Baptisan Api


“Yesus dimuliakan oleh Allah bukan semata-mata karena Ia dipilih oleh Allah, dibaptis dengan Air dan dibaptis dengan Roh Kudus, melainkan karena Yesus taat dan setia sampai mati, setia dalam ketaatan, setia dalam penderitaan. Itulah alasan utamanya, mengapa Allah sangat meninggikan Yesus dan mengaruniakan kepada Yesus Nama di atas segala nama, dan bahkan segala kuasa di Surga dan Bumi juga.”

[English Version, Click Here]

Ada dua pengertian (dikotomi) untuk baptisan api:

Pertama, baptisan Roh Kudus yang menimbulkan semangat yang berapi-api untuk beritakan injil, dan kedua, baptisan dalam pengertian bahwa seseorang direndam dalam api penderitaan, api penyucian.

Artikel ini akan membahas pengertian yang kedua, yakni Baptisan Api dalam pengertian: direndam dalam penderitaan. Kepercayaan Katolik mengenal Api Penyucian sebagai suatu bentuk penderitaan yang akan dialami oleh seseorang yang sudah (baru saja) meninggal dunia tetapi masih memiliki “hutang” dosa sehingga perlu dimurnikan dalam api penyucian, dan setelah itu baru boleh memasuki Firdaus (jika pemahaman saya salah, silahkan saudara2 ku yang lebih paham memberitahu saya, dan saya akan meralat ini). Namun bukan itu yang saya akan bahas.

Markus 10:35-40

35 Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!”
36 Jawab-Nya kepada mereka: “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?”
37 Lalu kata mereka: “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu.”
38 Tetapi kata Yesus kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?”
39 Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima.
40 Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan.”

Ayat 38 dan 39 tersebut secara gamblang memberi pengertian bahwa Yesus dan murid-murid-Nya memang harus mengalami baptisan api, yakni direndam dalam penderitaan.

Baptisan Api sudah dinubuatkan oleh Yohanes Pembaptis.

Matius 3:11

11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Secara tersirat, Yesus juga berbicara soal baptisan api tersebut di sini:

Matius 16:24

24 Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku...”

Salib dan penderitaan adalah salah satu “jalan” yang harus dilewati setiap pengikut Yesus Kristus.

1 Petrus 2:19-24

19 Sebab adalah kasih karunia, jika seorang karena sadar akan kehendak Allah
menanggung penderitaan yang tidak harus ia tanggung.
20 Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah.
21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

Filipi 2:8-10

8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia
dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,

Saudaraku,

Yesus dimuliakan oleh Allah bukan semata-mata karena Ia dipilih oleh Allah, dibaptis dengan Air dan dibaptis dengan Roh Kudus, melainkan karena Yesus taat dan setia sampai mati, setia dalam ketaatan, setia dalam penderitaan. Itulah alasan utamanya, mengapa Allah sangat meninggikan Yesus dan mengaruniakan kepada Yesus Nama di atas segala nama, dan bahkan segala kuasa di Surga dan Bumi juga.

Para rasul Yesus juga mengalami hal serupa. Rasul Yohanes sempat digoreng, Petrus disalib, dan semua Rasul Yesus mengalami baptisan api. Ada sekelumit kisah menjelang eksekusi Petrus.

Waktu itu kts Petrus berada di sebuah kota (Roma?) dan tercium khabar bahwa Petrus akan ditangkap. Oleh jemaat, Petrus berhasil diungsikan keluar dari kota itu, namun di tengah jalan Petrus ditemui Yesus.

Petrus: “Guru, mau kemana?”

Yesus : “Mau ke Roma untuk disalib lagi”

Tahulah Petrus bahwa ia memang harus mati di Roma, maka dia berbalik menuju Roma, lalu dia ditangkap hendak disalib. Namun karena Petrus merasa tidak layak disalib seperti Yesus, maka dia meminta disalibkan dengan kepala di bawah.

