Jangan mimpikan sorga jika mengabaikan Firman Tuhan


Injil Matius 6 tentang doa Bapa Kami, di ayat 13 disebutkan: “Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan,…” (Alkitab LAI). Ayat itu memberitahu manusia bahwa Tuhan lah yang empunya Kerajaan (Sorga). Salah satu “keterbatasan” manusia sebagai makhluk ciptaan yaitu tidak mungkin sanggup melawan kuasa Sang Pencipta; ini merupakan kodrat yang tidak mungkin dapat dirubah. Sama seperti iblis yang hanya makhluk ciptaan, bahkan untuk mencelakai Ayub pun harus seijin Allah Sang Pencipta.

Manusia bisa komplain ketika merasa mendapat perlakuan tidak adil, bahkan manusia juga dapat menuduh Allah berbuat yang tidak adil. Tetapi seandainyapun Allah berbuat tidak adil, kepada siapa manusia mengadu, dan membawa Allah ke suatu pengadilan Tertinggi, karena faktanya Allah lah Otoritas Tertinggi di Jagatraya.

Mau mengadu ke Iblis? Ia juga hanya ciptaan, mau mengadu ke malaikat? jin? setan-setan? Mereka semua juga hanya makhluk ciptaan Allah. Maka sebenarnya Allah berkuasa lakukan apapun bahkan seandainya berlaku tidak adil pun kepada manusia tanpa siapapun dapat menuntut-Nya, karena kita semua adalah milik-Nya, adalah hak-Nya.

Tetapi saya berkeyakinan bahwa Allah adalah Dia yang adil, pengasih dan penyayang, serta penuh belas kasihan. Bahkan Allah tidak memaksa manusia untuk mengasihi-Nya ataupun untuk menghormati-Nya.

Namun Alkitab memberitahu kita bahwa Allah akan mengasihi siapapun yang mengasihi-Nya (Amsal 8:17), walau kenyataanya Allah juga mengasihi orang2 yang masih membenci-Nya selama dalam masa kesabaran-Nya (Rm 5:8). Allah juga menghormati siapapun yang menghormati-Nya (1 Sam 2:30).

Ketika seseorang meninggal dunia, maka rohnya tidak dapat jalan sendiri kemanapun ia mau pergi, dia tidak dapat mencari sorga dan masuk ke sana dengan kemampuannya, melainkan malaikat Tuhan lah yang akan membawa rohnya (arwah?) ke tempat yang semestinya tanpa dia sanggup melawan, betapa sombong pun seseorang ketika masih hidup di dunia, maka kesombongan dan kecongkakannya tidak akan membuat malaikat takut padanya.

20 Dan ada seorang pengemis bernama Lazarus, badannya penuh dengan borok, berbaring dekat pintu rumah orang kaya itu, 21 dan ingin menghilangkan laparnya dengan apa yang jatuh dari meja orang kaya itu. Malahan anjing-anjing datang dan menjilat boroknya. 22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. 23 Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya (Lukas 16:20-23).

Dalam ayat-ayat tersebut di atas, malaikat lah yang membawa (roh) Lazarus ke pangkuan Abraham yang penuh kedamaian. Lalu bagaimana dengan si orang kaya?

Meskipun Yesus tidak mengatakan bahwa (roh) si orang kaya dibawa oleh malaikat ke alam maut yang penuh kesengsaraan, namun tahulah kita bahwa orang tersebut pasti dibawa oleh malaikat Allah tanpa berkuasa melawan dan lari ke pangkuan Abraham. Hal itu juga seperti sebuah kodrat bahwa roh orang mati tidak berkuasa melawan malaikat-malaikat Allah yang akan membawa dia ke suatu tempat, sesuai dengan aturan Allah. Tempat peristirahatan yang baik untuk orang benar (atau orang yang telah dibenarkan oleh Allah) dan tempat siksaan yang buruk bagi mereka yang di akhir hidupnya memperoleh “nilai yang buruk” dari Allah.

Di Kerajaan Allah juga berlaku bahwa “penilaian terakhir” terutama ditentukan ketika seseorang hendak meninggal. Kita dapat melihat sebuah contoh tentang seorang penjahat yang disalibkan disamping Yesus.

39 Seorang dari penjahat yang di gantung itu menghujat Dia, katanya: “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” 40 Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? 41 Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” 42 Lalu ia berkata: “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” 43 Kata Yesus kepadanya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus.(Lukas 23:39-43)

Salah seorang penjahat yang disalib bersama Yesus memanfatkan waktu-waktu terakhirnya untuk percaya Yesus dan menggantungkan keselamatan jiwanya kepada Sang Penebus yang dengan perkataanya itu menyatakan pertobatannya (ayat 42), dan sebagai hasilnya, Yesus menerima pertobatan dia dan menjanjikan bahwa pada hari itu juga si penjahat (yang bertobat) akan masuk ke Firdaus Allah yang bermakna tempat peristirahatan yang penuh dengan kedamaian.

