Anabaptis


Anabaptis adalah sebutan untuk orang Kristen yang seringkali dikategorikan sebagai kelompok Reformasi Radikal. Secara etimologis, Anabaptis ( Yunani: ανα βαπτιζω ) berarti dibaptis kembali atau dibaptis-ulang. Kaum Anabaptis tidak mengakui baptisan anak, karena bagi mereka, baptisan yang benar adalah baptisan yang didahului dengan pertobatan, dan dilakukan dengan cara selam atau menenggelamkan terbaptis ke dalam kolam baptisan sebagaimana baptisan yang diajarkan Alkitab. Hampir di sepanjang sejarah, selalu ada kelompok orang Kristen yang masuk dalam kategori kaum Anabaptis, meskipun mungkin mereka tidak menyadarinya, namun istilah Anabaptis khususnya menunjuk kepada kelompok Anabaptis pada abad ke-16 di Eropa.

Seorang Anabaptis diikat pada roda besar yang diputar perlahan di atas nyala api untuk menimbulkan siksaan berkepanjangan sampai mati

Kaum Anabaptis menentang praktek-praktek penyimpangan ajaran gereja yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis di Alkitab khususnya Perjanjian Baru.

Karena sikapnya yang radikal, Anabaptis dianggap  sebagai bidat (penyesat) yang membahayakan bagi tatanan  gereja-gereja konservatif sehingga kaum Anabaptis sering dikejar-kejar justru oleh kalangan gereja sendiri (Katolik dan Reformed), mereka dianiaya dan sejarah mencatat sejumlah besar kaum Anabaptis yang dianiaya dan dibunuh dengan kejam justru oleh pihak Gereja yang didukung oleh kekuatan negara.

Di abad pertengahan, Gereja membentuk lembaga khusus yang disebut Inkuisisi, yang merupakan Pengadilan Gereja yang ditunjuk untuk mengusut bidat, yang disebut demikian karena menentang kesalahan dan tradisi Gereja Roma.

Anabaptis dihukum mati oleh rahib yang "suci"

Nama yang tidak terkenal ini digunakan dalam arti lembaga itu sendiri, yang adalah episkopal (diperintah oleh Uskup atau uskup-uskup) atau Paus, secara regional atau lokal; anggota pengadilan; dan cara kerja pengadilan.

Dalam perang melawan Albigenses, Paus Innocentius III menunjuk penyidik khusus seperti biarawan Dominikan, yang selama perang mendirikan ordo Dominikan, pada tahun 1215. Namun, masih belum ada kantor khusus untuk lnkuisisi itu. Pada tahun 1231, Paus Gregorius IX seeara resmi mendirikan Inkuisisi Roma. Meniru hukum yang diberlakukan Kaisar Romawi yang Kudus Frederick II terhadap Lombardy, Italia, pada tahun 1224, dan diperluas mencakup seluruh kerajaannya pada 1232, Gregorius memerintahkan agar bidat yang sudah diputuskan bersalah ditangkap oleh penguasa sekuler, dan dibakar. Ia juga memerintahkan agar para bidat dikejar-kejar dan diperiksa di depan sidang gereja.

Paus Gregorius IX memercayakan tugas yang keji itu kepada ordo biarawan Dominikan dan Fransiskan; memberi mereka hak eksklusif untuk memimpin berbagai sidang pengadilan Inkuisisi, yang memiliki kekuasaan yang tak terbatas sebagai hakim di tempatnya dan kuasa untuk mengucilkan, menyiksa atau mengeksekusi banyak orang yang dituduh melakukan kebidatan atau oposisi terhadap pemerintahan paus yang terkecil sekalipun. Ia lebih jauh memberi mereka otoritas untuk menyatakan perang terhadap orang yang diputuskan sebagai bidat dan melakukan kesepakatan dengan pangeran yang berkuasa serta menggabung tentara mereka dengan pasukan pangeran. Mereka juga diberi kuasa untuk bertindak terlepas dari petugas gereja lokal apa pun dan untuk melibatkan mereka dalam pemeriksaan Inkuisisi mereka jika mereka terlibat dengan pekerjaan mereka dalam cara apa pun. Secara alamiah, kekuasaan Inkuisisi yang independen ini sering kali menjadi penyebab perpecahan dengan imam dan uskup lokal.