Sebagai perbandingan, baptisan api juga ternyata dialami umat Tuhan di masa Perjanjian Lama.

Ayub begitu diberkati, sampai suatu saat iblis mengusulkan kepada Allah agar Ayub diuji dengan : pertama, dipisahkan dengan kekayaannya, dan kedua, diberi sakit penyakit yang begitu buruk; Ayub ditenggelamkan dalam penderitaan, tokoh ini direndam dalam baptisan api, dan lulus. Baptisan api telah membuktikan bahwa Ayub benar-benar mengasihi Allah bukan karena harta ataupun kesehatan. Baptisan api menampakkan kualitas Ayub yang sesungguhnya.

Lain halnya dengan umat Israel. Setelah keturunan Yakub ini direndam dalam “baptisan air” , dilewatkan Laut Merah, maka Allah melewatkan umat-Nya itu ke dalam baptisan api, berupa: kehausan, kelaparan, perang dan penderitaan lainnya. Sebagian umat Israel tidak lulus dalam baptisan api ini. Ketika Tuhan ijinkan mereka kelaparan tiga hari, dan tidak menemukan air, mereka mulai ngamuk…..  Baptisan api mengungkapkan masih rendahnya kualitas iman sebagian umat Israel.

Nah,…

Dibaptis Air, diselamkan dalam air memang nyaman, dingin, segar,…
Dibaptis Roh Kudus apalagi, ada damai sejahtera yang luarbiasa, …

Namun setiap pengikut Yesus Kristus selayaknya mempersiapkan diri untuk melewati baptisan api, dan harus siap, atau …. haruskah kita terjungkal di tengah jalan seperti sebagian umat Israel yang mayatnya bergelimpangan di tengah padang gurun?

Yesus, Ayub, Daniel, Petrus, Paulus, semua tokoh itu menjadi sangat istimewa setelah lulus melewati baptisan api. Hanya Roh Kudus yang memampukan kita melewati baptisan api.

Salam

TANGGAPAN-TANGGAPAN

Artikel ini sudah saya publish di situs Sabdaspace dengan kemasan berbeda, dan dari banyak tanggapan yang masuk, berikut saya pindahkan ke blog ini. Mungkin ada sedikit modifikasi, namun kami sertakan link aslinya agar pembaca dapat melakukan check dan re-check.

Dalam diskusi berikut, penulis menggunakan username Mujizat dan dipanggil sebagai Muji atau Mujizat.

Tuhan Yesus memberkati.

Plain Bread

Kalo memang baptisan api adalah bagian dari semua jenis baptisan yang dijalani orang percaya, kenapa setelah perkataan Yesus tersebut, tidak ada lagi penjelasan dalam surat2 atau kitab2 lain pasca kenaikan Yesus mengenai baptisan api?

Mungkin akan dijawab dengan ambil ayat dari sini:

1 Kor 3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Kalo memang ayat tersebut dijadikan landasan, saya sudah punya jawabannya.

Baptisan DENGAN api:

Mat 3:11 Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptiskan kamu dengan Roh Kudus dan dengan api.

Mat 3:12 Alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debujerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan

Tony Paulo

Sebaliknya tokoh Ayub, dia sukses dalam menjalani Baptisan Api, yaitu ketika tokoh dari Tanah Us ini dicelup dalam kemiskinan dan dalam kesakitan. Orang tua ini sukses menjalani Baptisan Api,…

pak Muji, kalau boleh saya bertanya, apakah jika baptisan air dan baptisan Roh itu terjadi hanya sekali (tidak berulang-ulang), kemudian apakah baptisan api ini hanya terjadi sekali? bukankah Tuhan mempersiapkan mempelai-Nya supaya kudus dan tak bercacat, itu dibutuhkan proses yang tidak hanya sekali?