Karena Firdaus dan Sorga ada Pemiliknya, maka tentu saja kehendak Sang Pemilik yang akan menentukan boleh tidaknya roh seseorang masuk ke tempat-tempat mulia itu. Di sinilah pentingnya HUBUNGAN BAIK antara manusia dengan Pemilik Firdaus dan Sorga, ialah Tuhan. Dan kesempatan terbaik untuk menjalin hubungan terindah dengan Tuhan ialah disaat roh kita masih ada di dalam tubuh jasmani.

Tapi kalau di bumi seseorang hidup dengan ceroboh, tidak kenal Tuhan, lalu pingin masuk Sorga??

“Mimpi,..” kata saya.

Semoga Anda mengerti, siapapun Anda.

Salam.

19 thoughts on “Jangan mimpikan sorga jika mengabaikan Firman Tuhan

  1. Syallom..
    Lalu bagaimana dengan teori IDULGENSIS (kalo saya ga salah dlm menyebutkan)? yaitu tentang pengampunan dosa dalam alam barzah. apakah setelah anda mengenal ROH KUDUS lebih dalam masih memegang teori tersebut ? mshkah anda ikut kebaktian istimewa ? atau kebaktian membuka jalan bagi arwah yg biasa diadakan sehari sebelum kebaktian istimewa ?
    Trims.

    • Untuk pengampunan dosa bagi orang mati, memang masih mjd paradoks.
      Satu pihak berpendapat bahwa tertutup kesempatan bagi orang mati pendosa untuk terima pengampunan, dengan berbagai dasar ayat, misalnya:
      * Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi, (Ibrani 9:27)
      * Kisah Lazarus dan orang kaya di Lukas 16 di atas, tentang bagaimana orang kaya sepertinya tidak punya kesempatan untuk diselamatkan.
      Sementara itu pihak lain berpandangan bahwa orang mati masih diberi kesempatan bertobat, dengan dasar ayat Alkitab, misalnya:
      * 18 Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh, 19 dan di dalam Roh itu juga Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara, 20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu (1 Ptr 3:18-20)
      * 29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. 30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. 31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem (Lukas 9:29-31)
      Saya cenderung setuju dengan pendapat KEDUA mengingat surat Petrus, dimana ketika Yesus meninggal, di alam roh Dia MEMBERITAKAN INJIL. Injil bukan kabar buruk, tetapi kabar baik, dan Yesus memberitakan kabar baik untuk orang2 yang telah mati. Mengapa Petrus mengambil contoh orang2 mati dizaman nabi Nuh yang notabene TIDAK PERCAYA kepada pemberitaan Nuh kala itu? Mengapa tidak kepada ORANG BAIK yang telah mati? Sederhana: karena Yesus datang BUKAN untuk orang benar, tetapi Dia datang untuk orang yang tidak benar. Ini ayatnya:
      * 31 Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; 32 Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat.” (Lukas 5:31-32).
      Lalu ada ayat yang bilang begini:
      * 6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku (Yoh 14:6)
      Jika hanya di dunia saja seseorang dapat mengenal Yesus untuk mempercayai-Nya, maka sungguh beruntung orang2 yang dilahirkan setelah Yesus lahir, apalagi sesudah Injil dapat diberitakan, karena kans untuk mempercayai Yesus akan lebih besar. Tetapi sebaliknya, SUNGGUH MALANG orang2 yang dilahirkan sebelum Yesus lahir; mereka lahir di zaman yang salah,…… padahal tidak seorangpun dapat memilih tahun kelahiran, Mr X.
      Jadi jika Yohanes 14:6 dipahami secara hurufiah sebagai sesuatu yang absolut, sebagai kebenaran sejati dan bukan ditafsirkan lagi, maka setiap orang HARUS kenal Yesus,… karena itu penginjilan kepada orang mati oleh Yesus Kristus pantas kita percayai,…
      Ada hal menarik lainnya, soal Musa dan Elia yang berbincang2 dengan Yesus ketika Anak Allah ini dimuliakan di atas gunung (Lukas 9:31); mereka bicara soal TUJUAN KEPERGIAN YESUS yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Apakah itu? Ialah pengorbanan diri-Nya sebagai KORBAN TEBUSAN,…
      Menarik bagi saya adalah: mengapa melibatkan wakil2 dari alam barzakh, yaitu Musa dan Elia yang saat itu sudah lama mati?
      Dugaan kuat saya: karena Penebusan Yesus juga berkaitan dengan penebusan dosa bagi orang2 mati, sehingga kemungkinan besar Musa dan Elia mempersiapkan orang2 mati untuk siap menyambut Yesus, dan terjadilah seperti 1 Petrus 3:18-20.
      Ini hanya dugaan saya saja, Mr. X, dan saya sendiri masih menantikan informasi lebih akurat dari Roh Kudus, itupun jika Dia berkenan mewahyukannya. Saya berpendapat: tidak semua analisis Theolog Kristen adalah benar, dan tidak juga selalu salah. Jadi mohon maaf jika pendapat saya masih mengambang.
      Salam.

