmu. (Najis 9)
  10. Janganlah kausingkapkan aurat menantumu perempuan, karena ia isteri anakmu laki-laki, maka janganlah kausingkapkan auratnya. (Najis 10)
  11. Janganlah kausingkapkan aurat isteri saudaramu laki-laki, karena itu hak saudaramu laki-laki. (Najis 11)
  12. Janganlah kausingkapkan aurat seorang perempuan dan anaknya perempuan. Janganlah kauambil anak perempuan dari anaknya laki-laki atau dari anaknya perempuan untuk menyingkapkan auratnya, karena mereka adalah kerabatmu; itulah perbuatan mesum. (Najis 12)
  13. Janganlah kauambil seorang perempuan sebagai madu kakaknya untuk menyingkapkan auratnya di samping kakaknya selama kakaknya itu masih hidup. (Najis 13)
  14. Janganlah kauhampiri seorang perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskan untuk menyingkapkan auratnya. (Najis 14)
  15. Dan janganlah engkau bersetubuh dengan isteri sesamamu, sehingga engkau menjadi najis dengan dia. (Najis 15)
  16. Janganlah kauserahkan seorang dari anak-anakmu untuk dipersembahkan kepada Molokh, supaya jangan engkau melanggar kekudusan nama Allahmu; Akulah TUHAN. (Najis 16)
  17. Janganlah engkau tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan perempuan, karena itu suatu kekejian. (Najis 17)
  18. Janganlah engkau berkelamin dengan binatang apapun, sehingga engkau menjadi najis dengan binatang itu. Seorang perempuan janganlah berdiri di depan seekor binatang untuk berkelamin, karena itu suatu perbuatan keji. (Najis 18)
  19. Janganlah kamu menajiskan dirimu dengan semuanya itu, sebab dengan semuanya itu bangsa-bangsa yang akan Kuhalaukan dari depanmu telah menjadi najis.
  20. Negeri itu telah menjadi najis dan Aku telah membalaskan kesalahannya kepadanya, sehingga negeri itu memuntahkan penduduknya.

Itulah 18 kenajisan, kemungkinan terbesar alasan TUHAN menghukum bahkan memusnahkan suatu bangsa, termasuk bangsa Mesir, Kanaan dan juga masyarakat Sodom serta Gomora. Khusus untuk “Najis 13” (ayat 18) ternyata juga telah dilakukan oleh Yakub yang mengawini dua orang perempuan bersaudara, Lea dan Rahel, namun dalam kasus tersebut saya melihat bahwa kesalahannya tidak sepenuhnya ada pada Yakub, tetapi Laban, karena sebenarnya maksud Yakub adalah mengawini Rahel. Namun fakta menunjukkan efek negatif dari perkawinan semacam ini, dimana terjadi “persaingan abadi” antara Rahel versus Lea, dan fenomena itu tidaklah baik untuk kesejahteraan sebuah keluarga, dan – sedikit keluar dari koridor rencana Allah – mungkin hal itu juga yang mendorong kebencian anak-anak Lea terhadap Yusuf (anak Rahel) sampai saudara mereka sendiri itu dijual sebagai budak.

Kita perlu memahami bahwa TUHAN sangat membenci tindak kenajisan, sedemikian bencinya sampai-sampai setiap orang, bahkan bangsa, akan dimusnahkan-Nya ketika mereka melakukan kekejian-kekejian itu. Kita perlu memahami bahwa setiap kenajisan dan kekejian adalah siksaan terhadap “bathin” Allah, bahwa setiap pelanggaran ketetapan Allah yang telah disertakan dalam setiap hati nurani adalah ketidak-adilan terhadap Allah. Orang-orang yang dihukum dan dimusnahkan oleh Allah adalah mereka yang sebelumnya melakukan ketidak adilan terhadap Allah dan atau bisa juga ketidak adilan terhadap sesama.

Menghakimi Allah dengan hanya melihat proses hukuman atau pemusnahan yang sedang dilakukan, tanpa mempelajari dan memahami apa yang melatari semua itu akan menempatkan kita bagaikan seseorang yang melihat terpidana ditembak mati dan berkata:”Alangkah kejamnya algojo itu”, padahal dia tidak tahu bahwa terpidana tersebut sebelumnya telah menganiaya, memperkosa, menyodomi dan merampasi nyawa puluhan korban-korbannya dengan tanpa mengenal belas kasihan.

Kita bersyukur bahwa di era akhir zaman ini Tuhan dengan limpahnya memberikan hukum kasih karunia melalui Perjanjian Baru, yang merupakan kesempatan terbaik bagi para pendosa untuk selamat. Tapi toh jika masa kemurahan ini telah berakhir, maka semua orang yang tetap mengeraskan hati melawan Firman Tuhan, dan mengabaikan panggilan suci-Nya, akhirnya mereka juga akan dijebloskan untuk disiksa di neraka. Kejamkah TUHAN ?

Janganlah kita menambah kenajisan lain, misalnya dengan menghujat Nama yang Kudus, YHWH, TUHAN, padahal kita belum memahami perbuatan-Nya, hukum-hukum-Nya, aturan-aturan dan ketetapan-ketetapan-Nya, supaya kita juga jangan dimuntahkan-Nya dari tanah yang kita diami dengan “gratis”. Haleluya.

 

One thought on “Alasan TUHAN memusnahkan suatu bangsa

  1. pada waktu dia menyelamatkan kita bukan karena perbuatan baik yang kita lakukan baca titus 3:5-7. jadi kita dipilih tuhan adalah atas karunya tuhan oleh kelahiran kembali yang dikerjakan oleh Roh Kudus dan permadian babtisan kematian kristus .hiduplah oleh firmaNya Dia telah menebus kita di kayu salib nya oeh bilur bilurNya kita di sembuhkan sekalipun dosamu merah sepertu krimizi asal engkau mau mengaku dosamu Dia megampunimu,jangan sombong jangan banggakan perbuatan mu karena didalam kelemahan mu kuasa tuhan menopang mu.amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s