mohon penjelasannya pak

terima kasih

Mujizat

Tony Paulo:

pak Muji, kalau boleh saya bertanya, apakah jika baptisan air dan baptisan Roh itu terjadi hanya sekali (tidak berulang-ulang), kemudian apakah baptisan api ini hanya terjadi sekali? bukankah Tuhan mempersiapkan mempelai-Nya supaya kudus dan tak bercacat, itu dibutuhkan proses yang tidak hanya sekali?

mohon penjelasannya pak

Muji:

Shalom pak Tony,…

Menurut pemahaman Muji, Baptisan Air yang sudah dilakukan dengan proses yang benar, dan terutama jika yang dibaptis, dia sudah menjalaninya dengan sikap hati yang benar, maka baptisan air memang cukup sekali saja dilakukan, namun jika belum – menurut hemat Muji – akan lebih mantap kalau baptis ulang, dan hal itu juga yang sudah saya lakukan sekian tahun yang lampau (saya baptis bayi tahun 1961, baptis ulang selam kts th 2002), dan sekedar share saja bahwa tanda2 orang percaya boleh saya alami sesudah saya lakukan baptis ulang dengan sikap hati yang benar.

Untuk baptisan Roh Kudus, coba kita periksa ayat-ayat ini:

Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus…” (Yoh 20:22)

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.(Kisah Rasul 2:1-4)

Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu danmereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
(Kisah Rasul 4:31)

Atas dasar itu, Muji berpendapat bahwa setiap orang Kristen bisa dipenuhi Roh Kudus lebih dari sekali, dengan tujuannya masing-masing.

Baptisan api yang Muji contohkan dengan Ayub memang sepertinya hanya satu kali, namun tentu saja baptisan api sangat bisa terjadi lebih dari satu kali untuk setiap orang; dengan tujuan untuk pemurnian.

Anda menyinggung soal persiapan “mempelai perempuan” dari Tuhan Yesus, tentu saja Muji sangat setuju dengan pak Tony Paulo, bahwa proses pemurnian lewat baptisan api bisa terjadi berulang-kali, sampai Tuhan menemukan kita sebagai “mempelai wanita yang cantik, suci, murni, elok, molek” di hadapan Allah. Tuhan mencari jiwa-jiwa yang dengan tulus mengasihi-Nya, bukan karena alasan berkat semata, melainkan dalam hal kesungguhannya untuk mencari perkenan Tuhan.

Belum lama ini seorang kawan mendapat pengertian soal Rapture (pengangkatan) sebagai berikut:

Bahwa bagian kita adalah memberitakan injil….

Apa yang kita peroleh secara cuma-cuma dari Tuhan, hendaklah kita bagikan dengan cuma-cuma juga,…

Keika kita hendak memberitakan injil kepada seseorang, nggak usahlah kita merancang-rancang apa yang mau kita sampaikan. Berilah Roh Kudus “tempat” untuk berbicara “saat itu juga” , agar jangan hikmat manusia kita yang bekerja, melainkan hikmat Allah.

Lho, terus, memberitakan injil tanpa persiapan?

Bukan begitu,…

Persiapan kita lakukan setiap hari di saat kita bersaat teduh, makan Firman, berdoa, menyembah, mendengarkan Tuhan bicara dlsb. Apa yang kita peroleh dari persiapan ini-lah yang mungkin akan diungkapkan Roh Kudus pada waktu pelayanan.

Hal seperti itulah yang semestinya “mempelai wanita” lakukan, sampai saatnya Tuhan mengatakan “CUKUP”; artinya kita sudah mencapai garis finish.

Nah, sebagai ENDING nya terserah Tuhan, apakah kita harus menerima Baptisan Api terakhir, mati sebagai martyr, ataukah kita meninggal secara wajar seperti meninggalnya Yakub, wallahu alam bissawab,…

Yang jelas, setelah Tuhan “berkata” : CUKUP !! seperti itu, maka kita siap untuk ambil bagian dalam rapture, entahkah kita masih hidup, ataukah kita sudah meninggal.

Saya hanya ingin berbagi, dan samasekali tidak bermaksud menggurui.