    • Saya tambahkan,
      Kalau dugaan saya salah, yaitu dugaan bahwa pengampunan dosa buat orang mati ternyata dugaan yang salah, maka akan benar, bahwa seorang yang mati sebagai orang berdosa yang BELUM DIAMPUNI DOSANYA, maka ia akan mengalami nasib seperti si orang kaya (Lukas 16:23), sehingga keinginannya untuk masuk sorga hanya akan menjadi mimpi,…
      Namun jika dugaan saya benar, bahwa bagi orang mati masih tersedia kesempatan untuk diselamatkan, maka PUJI TUHAN, keinginan masuk sorga bagi orang mati yang berdosa tetapi percaya Yesus bisa menjadi kenyataan.
      Dan jika saya boleh memohon kepada Tuhan, maka saya akan meminta agar kesempatan buat orang mati untuk terima Yesus sebagai Juruselamat sehingga dapat menerima penebusan dosa DENGAN CARA APAPUN boleh diadakan. Ini keinginan tulus saya, Mr. X.
      Namun kalau bisa begitu, mungkin akan disalahgunakan oleh orang2 yang tidak menghargai kebaikan Allah, misalnya: baiklah kita hidup bebas berbuat dosa, tokh nanti kalau mati masih dapat bertobat dan peroleh pengampunan dosa,…
      Entahlah, Tuhan punya pertimbangan-Nya sendiri…
      Tetapi entah benar entah salah dugaan saya itu, yang terbaik bagi seseorang memang belajar menjalin hubungan baik dengan Tuhan selagi masih bernafas, sehingga entahkah ada kesempatan pengampunan buat orang mati, maupun jika kesempatan itu tidak ada, jadi no problem.
      Shalom.

  2. Trimakasih atas masukkannya.
    memang hal yang satu ini masih samar-samar, wajib dilakukan atau tidak.
    mungkin tergantung dari keyakinan kita dalam menanggapinya. Kalau pengampunan di alam barzah ini memang karunia, seperti yang saudara katakan bisa saja di salah gunakan. jangankan begitu, korban Kristus untuk dosa semasa hidup saja bisa di salah gunakan, dengan berbuat dosa hari ini, besok minta ampun, 6 hari berbuat dosa, dalam kebaktian dapat pengampunan, memang ga ada yang ga berbuat dosa, namun jika seperti itu, dia hidup dalam dosa yang selalu mendukakan Roh Kudus, bahkan disebut sama seperti binatang. ( 2 Pet 2:20-22 )
    Jujur saja saudara Hari, saya msh belum bs berpegang akan teori tersebut.
    Setahu saya dalam dunia roh iman dan dosa adalah kekal, seperti malaikat “Bintang Timur” dalam bahasa lain disebut LUCIFER bapa segala iblis, (Yes 14 :4 – 23) yang telah berdosa pada Allah, selamanya dia tidak akan bisa diampuni, andaikan dia mau minta ampun.
    Dosa hanya bisa diampuni bila dibayar dengan darah. Dalam P.L darah binatang hanya bisa menutupi dosa, dalam P.B Darah Yesus menghapuskan dosa, dan itupun semasa hidup, karena dalam kehidupan ini perjuangan iman diuji, yaitu iman terhadap janji Allah yang belum nampak/samar-samar ( 1 Kor 13:12), kalo kita sudah dialam barzah maka taulah bahwa semua itu memang ada, dan kalo jiwa-2 yang menolak janji Allah semasa hidupnya dan menyesal namun tetap menerima pengampunan karena mengetahui dengan mata mereka akan anugerah itu, bagaimana dengan mereka yang semasa hidupnya berjuang mati-matian untuk pengharapan yang samar-samar ? pasti mereka akan menuntut keadilan Tuhan.
    disini saya akan menggunakan ayat-2 yang saudara gunakan sebagai berbandingan.
    1 Ptr 3:18-20 =
    1. DIA memang mati untuk orang berdosa, dan memberikan anugerah sehingga mereka dengan hidupnya menyembah Allah. namun jika sudah mati apa yang bisa diberikan kepada Allah ? (Rom 12 : 1) (Mzm 88 : 11 – 13) dalam hal ini mati dalam ketidak percayaan kepada Allah.
    2. Yesus memang memberitakan injil dalam alam barzah, tapi perhatikan mereka berasal dari Perjanjian Lama dimana saat itu manusia berseteru dengan Allah karena dosa mereka, dan belum ada korban penghapus dosa ( cuma darah binatang) bahkan injil masih termeterai sehingga tak satupun dapat mengungkapkannya sampai Darah Kristus dicurahkan (Wahyu 5:9) maka Yesus akan menunjukan keadilannya kepada mereka yang hidup semasa itu. lantas bagi kita yang hidup setelah Yesus naik ke sorga, peristiwa itu tak mungkin berlaku bagi kita, sebab kita hidup di masa kemurahan Allah , anugerah keselamatan, injil telah terbuka bagi kita yang percaya, dan masa dimana Yesus sebagai jembatan antara Bapa dan manusia (Yoh 14 : 6 ), didalam Alkitab tidak pernah disebutkan Yesus menjadi jembatan antara dunia orang mati dan dunia orang hidup, namun Dia menjadi jalan pendamaian kita dengan Allah, (Roma 3 : 25-26)
    Luk 5 :31-31. Pertobatan yang Yesus anjurkan ialah pertobatan selama manusia itu hidup, sebab IA tahu setelah itu tak ada lagi korban penghapus dosa. maka Tuhan wanti-wanti pada kita selama kita masih bernafas agar pertahankan iman dan hidup benar dihadapan Allah. (Ibr 3:13-15)
    3. Memang jika semasa hidup orang mengenal Yesus maka suatu keberuntungan bahkan sampai mati dalam Kristus adalah suatu keuntungan (Filipi 1 : 21), lalu bagaimana mereka yang dimasa para nabi ? karena itu keadilan Kristus ditunjukkan dengan memberi bonus besar (memberitakan injil yang terbuka meterainya oleh DarahNYA) bagi mereka dahulu yang tidak hidup dalam jaman kemurahan seperti saat ini.
    4. Musa dan Elia memang wujud arwah dari masa para nabi. bisa saja kemunculan arwah ini ke dunia nyata, tentunya untuk tujuan pekerjaan Allah, sebab mereka adalah orang-2 saleh dan kedua mayatnya tidak ditemukan. (Musa mayatnya diperebutkan oleh malaikat Mikael dan iblis (Yudas 1 : 9), Elia hidup-2 dijemput kereta berapi (2 Raja 2:11))
    JANGAN disamakan dengan kemunculan arwah-arwah gentayangan, seperti arwah orang mati yang kembali kerumah atau cerita horor lainnya. dalam kekristenan itu tidak berlaku, di kekristenan sudah jelas mana tempat orang benar ataupun berdosa (kisah Lazarus), bukan gentayangan didunia ini, yang ada hanya roh iblis dan pasukkannya yang sudah dibuang Allahke bumi. (Yes 14 :4 – 23). karena itu saya ga mau ikut kebaktian istimewa sekalipun saya anggota GKBI karna saya tau bukan arwah saudara kita yang datang tapi roh-roh penguasa di udara, saya yakin kondisi seperti itu RohKudus tidak akan hadir dalam kebaktian sekalipun dikatakan istimewa.

