Gara-gara Yesus, keselamatan jadi masuk akal


Salam sejahtera.

Tahukah Anda, bahwa keselamatan dalam kekristenan adalah yang paling masuk akal? Tanpa bermaksud diskreditkan kepercayaan lain, yuk kita gunakan sedikit akal sehat untuk membuktikan bahwa keselamatan dalam Yesus Kristus akan terbukti yang paling masuk akal.

Kita andaikan bahwa setiap dosa/kejahatan bernilai minus (-) dan perbuatan baik nilainya plus (+) dan semisal kita buat daftar point dosa versus point kebaikan sebagai berikut:

  • mencuri                     =   -5
  • membunuh               =   -100
  • menipu dikit             =   -1
  • berzinah                    =   – 15
  • marah-marah          = -2
  • memelototi orang = -1
  • nyontek                     = -1
  • memukul orang      = -2
  • dst

versus

  • memberi orang miskin  =  +5
  • menolong anak yang hanyut dibawa banjir = +100
  • berani jujur                        =  +1
  • setia kepada isteri/suami = +15
  • menahan diri untuk tidak marah = +2
  • mengembalikan perpuluhan         = +2
  • menyumbang tempat ibadah       = +5
  • menolong anak yatim                      = +15
  • mengobati orang yang korban dihajar massa = +5
  • berpuasa                                               = +5
  • dst.

Contoh 1:

Jika Maria Magdalena dulunya seorang wanita penjaja cinta (PSK), mungkin waktu kecilnya sempat nyolong 100 x, melayani pria hidung belang 1000 x , kejahatan2 “kecil” lainnya mencapai point -500, sehingga total kejahatan mencapai (100 x -5) + (1000 x -15) + (-500) =  -16.000 point.

Karena dia tidak kaya, mungkin tak pernah ngasih uang ke orang miskin, dll, sehingga jumlah perbuatan baik Maria Magdalena semisal hanya mencapai +4000 point.  Itu berarti, kebaikan vs kejahatan sebesar:

80% kejahatan dan 20% kebaikan. Nah ,… lebih besar jahatnya.

Tetapi ketika Maria Magdalena bertobat, percaya kepada Yesus Kristus, maka “hutang dosa” -nya sudah dipikul oleh Yesus Kristus, karena itu yang 80% kejahatan sudah TERHAPUS oleh jasa penebusan Yesus Kristus.  Namun perbuatan baiknya, yang 20% itu tetap ada. Nah,…

Contoh 2:

Seorang penjahat yang disalib di samping Yesus. Pada waktu itu, seorang yang dihukum salib, berarti dia dianggap penjahat besar, mungkin dia pembunuh berdarah dingin. Anggap saja perbuatan baiknya 0,1 %   sedangkan kejahatannya 99,9 %.

Namun begitu ia percaya Yesus, maka Dia bersabda:

“Sesungguhnya pada hari ini juga engkau akan bersama-sama Aku di Firdaus Allah”.  Karena yang bilang itu Yesus, maka hal itu dapat dipercaya. Berarti, begitu penjahat ini beriman kepada Yesus, maka hutang dosanya yang 99,9% itu sudah di-delete alias dihapus.  Walau kebaikannya hanya sedikit, tapi lumayan, nggak masuk neraka,…

Nah saudaraku,…

Jika kita tetap menaruh iman percaya kepada kuasa Penebusan Yesus Kristus, jika kita berusaha hidup menuruti Firman-Nya, mungkin sekali waktu kita “terpeleset” jatuh ke dalam dosa, namun asalkan kita selekasnya bertobat dengan sungguh-sungguh, maka Allah yang setia pasti akan mengampuni dosa kita. Dosa masa lalu sudah dihapus oleh pengorbanan Yesus, dosa masa kini juga dihapus oleh Yesus. Sisanya? Perbuatan baik saja,… = upah.

Yuk sekarang kita bandingkan dengan “yang lain”.