Seorang Anabaptis tidak menganiaya orang yang berbeda  pendapat dengannya, apalagi membunuh, karena ketika seorang Anabaptis melakukan aniaya ataupun pembunuhan, maka secara otomatis ia tidak pantas lagi disebut sebagai Anabaptis.

Munculnya kaum Anabaptis

Sejak rasul-rasul tiada, sekelompok kecil orang tetap setia mempertahankan kebenaran dan membentuk jemaat lokal yang independen sesuai dengan karakteristik jemaat Kristus di Gereja mula-mula (Kisah Rasul-Rasul). Mereka dikejar dan dianiaya dan dipaksa oleh gereja negara (Katolik) untuk bersatu tetapi mereka tetap tidak mau bersatu dengan negara. Mereka menjaga kehidupan yang kudus dan membentuk jemaat yang disiplin tinggi di gua-gua, desa-desa terpencil sehingga jauh dari pengaruh kekuasaan Roma. Ketika mereka menjumpai orang-orang yang menganut kepercayaan Katolik, mereka akan mulai menginjili dan menceritakan kebenaran jemaat Kristus. Seandainya orang yang mereka beritakan Injil bertobat maka mereka menuntut orang tersebut untuk dibaptis ulang yaitu dengan cara selam. Karena bagi mereka cara percik tidak berkenan kepada Tuhan Yesus Kristus. Tetapi jika orang tersebut tidak bertobat maka nyawa mereka menjadi taruhanya karena akan dilaporkan pada gereja negara. Di Grecian Armenia tercatat 100.000 orang meninggal karena penganiayaan kaisar Theodora.

Karena tuntutan mereka kepada setiap orang yang datang dan ingin bergabung dengan jemaat mereka untuk dibaptis ulang. Maka orang-orang gereja negara menyebut mereka ana-baptis (baptis ulang/lagi). Sehingga nama ana-baptis terkenal dan menjadi sebuah sebutan yang umum untuk menunjuk kelompok ini. Beberapa kelompok dari mereka lebih setuju dipanggil “Cathari” (orang yang murni/baik), karena mereka beranggapan baptisan cukup satu kali tetapi dilaksanakan dengan benar.

Pada tahun 1517, Marthin Luther seorang rahib Katolik protes pada gerejanya sendiri dikarenakan gerejanya menjual surat pengampunan dosa. Sedangkan menurut Luther keselamatan hanya dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus. Sebelum Luther protes tercatat John Wycliffe (1329-1384) di Inggris, John Hus (1373-1415) di Bohemia, dan Girolamo Savonarola (1452-1498) di Italia telah lebih dahulu menentang gereja universal/katolik/am. Namum mereka mati demi kebenaran lebih dahulu.

Pada saat Luther protes sepertinya waktunya cukup tepat untuk membawa perubahan kebebasan beragama. Kelompok anabaptis merasa mendapatkan teman perjuangan dan segera keluar dari persembunyian dan ingin bergabung dengan Luther. Di Swiss John Calvin dan Zwingly juga melakukan hal yang sama dengan Luther sehingga pengaruh para reformator ini segera disambut baik oleh kaum anabaptis. Namun celaka, apa yang dipraktekan di Katolik yaitu baptisan bayi, baptisan percik, baptisan orang sakit, sakramen perjamuan kudus juga dilakukan para “bapak reformator.” Kaum ana-baptis merasa sangat kecewa dan kembali ke persembunyian mereka karena para reformator pun tidak mengerti inti penyebab kesalahan Katolik. Hal yang sangat menyedihkan adalah ketika para reformator juga menggabungkan gereja mereka dengan negara dan menjadi penganiaya, penindas, pembunuh orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka.

Kaum anabaptis melihat bahwa sesungguhnya ada kesalahan pada iman para reformator sebab mereka menganiaya orang-orang yang tidak sepaham dengan mereka. Apakah Kristus juga menganiaya orang-orang yang tidak sepaham dengan-Nya?

Penganiayaan dan penindasan yang begitu berat tidak sedikit pun melemahkan semangat para anabaptis. Dimana mereka berada, mereka selalu bersaksi akan Injil Kristus dan membentuk jemaat Kristus. Sampai saat ini kelompok anabaptis tersebar diseluruh dunia memperjuangkan kebebasan beragama dan memberitakan Injil Kristus.

Beberapa karakteristik jemaat dan iman Anabaptis, antara lain sebagai berikut:

1. Alkitab dari kejadian 1:1 sampai Wahyu 22:21 adalah satu-satunya kebenaran firman Tuhan yang mutlak tidak ada kesalahan. Dasar iman dan praktek kehidupan semuanya berdasarkan Alkitab sebagai otoritas tertinggi.