    Maaf saudara Hari terkasih, bukannya saya mau perang ayat atau berdebat dengan anda, ini hanya sebagai sharing saja sebagai tambahan ilmu kerohanian kita.
    memang pengetahuan kita tidak lengkap kata rasul Paulus, yang penting lakukan segala sesuatu untuk kemuliaan Allah.

    God bless you.

  3. Sebagai tambahan :
    – arwah orang percaya jelas di Firdaus, segala yang diimaninya telah menjadi kenyataan, jadi ga perlu lagi didoakan agar selamat.
    – arwah orang berdosa jelas di tempat penderitaan, sekalipun akhirnya mereka tahu bahwa surga dan neraka ada, tapi sudah terlambat, segala jenis doa buat mereka pasti ditolak dan sia-sia.
    karena itu Tuhan berkata :
    “ Selama bisa dikatakan hari ini, jangan keraskan hatimu….” Ibr 3 : 13-15
    “ Berilah kami hati bijaksana untuk dapat menghitung hari-hari..Mzm 90:12

  4. Shalom.
    Makasih ya atas jawabannya.
    dari pendapat anda berdua dapat saya tarik kesimpulan, bagaimanapun kebenaran yang kita pegang asal membawa pada kedewasaan rohani, itu baik-2 saja.
    Diakui atau tidak pengajaran Allah yang dibawakan seorang hamba Allah tidak 100% dari suara Allah, namun beberapa % dari pemikiran manusia. Hal itu wajar karena yang membawakan masih dalam bentuk daging / manusia, jika tidak demikian maka tidak akan terjadi perbedaan pengajaran padahal sumbernya satu yaitu Alkitab. Perbedaan ini memang Tuhan ijinkan untuk menguji iman kita.
    jadi jelas yang menentukan keselamatan kita bukan pengajaran grejawi, liturgi gereja, atau seorang hamba Tuhan sekalipun, namun kualitas hidup kita dihadapan Allah.
    Trima kasih. GBU

  5. shalom saudaraku.
    Saya juga sering mendengar beberapa pertanyaan – pertanyaan seputar hal di atas.
    Kemanakah arwah mereka-2 yang mati karena peperangan, kecelakaan, bencana alam, bahkan bunuh diri ? mereka belum sempat bertobat, ataupun dibabtis, dan kematian itu tidak wajar, akan sangat tidak adil jika arwah mereka tidak diberi kesempatan mendapat kemurahan bukan ?
    Saudara yang terkasih,
    seharusnya pertanyaan-2 ini tidak timbul dalam hati kita orang-2 percaya.
    – Matius 10:29 = seekor burung pipitpun tidak akan jatuh ke tanah jika bukan kehendak Bapa.
    Binatang saja tetap dalam rencana Allah, apalagi hidup mati manusia yang di cintaiNYA, tak sedetikpun lepas dari rencanaNYA.