Salam,

Tuhan Yesus memberkati.

Tony Paulo

Anda menyinggung soal persiapan “mempelai perempuan” dari Tuhan Yesus, tentu saja Muji sangat setuju dengan pak Tony Paulo, bahwa proses pemurnian lewat baptisan api bisa terjadi berulang-kali, sampai Tuhan menemukan kita sebagai “mempelai wanita yang cantik, suci, murni, elok, molek” di hadapan Allah. Tuhan mencari jiwa-jiwa yang dengan tulus mengasihi-Nya, bukan karena alasan berkat semata, melainkan dalam hal kesungguhannya untuk mencari perkenan Tuhan.

Belum lama ini seorang kawan mendapat pengertian soal Rapture (pengangkatan) sebagai berikut:

Bahwa bagian kita adalah memberitakan injil….

Apa yang kita peroleh secara cuma-cuma dari Tuhan, hendaklah kita bagikan dengan cuma-cuma juga,…

Keika kita hendak memberitakan injil kepada seseorang, nggak usahlah kita merancang-rancang apa yang mau kita sampaikan. Berilah Roh Kudus “tempat” untuk berbicara “saat itu juga” , agar jangan hikmat manusia kita yang bekerja, melainkan hikmat Allah.

kalau boleh pak, panggil saya tony saja, usia saya masih belum memungkinkan untuk dipanggil pak, hehehe

terima kasih pak Muji, saya mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif lagi mengenai baptisan api, karena tema baptisan api ini masih jarang saya dengar dibahas secara mendalam, point2 dari Pak Muji memperlengkapi pemahaman saya tentang baptisan api, karena baik sekali ataupun berulang-ulang terjadi, maknanya adalah kita memenuhi tujuan dari Tuhan Yesus

terima kasih sekali lagi pak Muji

Tuhan memberkati

Minnie

Kiem :

AJARAN Kristen bukanlah SISTEM TAURAT atau SISTEM SYARIAH (haram-halal, dosa-pahala, sorga-neraka), tetapi sistemnya adalah SISTEM ROH

Mujizat :

Yesus, Sang tokoh fundamentalis, Sang Penginjil  Alam Roh, dimusuhi tokoh-tokoh “gereja” alam pikiran

Minie :

Shalom dan salam kenal.

Bisakah Bapak Mujizat menjelaskan lebih terperinci mengenai “SISTIM ROH” dan “ALAM ROH” diatas?

GBU

Mujizat

Minie menulis:

Kiem :

AJARAN Kristen bukanlah SISTEM TAURAT atau SISTEM SYARIAH (haram-halal, dosa-pahala, sorga-neraka), tetapi sistemnya adalah SISTEM ROH

Mujizat :

Yesus, Sang tokoh fundamentalis, Sang Penginjil Alam Roh, dimusuhi tokoh-tokoh “gereja” alam pikiran

Minie :

Shalom dan salam kenal.

Bisakah Bapak Mujizat menjelaskan lebih terperinci mengenai “SISTIM ROH” dan “ALAM ROH” diatas?

Mujizat:

Dear Minie,

Avatar anda mengingatkan saya pada Alvarez, sahabat istimewa Muji. Anda kenal??

Mengenai SISTEM ROH biarlah pak Kiem yang menguraikan, apa maksudnya,…

Saya sebut Yesus sebagai Penginjil Alam Roh, karena memang Yesus banyak berkecimpung di Dunia Roh.

Yohanes 4:21-24

21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem.
22 Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi.
23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”

Ayat 24 di atas sebutkan, bahwa Allah itu Roh, bukan dzat.

Tahukah engkau Minie, bahwa hal-hal yang kasat mata (dapat dilihat dengan mata) seperti gunung, sungai, pohon, hewan, manusia, semua itu diciptakan oleh Roh ??

Dan, bukankah kita semua setelah mati, kita semua akan menjadi roh-roh?