2. Gereja/jemaat besifat lokal dan independen (Ef 1:23). Tidak takluk kepada kuasa apa pun bahkan alam maut pun tidak akan menguasainya. Hanya takluk kepada kepala jemaat yaitu Kristus (Ef 5:23). Jemaat juga adalah “Tiang penopang dan dasar kebenaran.” (I Tim 3:15).

3. Di dalam jemaat ada dua ordinances sebagai simbolis dari Injil Tuhan Yesus Kristus, yaitu: Baptisan dan perjamuan Tuhan. Baptisan yang benar dengan cara selam dan orang yang dibaptis harus sudah sungguh-sungguh bertobat dan percaya. Perjamuan Tuhan hanya merupakan peringatan bukan alat yang menyucikan. ( Mat 28:1919-20, I Kor 11:23-25).

4. Jabatan pertama dalam jemaat lokal adalah Gembala, yang biasa disebut Penatua dan Penilik. Titus I:5-16, Kis 20:17-28. Gembala jemaat haruslah seorang laki-laki, suami dari satu istri dan kepala keluarga yang baik. I Tim 3:1-7. Jabatan lain di dalam jemaat adalah Diaken, Penginjil dan Guru Injil. I Tim 3:8-13, Ef 4:11.

5. Mempercayai ada pemisahan yang jelas antara anggota jemaat dengan orang dunia ( Roma 12:1-2, I Yoh 2:15-17, II Kor 6:17-18). Pemisahan antara jemaat/gereja dengan gereja tidak alkitabiah (II Kor 6:14-17). Pemisahan gereja dengan negara (Mat 22:21).

Permintaan maaf Paus Yohanes Paulus II atas dosa Gereja masa lalu

Paus Yohanes Paulus II pada 12 Agustus 1993 di Denver (Colorado)

Seiring perjalanan waktu, pihak Vatikan menyadari kesalahan Gereja Katolik di masa lalu. Adalah Paus Yohanes Paulus II yang telah dengan rendah hati membuat banyak permintaan maaf. Selama pemerintahannya yang panjang sebagai Paus, ia meminta maaf kepada orang-orang Yahudi , Galileo , perempuan , korban Inkuisisi , Muslim dibantai oleh Tentara Salib dan hampir semua orang yang telah menderita di tangan Gereja Katolik selama bertahun-tahun.  Bahkan sebelum ia menjadi Paus, ia adalah seorang editor terkemuka dan pendukung inisiatif seperti Surat Rekonsiliasi Uskup Polandia ke Uskup Jerman dari tahun 1965.  Sebagai Paus, ia secara resmi membuat permintaan maaf publik untuk lebih dari 100 dari kesalahan, termasuk di antaranya dapat Anda lihat DISINI.

Ya, sebuah langkah yang terpuji dari pihak Vatikan. Tidak ada manusia yang sempurna. Gereja Tuhan berjalan tertatih-tatih untuk mencari bentuknya yang solid sebagaimana ditunjukkan dalam Kisah Rasul-Rasul. Apa yang terjadi pada kaum Anabaptis biarlah menjadi pelajaran berharga buat kita: seberapapun kita merasa sebagai dalam posisi yang benar, tidaklah patut untuk memaksakan keyakinan kita pada kelompok lain yang berbeda pendapat dengan kita, apalagi jika itu dilakukan dengan kekerasan, aniaya bahkan pembinasaan, yang pada hakikatnya justru bertolak belakang dari ajaran Yesus Kristus.

Bagian kita adalah memberitakan injil sesuai yang kita yakini sebagai kebenaran sejati, yang hendaklah tidak menyimpang dari Alkitab sebagai otoritas tertinggi. Jika orang yang kepadanya kita menginjil menjadi percaya: Puji Tuhan. Tetapi jika seandainya mereka tidak percaya, setidaknya kita telah memberitakan kebenaran, dan untuk itu kita sudah tidak berhutang darah, oleh sebab kita telah memberi peringatan.

Tuhan Yesus memberkati.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/Anabaptis

http://en.wikipedia.org/wiki/Apologies_by_Pope_John_Paul_II

http://www.sarapanpagi.org/inkuisisi-dalam-sejarah-gereja-vt1554.html#p13301

http://gbiapontianak.blogspot.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s