    Selamat atau tidak tergantung semasa hidup orang itu.
    – ada yang mati tidak wajar karena pertahankan kebenaran Allah. Spt para rasul Tuhan yang seluruhnya mati tidak wajar. itu merupakan resiko yang harus dihadapi namun dibalik itu ada mahkota kehidupan yang menunggunya.
    – ada yang mati tidak wajar karena dosa mereka. Mis = penjahat-penjahat yang dihukum mati karena kejahatannya, dll.
    Lantas bagaimana yang terkena bencana alam, kecelakaan dll ? tergantung detik-2 terakhir hidup mereka sebelum mati, jika mereka hidup berkenan pada Allah, dipastikan jiwa mereka akan diselamatkan dan sebaliknya, tidak tergantung dari cara mereka mati dan semua terjadi tidak diluar kendali Allah.
    Contohnya:
    -dua penjahat di kanan kiri Yesus, keduanya mati secara tidak wajar, hanya salah satunya menyesali dosa-dosanya, dan saat itu Yesus sendiri mengatakan dia akan masuk dalam Firdaus. luar biasa, dia tidak dibabtis, namun sudah bisa masuk Firdaus hanya dengan pengakuan dosa di detik akhir hidupnya.
    – penjahat yang lainnya, malah mengumpat-2 dan diapun mati dalam keadaan berdosa.

    KESIMPULANNYA :

    – bagaimanapun cara matinya bila dia orang yang benar dlm Tuhan dipastikan dia selamat, bila dia mati dalam keberdosaannya tetaplah dia masuk dalam penderitaan.
    – cara mati seseorang tidak lepas dari kehendak Allah.namun tetaplah kita percaya sebagai anakNYA kita tetap dalam perlindunganNYA.
    – BAHKAN BUNUH DIRI !!! tetap dalam kehendak Allah. memang tampak kejam Allah membiarkan sampai terjadi pada seseorang, namun semua itu ada sebabnya Tuhan mengijinkan seseorang bunuh diri, seperti Yudas Iskariot dia kehilangan pengharapan putus asa, dia lupa akan anugerah pengampunan dosa-dosanya,, dan mengambil langkah sendiri dengan bunuh diri dan Allah tidak menghalanginya.

    maka, janganlah menghakimi seseoarang karena perbuatannya, bisa saja dia seorang penjahat, namun Tuhan ubahkan dia menjadi bertobat dan beroleh hidup. ada juga yang semula anak Tuhan bahkan hamba Tuhan namun dia masih berbuat dosa dan mengalami mati rohani karena dunia ini, dan diakhir hidupnya dia mendapat kertak gigi.
    Matius 19:30 Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”
    1 Korintus 9:27 Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.

    Kiranya pengetahuan ini sebagai dasar yang teguh, dan tidak lagi mengambang.
    Tuhan mau kita menjadi anakNYA yang penuh kepastian dalam kebaikanNYA, bukan dalam kebimbangan.

    Demikian saudaraku.
    Mohon maaf bila ada tulisan yang tidak berkenan di hati.
    Tuhan memberkati.

    • Shalom, The Truth,
      Membaca koment Anda, sepertinya Anda lebih condong pada suatu prinsip bahwa “NASIB” seseorang lebih ditentukan pada detik-detik jelang kematiannya. Ijinkan saya berbagi untuk soal ini.
      13 Kalau Aku berfirman kepada orang benar: Engkau pasti hidup! —tetapi ia mengandalkan kebenarannya dan ia berbuat curang, segala perbuatan-perbuatan kebenarannya tidak akan diperhitungkan, dan ia harus mati dalam kecurangan yang diperbuatnya (Yehezkiel 33:13)
      Ayat tsb mengajarkan bahwa memang orang benar HARUS bertahan pada kebenarannya hingga nafas terakhir, atau kalau tidak, maka “nilai raportnya” di tahun2 sebelumnya tidak akan diperhitungkan, sebaik apapaun dia di masa lalu. Pada prinsipnya saya setuju dengan pernyataan Anda soal itu.
      Tetapi saya masih “terganggu” dengan kisah Musa dan Elia yang menjumpai Yesus ketika Dia dimuliakan di atas gunung,… dan saya dengar gereja Katolik juga menyelenggarakan apa yang mereka sebut sebagai “Misa Arwah”, yang serupa “Kebaktian Istimewa” di Gereja Kerasulan Baru.
      Bagaimana menurut Anda?
      Shalom

  6. Shalom.
    memang dahulu yang saya ketahui hanya di Katolik yang menganut faham demikian, namun saya tidak tahu bagaimana prosesinya. ya di GKBI ini baru saya tahu kalau faham demikian bukan hanya di Katolik, dan entah apa sama prosesinya dg di GKBI.
    sepertinya titik pointnya faham ini berdasarkan kitab-2 kanonika. dan yang pake kitab-2nya hanya Katolik dan GKBI. Kitab kanonika dalam teologia dinyatakan tidak ada korelasinya dengan kitab-2 lainnya, sehingga gereja-gereja selain Katolik tidak memakainya.
    (Rs. Alfons bahkan pernah bilang kalo kitab kanonika tidak ada kaitannya tp baik untuk dibaca), kayak buku pada umunya saja.
    dalam kitab Imamat, tentang Tabernakel / Bait Allah yang dibangun musa, didalam ruangan suci terdapat meja roti sajian, yang diatasnya terdapat 6 tumpuk roti dikiri dan kanan, menunjukkan 66 jumlah Kitab P.L dan P.B. (Roti = Firman Allah) jumlah 66 tidak temasuk kitab Kanonika.