Lalu,…

Iblis, setan, roh jahat, genderuwo, tuyul, jin (saya pakai istilah yang umum dikenal) , mereka semua adalah makhluk roh?

Nah untuk makhluk-makhluk roh yang sifatnya merugikan manusia, mengganggu manusia, menjadikan manusia sakit, maka Yesus berurusan dengan makhluk-makhluk roh ini, dalam pelayanan-Nya.

Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!” (Markus 9:25)

Itulah sebabnya Yesus merupakan Penginjil Alam Roh.

Kalau penginjil alam pikiran menghadapi kasus yang dihadapi Yesus (Markus 9:25) itu, apa yang bisa mereka lakukan?

Saat ini, para penginjil Alam Roh menyelesaikan penyakit dengan iman dan Kuasa Roh Kudus, tetapi penginjil alam pikiran akan menyelesaikannya secara berbeda, mungkin pakai jamu, obat, dokter dlsb.

Salam,

Tuhan Yesus memberkati.

Pakunoda Harvey

ahh….

ajaran Kristen bukankah Hukum Taurat (PL) yang akhirnya disempurnakan atau di ringkas dalam  Hukum Kasih (PB) ?

Memangnya ada ya… sistem sistem di ajaran Kristen ? berdasarkan bagian mana dari Alkitab yang menyiratkan ada sistem2 seperti sistem roh ? ..

lalu,

Mujizat :

Yesus, Sang tokoh fundamentalis, Sang Penginjil Alam Roh, dimusuhi tokoh-tokoh “gereja” alam pikiran

gereja alam pikiran itu yang seperti apa sih … lalu apa kah gereja alam roh itu juga ada?

Bukannya Gereja itu bersifat Am ?

Yesus penginjil Alam Roh ? aku ga pernah baca di sepanjang Injil dan senangkepnya aku, kalo Yesus pernah menginjili alam Roh ..

semua ini baru aku dengar di blog ini, mohon bantuannya ^_^

maachi ^_^

Kiem

Salam Damai Sejahtera Sdr. Pakunoda Harvey

Pakunoda Harvey :

ahh….

ajaran Kristen bukankah Hukum Taurat (PL) yang akhirnya disempurnakan atau di ringkas dalam  Hukum Kasih (PB) ?

Memangnya ada ya… sistem sistem di ajaran Kristen ? berdasarkan bagian mana dari Alkitab yang menyiratkan ada sistem2 seperti sistem roh ? ..

Kiem :

Kita biarkan dulu Pak Mujizat menjawab mereka-mereka itu ya.

Nanti belakangan, baru komentar anda yang saya kutip itu kita urusi (kita diskusikan) sama-sama.

Saya katakan demikian, karena yang menanyakan hal ini tadi, sama dengan buang angin, asal keluar saja, yang sebenarnya menurut pengalaman saya di SS ini, tidak perlu dijawab.

Lihat saja nanti, pasti mengetahui sendiri.

Semoga anda memakluminya.

Tuhan Yesus memberkati

Mujizat

Pakunoda wrote:

ahh….

ajaran Kristen bukankah Hukum Taurat (PL) yang akhirnya disempurnakan atau di ringkas dalam  Hukum Kasih (PB) ?

Memangnya ada ya… sistem sistem di ajaran Kristen ? berdasarkan bagian mana dari Alkitab yang menyiratkan ada sistem2 seperti sistem roh ? ..

lalu,

Muji:

Manusia terdiri dari 3 unsur:

  1. roh
  2. jiwa
  3. tubuh

Normalnya, kondisi tubuh dipengaruhi jiwa, kondisi jiwa ditentukan oleh roh. Itulah sebabnya, kalau orang kebanyakan mengatakan:

“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat” mereka mengartikan sebagai “kondisi tubuh” mempengaruhi “kondisi jiwa” maka Muji berpendapat sebaliknya: karena jiwa sehat maka tubuh jadi sehat.

Lalu,…

Kondisi “roh yang sehat” menyebabkan “jiwa yang sehat”.

