Dua interpretasi tentang perceraian dalam Kristen


Tuhan Yesus pernah bersabda, yang intinya bahwa kita tidak boleh bercerai kecuali karena zinah. Tak ayal hal ini dapat melahirkan berbagai interpretasi, dan setidaknya ada dua pemahaman soal itu. Ayat-ayatnya sebagai berikut:

19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” 19:4 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan?  19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.  19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.”  19:7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?”  19:8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:3-9)

Penafsiran yang pertama: Jika pasangan suami-isteri kristen, salah satunya sudah bezinah, maka BOLEH bercerai. Mungkin ini yang dipahami sebagian besar pengkotbah Kristen. Tapi saya melihat kelemahannya: jika salah satu merasa “bosan” dengan pasangannya, lalu “sengaja” berbuat serong, maka “halal” baginya untuk bercerai, sekalipun mereka Kristen.

Pemahaman yang kedua: jika pernikahan mereka merupakan sebuah perzinahan. Misalnya, si A menikahi si B padahal si B masih terikat pernikahan dengan si C, maka pernikahan A dengan B merupakan perzinahan. Jika pernikahan yang model gini: boleh bercerai.

Salam.

8 thoughts on “Dua interpretasi tentang perceraian dalam Kristen

  1. Itulah manusia yg di kuasai oleh Daging, apapun firman Tuhan Akan di cari Pembenar untuk kepusasn daging.( karena jika manusia masih berdarah dan berdaging maka dia masih jauh dari tuhan) akan tetapi jika kita melihat di 1.Korintus 7 : 27 – 40 “Adakah engkau terikat dengan seorang perempuan janganlah engkau mengusahakan perceraian. Apa bila engkau tidak terikat pada seorang perempuan janganlah engkau mencari seseorang.tetapi kalau engkau kawin engkau tdk berdosa.dan kalau seorang gadis kawin tidak berdosa, tetapi orang orang yang demikian akan di timpa kesusahan Badani Tetapi Aku akan menghindarkahnya dari kesusahan itu. Di ayat ini di tekankan Konsekwensi dari sebuah perkawinan, bahwa jika kita kawin maka akan bersusah payah, berjerih payah dalam sebuah perkawinan, baik secara moril maupun materil, yang perempuan akan melahirkan merawat anak mendidik anak yg laki laki akan mencukupi kebutuhan jasmani Istri dan Anak anaknya dll,dan jika kita memang tahu konsekwensinya maka di nasehatkan kepada kita bahwa Jika tdk terikat dengan lawan jinis, janganlah mencari seseorang.itu sudah jelas di tuliskan di dlm Injil. akan tetapi karena Tuhan Allah maha Pengasih, pemurah dan maha segalanya. jika mereka mau kawin dan mengawinkan , mereka akan di ringankan dari hal ahal kesusahan badani (Daging) jadi jika ada Pasangan rumah tangga kristen, meng halalkan perceraian dengan dalih apapun, baik Material( Kesusahan dalam hidup,BedaPendapat, Tdk Cocok Lagi dll termasuk mencari pembenar dalam sebuah ayat Alkitab, Mereka Itu Tidak tahu sebuah Konsekwensi dari Sebuah Perkawinan.

    Salam Damai Sejah tera dan Salam Kasih, Sebab dengan Kasih Semuanya Menjadi Indah, dan Kristus Yesus tdk pernah mencari pembenar dari manapun dan dari apapun untuk sebuah kehidupan Daging ( Dunia) hanya dengan kasih Semuanya Jadi Indah, jadi Damai, dan Tentram.

  2. Saya mau bertanya bagaimana jika pernikahan itu tidak di dasari oleh Cinta oleh kedua pasangan, contoh di jodohkan atau hamil sebelum menikah (tp si pria pd dsrnya tidak mencintai si wanita hamil ini karna dl mereka berhubungan hanya main2) karna tuntutan hamil itulah maka adanya pernikahan, nahh apakah itu resmi di hadapan Tuhan??dan apakah jika terjadi perceraian bgaimana kan hati tidak bs dipaksakan??
    GBu

  3. @rbyhasibuan
    Yakub mengawini Lea bukan berdasarkan cinta, tapi karena ditipu Laban, sang mertua. Tapi, sekalipun begitu, Yakub konsisten dengan perkawinannya itu, dan tidak menceraikan Lea. Sikap Yakub ini terpuji di hadapan Allah (sebab Allah membenci perceraian).
    Jika pacar hamil lebih dulu karena “main-main” atau sekedar iseng-iseng, maka Anda perlu memahami bahwa persetubuhan bukanlah suatu main-main. Jika terjadi kasus hamil sebelum menikah lantaran “main-main”, lalu berencana untuk cerai, maka itulah sikap pengecut. Seseorang yang benar akan bertanggung jawab atas perbuatannya, Lari dari perkawinan mungkin kelihatan menguntungkan bagi si cowok, tapi menjadi musibah bagi wanita nya, apalagi bagi anak yang dihasilkan oleh persetubuhan itu.
    Salam.

  4. Bagaimana jika seorang suami tidak ada rasa percaya ..terhadap seorang istri ..selama bertahun – tahun di dalam ke uangan mau pun di dalam segala hal rumah tangga ..dan tidak memberi untuk belanja setiap bulan ..dan si istri akhirnya bekerja ..sampai bertahun – tahun . dan akhirnya si istri sudah tidak kuat .apakah bisa di ajukan untuk ke perceraian ?

  5. saya adalah seorang suami yg di terlantarkan oleh istri dan sekarang dia memiliki 2 orang anak di luar nikah dgn laki2 selingkuhanx berdosakah istri yg selingkuh di ceraikan bolehkah ssya kawin lg?

  6. Saya suami, sering ribut, tidak ada kedamaian dalam rumah tangga kami. Istri susah untuk mengerti keadaan rumah tangga, suka merokok, pergi keluar rumah sampai lupa waktu, dan mengungkapkan kalau nda mau tahu soal rumah tangga, dengan alasan yang tidak masuk logika. Akhirnya kami sepakat untuk bercerai, karena tidak ada titik temu, tapi dengan membaca artikel ini, saya jadi bingung, satu sisi kedamaian tidak saya dapat, tp saya juga ingin konsisten dengan janji perkawinan, adakah solusi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s