    Sdr. Hari terkasih,
    Memang bahkan seluruh Alkitab menyatakan bahwa kadar iman seseorang ditentukan pada akhir hidupnya.
    Seperti seorang pelajar misalnya mulai dari kelas 1 – 5 dia mendapat ranking pertama, namun saat ujian kelulusan terakhir dia mengalami kemerosotan yang tajam dalam nilainya, entah karena ga rajin belajar lagi, atau karena mengalami suatu kesusahan yang mempengaruhi pikirannya, maka sekolah memutuskan dia tidak diluluskan, seakan-akan nilai yang terdahulunya tidak berpengaruh.
    Atau sebaliknya dari kelas 1 – 5 dia nilainya pas-pasan, bahkan ga naik kelas mungkin, namun krn ada semangat yang mendorongnya untuk jd lebih baik maka di ujian akhir dia meningkat tajam dan berhasil lulus.
    dalam hidup manusia sayangnya tidak ada yang tahu kapan ujian terakhirnya.

    Seperti perumpamaan seorang raja yang mengundang ke pesta (Mat 22 bs anda baca), semua orang pasti sudah menikmati makanan selama pesta berlangsung, tapi pesta berakhir kedapatan ada yang gak pake pakaian pesta, dan dia dibuang di kegelapan.

    GAMBARANNYA = Kita menerima undangan Allah dengan mengenal DIA secara pribadi, dan menikmati makanan pestaNYA = segala sakramen yang diadakan di kebaktian, segala berkat-2 Allah selama di dunia, namun setelah batas pesta selesai (Usia ditutup) kita kedapatan tidak menggunakan pakaian pesta (Pakaian kebenaran/Pertobatan) karena kekerasan hati kita, sehingga masih ada borok-borok dosa muncul, saat itulah kita mengalami kebinasaan.
    Karena itu ada istilah “ Berjuang sampe mati”

    Soal Musa dan Elia, Alkitab tak menyebutkan perihal permbicaraan mereka dengan Yesus, maka lebih baik jangan memperkirakan, kecuali sdr. Hari tahu betul dasar ayatnya inti pembicaraan mereka.
    ada juga yang menjadi misteri hingga sekarang, waktu Yesus menyelamatkan wanita yang bakal di rajam batu karena berjinah, Yesus menuliskan sesuatu ditanah, apakah yang Yesus tulis ? sampe sekarang blm ada yang bs menjawab. Kalo sdr. Hari tahu jawabanya bagi-bagi dong…

    Soal Katolik mengadakan misa arwah, sudah terlanjur jadi doktrin dalam gereja tersebut. namun untuk faham ini sengaja tidak diangkat kepermukaan supaya Katolik dan Kristen lainnya dapat bersatu hanya karena Kristus, sudah terbukti dalam radio-2 rohani mereka dapat bersekutu dengan indah dalam Kristus.
    Yaaa…cm GKBI saja yang belum sampai kesitu…
    saya berharap GKBI mengalami kemajuan rohani.

    Kata rasul Paulus “Setiap bangunan yang didirikan akan diuji dengan api”
    Demikian pendapat saya Sdr. Hari.
    Baiklah semua ini tidak menjadi tembok pemisah diantara kita.

    Shalom. Gbu.

    • Shalom,
      Dear The Truth, tentu saja saya berharap tidak ada tembok penghalang di antara orang2 Kristen, dan saya berharap kita saling membangun,…
      Mengenai Musa dan Elia, ijinkan saya kutip lagi ayat2nya dan pelan2 kita cermati.
      29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. 30 Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. 31 Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem (Lukas 9:29-31)
      Nah, di ayat 31 ada bagian kalimat “… dan berbicara tentang tujuan kepergian-Nya yang akan digenapi-Nya di Yerusalem”
      Menurut hemat saya, itu berarti bahwa ketiga orang itu (Musa, Elia dan Yesus) saat itu sedang membicarakan rencana penyaliban Yesus yang akan digenapi Yesus di Yerusalem.
      Bagian inilah yang menarik hati saya, dear The Truth, yaitu: mengapa Musa dan Elia (wakil dari alam barzakh) perlu terlibat (walau sebatas jadi saksi barangkali) dalam penyaliban Yesus.
      Saya berharap Anda tidak bosan jika ini mungkin menjadi sharing yang panjang,…
      Paulus berkata:
      Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12:14)
      Saya memperhatikan frase: “tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan” yang mengandung pengertian bahwa untuk masuk Sorga, maka seseorang mutlak harus KUDUS,…
      Semua orang pernah berdosa, dan perbuatan baik tidak menghapus dosa, melainkan dosa dihapus dengan “darah Anak Domba”, itu yang diajarkan Alkitab.
      Berdasarkan itu, maka (sbg contoh) orang2 yang mati di era Perjanjian Lama, mereka semua mati dalam dosa, sehingga praktis tidak akan ada manusia Perjanjian Lama yang masuk Sorga, jika memang syarat untuk masuk Sorga adalah DIKUDUSKAN oleh Darah Yesus Kristus, dan kalau penebusan Yesus tidak berlaku buat mereka.
      Justru 1 Petrus 3:18-20 tentang bagaimana Yesus memberitakan injil kepada orang2 mati, yang mana Petrus mengambil “sample” orang2 berdosa zaman nabi Nuh, maka roh orang2 mati itu, ketika mereka mempercayai Yesus sebagai Penebus “segala makhluk”, maka iman mereka itulah yang menyelamatkan, karena dengan mempercayai penebusan Yesus, maka orang2 mati itu DIKUDUSKAN oleh pengorbanan Yesus.
      “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,” (Efesus 2:8)
      Ayat ini memperkuat bahwa keselamatan bukan hasil usaha (perbuatan baik), tetapi anugerah (sesuatu yang diberikan cuma-cuma, tanpa usaha), yaitu pemberian Allah.
      Kalau orang2 yang mati zaman Perjanjian Lama dikecualikan dari pengudusan, berarti Firman Tuhan bersifat relatif dan saya rasa kurang konsisten.
      Dear The Truth, ini hanya pendapat saya, bagaimana menurut Anda?
      Tuhan Yesus memberkati.