Contoh sederhana adalah orang gila di Gadara yang kerasukan Legion; jiwanya dimasuki roh legion yang “banyak” , maka roh manusianya kalah berperan, sehingga baik kesadarannya maupun tenaganya lebih didominasi oleh roh-roh “penjajah” bernama legion itu.

Yesus mengusir “penjajah roh” itu, maka sembuhlah orang gila itu.

Selama ini pengetahuan alam roh belum banyak diketahui orang Kristen.

Pelayanan Yesus adalah menyembuhkan roh manusia dan juga jiwanya.

1 Kor 15:42-49

42 Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidakbinasaan.
43 Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.
44 Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.
45 Seperti ada tertulis: “Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi roh yang menghidupkan.
46 Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah; kemudian barulah datang yang rohaniah.
47 Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua berasal dari sorga.
48 Makhluk-makhluk alamiah sama dengan dia yang berasal dari debu tanah dan makhluk-makhluk sorgawi sama dengan Dia yang berasal dari sorga.
49 Sama seperti kita telah memakai rupa dari yang alamiah, demikian pula kita akan memakai rupa dari yang sorgawi.

Pakunoda:

Mujizat :

Yesus, Sang tokoh fundamentalis, Sang Penginjil Alam Roh, dimusuhi tokoh-tokoh “gereja” alam pikiran

gereja alam pikiran itu yang seperti apa sih … lalu apa kah gereja alam roh itu juga ada?

Bukannya Gereja itu bersifat Am ?

Yesus penginjil Alam Roh ? aku ga pernah baca di sepanjang Injil dan senangkepnya aku, kalo Yesus pernah menginjili alam Roh ..

semua ini baru aku dengar di blog ini, mohon bantuannya ^_^

maachi ^_^

Mujizat:

Gereja yang Am sejatinya adalah yang menyatu dengan ajaran Kristus tanpa dikotori oleh filsafat manusia. Pendeta tidak harus “kulakan” ilmu filsafat untuk memberitakan injil. Pahami injil, alami janji Allah, lalu beritakan.

Mengapa Yesus – ketika hendak naik ke Surga – berpesan kepada Petrus dkk untuk para Rasul / murid-Nya itu menunggu di Yerusalem ?

Supaya mereka diperlengkapi dengan kuasa (untuk beritakan injil) dari tempat Yang Mahatinggi, yaitu dilengkapi dengan Karunia Roh Kudus.

Petrus tidak sekolah Theologi dahulu (waktu itu sudah ada lho, sekolah “theologi”. Paulus adalah mantan mahasiswa Gamaliel sang dosen Theologi). Namun Petrus hanya “diisi” , dipenuhi dengan Roh Kudus, yaitu Kuasa dari Yang Mahatinggi.

Penyebab gereja menjadi tidak lagi Am adalah karena mereka salah langkah.

Seorang lulusan Theologia hendaklah berdiam diri di kaki Yesus sampai mereka diperlengkapi dengan kuasa dari Yang Mahatinggi. Tapi banyak yang melupakan langkah ini, makanya ketika ia dipercaya menggembalakan jemaat di suatu gereja maka yang dia sampaikan di mimbar mungkin tidak membangun jemaat, sebab yang dia kotbahkan adalah rancangan dia, bukan isi hati Tuhan.

Ini hanya pendapat Muji, belum tentu benar.

Tuhan Yesus memberkati.

One thought on “Baptisan Api

  1. Test ahhh , baptisan api berulang ulang, baptisan Roh satu kali dicurahkan kalau berkali kali mank nya dipikir Roh kudus kurang kerjaan kali dari surga turun ke bumi terus balik lagi ke surga abis itu balik lagi ke surga -,-” emas dimurnikan tujuh kali untuk murni(ada kalau ga salah ayatnya) setelah menerima aroh Kudus rasul petrus menginjil menumpangkan tangan utk membaptis mereka yang belom dibaptis aroh Kudus untuk menerima Roh kudus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s