Anggaplah bahwa kehidupan seseorang begitu sempurna, namun bagaimanapun pastilah setiap orang pernah berbuat salah/dosa.  Jika dosa – sekecil apapun – tidak memperoleh pengampunan, maka dosa tersebut masih TETAP ADA.

Mungkinkah seseorang yang masih berdosa boleh memasuki Surga?

(bersambung)

3 thoughts on “Gara-gara Yesus, keselamatan jadi masuk akal

    • gila adalah istilah pekerjaan/hal yang tidak dapat ditangkap akal, namun tidak demikian dengan hati. hati bekerja berdasarkan kepercayaan /dapat merasakan kebaikan/kejahatan walau tanpa alasan yang jelas/kuat. roh memang penurut namun daging adalah lemah, sehingga mengandalkan akal saja cenderung bahkan rawan sekali menimbulkan dosa.

      disinilah arti iman itu dirasakan. iman adalah percaya akan kebaikan.
      bila sebuah kebaikan tidak dapat diterima, maka iman itupun diragukan, karena didalam Tuhan ada kebaikan dan kebaikan itu adalah sifat Tuhan. bagaimanakah seseorang dapat menerima Tuhan bila tidak mampu menerima kebaikan dari hati yang tulus?

      camkan ini : orang pandai namun hatinya kotor (tertutup) adalah jauh dari surga. orang bodoh namun tulus lebih dekat dengan surga.
      dari sini kita tau bahwa, surga lebih memerlukan hati yang bersih, tulus.

      karena itulah Yesus pernah berkata :
      -“berbahagialah orang yang miskin karena merekalah empunya Kerajaan Surga”
      -orang kaya sulit masuk surga bagaikan unta masuk lobang jarum.

      sesuatu hal yang tidak masuk akal/gila, namun sekaligus menunjukkan akal tidak dapat bekerja sendiri untuk menyelamatkan manusia dari dosa yang melekat pada daging.

      hati yang bersih dapat menuntun akal untuk menuju kepada keselamatan, maka “Pujilah Allah Tuhanmu dengan segenap hati dan pikiranmu”

      bertobat terhadap dosa adalah pernyataan hati untuk tidak mengulangi perbuatan dosa. Tuhan dapat membaca ketulusan hati, dan bila memang benar tulus, dosa akan diampuni.

  1. Dear chi-chi,
    Di zaman dahulu, kalau seorang Israel berbuat dosa, maka untuk dapat diampuni, dosanya harus ditebus dengan suatu korban, namanya KORBAN PENEBUS SALAH atau KORBAN PENEBUS DOSA.
    Tergantung jenis dosanya, ada yang korban penebus salahnya berujud kambing domba yang disembelih, darahnya harus dikucurkan dan lain sebagainya menurut aturan Taurat Musa. Maka setelah itu, dosa orang tersebut dianggap hapus atau lunas.
    Nah, bagi kami orang Kristen, kami tidak lagi menggunakan korban sembelihan berupa kambing domba atau lembu sapi, sebab kematian Yesus Kristus di kayu salib lah yang menjadi KORBAN PENEBUS SALAH yang dapat berlaku untuk semua dosa manusia di sepanjang zaman, dengan modal iman kepada Yesus Kristus.

    Sementara itu, bagi umat lain, misalnya Islam, tidak dikenal korban penebus salah (koreksi bila saya salah), melainkan kelak di hari kiamat, dosa dan amal manusia akan ditimbang.
    Menurut sahabat saya, seorang muslim, kalau seorang muslim kedapatan memiliki catatan dosa, maka ia harus masuk neraka dahulu. Berapa laam di neraka? Tergantung besarnya dosa, begitu katanya.

    Tapi bagi Kristen, sekali orang masuk neraka, tidak mungkin ia dapat keluar dari situ. itulah sebabnya, kami orang Kristen sangat bersyukur oleh korban Yesus Kristus yang dengan cara itu menghapus segala dosa kami.

    Salam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s