  7. luarbiasa saya sangat diberkati oleh diskusi disini,kebenaran memang hrs selalu dibicarakan didiskusikan diamati.awasilah dirimu sendiri dan awasliah ajaranmu,tegorlah yg salah baik atau tdk waktunya,semoga kita semua yg membaca disini mengalami kedewasaan di dlm firman Tuhan.

  8. Wahai para pemerhati kerajaan sorga,.. sedikit komentar tentang bisakah orang yang mati di dalam dosa diselamatkan ?. Tentang Ibrani 9:27 bukan ayat yang tanpa sengaja ada, demikian pula tentang 1 Petrus 3:18-20, atau ayat manapun yang mendukung adanya kebaktian istimewa. Memang masih banyak misteri yang belum terjawab dari kandungan Alkitab kita, dan akan ada waktunya Tuhan sendiri yang akan menyingkapkannya.
    Saya pribadi berpendapat bahwa firman Tuhan tidak pernah salah, sekalipun terkadang ada kesan adanya ayat yang berbenturan. Itulah perlunya hikmat dari sorga, agar tidak salah mensikapi. Akhirnya inilah sikap saya yaitu berusaha hidup dalam kondisi siap sedia kapanpun Tuhan memanggil saya. Saya sadar bahwa hidup bukanlah perjudian yang layak dipertaruhkan. Hidup adalah kesempatan yang tidak datang dua kali. Saya tidak mau bersandar pada kebaktian istimewa, karena itu akan mengendorkan saya untuk komitment hidup benar di hadapan Tuhan. Biarlah orang-orang yang menjadi ahli kitab saling mengklaim kebenaran mereka, dan bagian saya dan saudara adalah siap sedia kapanpun Tuhan datang.
    Tuhan Yesus memberkati.

  9. Shalom.
    Makasih saudara Utomo H. sudah ikutan nimbrung sama kita, makasih juga sdr gideonagusswt atas masukkannya.
    Seperti yang dikatakan saudara gideonagusswt, banyak ayat yang seakan berbenturan satusama lain, namun sebetulnya tidak. Mungkin hal ini terjadi bs krn masalah terjamahn bahasa yang kurang konkrit dari yang aslinya (Yunani dan Ibrani) khususnya bhs Indonesia yang masih berkembang terkadang ditemui kekurang tepatan dalam terjemahannya.

    Musa,Elia dan YEsus memang membicarakan perihal VISI dan MISI dari pada YESUS, bahkan mungkin tentang memberitakan Injil di alam berzah. (andai seperti itu).

    BEnar saudara Hari, jiwa-jiwa jaman NUH mendapatkan keselamatan dari YESUS.
    Kembali saya ulangi, pemberitaan Injil di alam berzah hanya YESUS lakukan untuk memenuhi keadilanNYA terhadap mereka yang BELUM menikmati masa kemurahan seperti saat ini, sebab masa para nabi entah sdr Hari tahu atau tidak, bahwa jaman itu ROH KUDUS belum semaksimal akhir jaman skr ini. HANYA suara BAPA yang hadir dan itupun tidak pada semua orang namun hanya pada orang-orang saleh saja.
    Menurut PETA JAMAN, = JAMAN ALLAH BAPA dimana para nabi bernubuat melalui penglihatan, JAMAN ALLAH PUTRA dimana YESUS sendiri yang memberitakan kebenaran pada semua umatnya, JAMAN ROH KUDUS dimana ROH ALLAH berbicara melalui hambaNYA kepada semua umatNYA, bahkan dicurahkan 2x lipat pada anak-2NYA. tidak seperti jaman para nabi. Maka sepantaslah YESUS memberikan ROHNYA pada jiwa-jiwa pada masa itu.
    Nah untuk masa sekarang, ROH KUDUS tercurah 2x lipat dan semua bisa mendapatkannya bila dimohonkan, krn itu kesempatan seperti yang dialami jiwa-jiwa P.L tidak ada berlaku lagi bagi kita.
    MEmang keselamatan dikarenakan IMAN, definisi iman mempercaya sesuatu yang tidak kelihatan. Jika sudah melihat semua itu dan percaya maka itu bukan iman sebab kita sudah meraihnya, itupun bagi orang yang dibenarkan. Bagaimana jika semasa hidup orang itu tidak punya iman, lantas setelah mati baru tahu kalau semua itu ada tentunya itu bukan lagi iman krn itu dia tidak diselamatkan.
    1 KOR 13:13. IMan dan pengharapan jika dialam barzah tidak berlaku lagi sebab kita sudah mendapatkannya dalam kerajaan Sorga, yang ada hanya KASIH.

    Demikian pendapat saya.
    Terima kasih.
    GBU.

  10. saya setuju dengan the truth,bahwa di dlm kekekalan semua sdh final,krn kekekalan di luar waktu dan ruang.waktu malaikat jatuh di dlm kekekalan maka tdk ada pengampunan lagi,krn sdh berbentuk Roh.

  11. Dear The Truth, dear Gideonagusswt dan dear Utomo,
    Terimakasih untuk semua masukannya. Senang berbagi dengan saudara2 seiman.
    Saat ini saya sedang terlibat diskusi untuk soal itu DISINI (KLIK), dengan judul berbeda, dan saya gunakan username “mujizat” . Jika Anda tertarik dapat mengikuti.
    Tuhan Yesus memberkati.

  12. Shalom Ya Sdr. Hari.
    Soal Bayi mati sebelum lahir, itu memang tergantung kerohanian orang tuanya (dosa warisan). Jika kedua orangtunya jelas menentang KRISTUS maka bayi dari mereka berdua bila blum sempat atau belum lahir dan mati maka dipastikan bayi itu menuju neraka. (1Kor 7:14), memang tampak tidak adil secara pemikiran manusia, NAMUN seperti itulah aturan TUHAN, bagaikan langit dan bumi demikianlah jauhnya pemikiran Allah dan manusia. dan TUHAN tetap adil.
    Dalam Nehemia 9 : 34 – 38= Mereka (anak-anak) menanggung akibat dari dosa-dosa pendahulunya.
    KECUALI mereka sempat hidup dan bertobat dengan mohon TUHAN memberi kelepasan dari kutuk dosa warisan orang tuanya. (Mzm 79 : 8)

    Kesimpulannya:
    Bila bayi itu mati sejak dikandungan orangtua yang menolak YESUS, maka di pastikan dia masuk neraka. ATAU dia sempat lahir dan dewasa maka dia akan mengalami efek dosa-dosa dari orangtuanya yang berupa penderitaan hidup (Penderitaan akibat DOSA) . KECUALI dia sadar dan bertobat, dibabtis menerima ALLAH sepenuhnya dalam hidupnya, maka dipastikan DARAH KRISTUS memutus rantai dosa keturunan itu dalam hidupnya, dan jika terus dipertahankan maka anak cucunyapun tetap lepas dari kutuk dosa. NAMUN bila anak cucunya membuat dosa lagi, maka dari merekalah kutuk dosa kembali berjalan.

    Ya, entah penejlasan ini bisa merubah dan melepaskan sdr. Hari dari faham Edulgensis atau tidak, namun yang jelas dan PENTING, tetaplah setia pada TUHAN dan pertahankan Imanmu sampai TUHAN datang.

    Semoga saja mereka yang menganut faham ini memiliki komitmen seperti Sdr. HAri untuk tetap tidak mempermainkan kemurahan ALLAH.
    Saya sadar perbedaan ini akan tetap ada sampai Tuhan datang kembali, dan semua akan diuji.

    Salam kasih buat Sdr. HAri
    GBU.

    • Shalom.
      Dear The Truth, saya faham maksud Anda, terimakasih.
      Pelan-pelan saya ingin mengupas polemik tentang dunia orang mati, karena saya yakin bahwa TUHAN adalah Allah yang adil; dan kalau selama ini kita sampai pada kesimpulan yang membuat keadilan Tuhan nampak bias atau SAMAR-SAMAR, maka ada kemungkinan hanya salah memahami saja.
      Seandainyapun ada “kesempatan kedua” bagi orang mati, saya juga tidak tertarik untuk hidup seenaknya, karena ini bisa berarti menyalah gunakan anugerah Allah, seperti orang Kristen yang lantaran merasa bahwa apapun dosanya pasti diampuni Tuhan lalu hidupnya sembarangan, hidupnya ceroboh sehingga mungkin berperangai lebih jahat dari orang dunia, saya tidak suka lifestyle seperti itu.
      Sebab jika ternyata Tuhan benci kepada orang yang menyalahgunakan kasih karunia Allah, maka akan menjadi kerugian besar bagi orang yang melakukannya.
      Terimaksih saudaraku, Tuhan Yesus memberkati.

  13. klo menurut sya, org mati dalam dosa. akan dihakimi nanti pada ahirnya. tdk ada lagi kesempatan utk berubah lagi.

    kalo org mati msh ada ksempatan. ngapain kita capek2 beribadah di dunia. utk mncapai dalam pertandingan iman.

    krn andai kata sya mati dalam dosa dan sya diinjili, sudah otomatis sya akan segera bertobat. jadi toolonglah jgn ngaur. hahaha GBU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s