Kebutuhan pokok tubuh rohani


sumber gambar: juliemeles.blogspot

Firman Tuhan mengajar kita bahwa manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh jasmani. Lebih jauh kita telah diajar bahwa kesehatan tubuh rohani seseorang sangat mempengaruhi kondisi tubuh jasmani, sehingga dengan menjaga tubuh rohani yang sehat akan diperoleh tubuh jasmani yang sehat.

Tubuh jasmani manusia memiliki kebutuhan pokok utama berupa makanan dan minuman yang harus dikonsumsi secara berkala dengan jumlah nilai gizi atau nutrisi minimal tertentu untuk mempertahankan tubuh tetap sehat, tetap bugar dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan. Itu adalah makanan minuman yang sehat atau menyehatkan. Jika kebutuhan minimal tubuh jasmani akan nutrisi tidak terpenuhi, misalnya kurang makan dan kurang minum, akan dapat berakibat tubuh kurus dan mungkin saja kerdil, dan disamping itu manusia tersebut akan loyo dan kurang bertenaga.

Dengan konsep pemikiran yang sama, tubuh rohani manusia juga sangat membutuhkan nutrisi-nutrisi rohani berupa makanan-makanan dan minuman-minuman rohani yang sehat dengan jumlah tertentu harus dikonsumsi jiwa manusia. Apakah makanan jiwa? Apakah minuman jiwa?

Yohanes 4:34  Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.”

Makanan Yesus adalah melakukan kehendak Bapa untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya. Kehendak Bapa dapat diketahui dengan memahami isi hati-Nya, dan isi hati Bapa dapat dibaca pada Kitab Suci yaitu Alkitab yang mencatat Firman Allah. Oleh karena itu untuk dapat memperoleh makanan jiwa, maka kita, manusia, sangat perlu untuk: membaca Firman Tuhan, merenungkan Firman untuk mendapatkan pemahaman akan Firman tersebut, dan kemudian melakukan kehendak Bapa dengan menjalani hidup sesuai Firman Tuhan.

Perintah untuk memberi makan kepada jiwa, salah satunya terdapat di:

Yosua 1:8  : Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung.

Mengapa dengan hanya membaca, merenungkan dan melakukan Firman Tuhan, jiwa kita memperoleh makanan?

Yesus adalah Sang Firman. Merenungkan Firman adalah sama dengan merenungkan Yesus, sama dengan membicarakan Yesus, sama dengan memautkan hati atau memautkan roh atau mengikatkan diri dengan Sang Firman.

1 Korintus 6:17  Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.

Lihat juga ayat ini:

Matius 18:20  Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

Ketika seorang Kristen sedang membaca dan merenungkan Firman Tuhan, maka dia tidak sendirian, sebab ada Roh Kudus yang menyertainya, sehingga mereka berdua, maka prinsip “dua orang berkumpul demi nama-Ku” di Matius 18:20 dapat tergenapi, sehingga pasti Yesus hadir secara Roh di tempat itu.

Itulah bagaimana kita dapat memberi makan jiwa kita, dengan: membaca, merenungkan untuk memahami dan melakukan Firman.

Lalu kapan kita memberi minum kepada jiwa?

Yohanes 7:37,39

37  Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!

39  Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya;”

Ketika kita sedang merasakan kehadiran Tuhan, lalu kita menyembah-Nya, kita menjamah-Nya dengan iman kita, maka dari diri Yesus akan mengalir aliran-aliran air hidup yaitu aliran Urapan Roh Kudus.

Sebuah contoh yang indah dapat kita lihat di Markus 5:25-30.

Dikisahkan, seorang perempuan yang selama dua belas tahun lamanya menderita pendarahan, dan ia sudah menghabiskan uangnya untuk berobat kemana-mana namun tidak juga sembuh, sampai ia mendengar dari orang-orang tentang Yesus. Karena situasi yang begitu banyak orang sehingga berdesak-desakan tidaklah mudah dia mendekati Yesus untuk minta dijamah dan disembuhkan. Lalu timbullah ungkapan iman:

Sebab katanya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Markus 5:28)

Dan ketika ia menjamah jumbai jubah Yesus, maka Tuhan Yesus merasakan adanya tenaga yang keluar dari diri-Nya yaitu Urapan Allah yang kemudian menyembuhkan perempuan beriman itu.

sumber gambar: oregonsynod.org

Kembali ke Yohanes 7:37 , disaat seseorang sedang merenungkan Firman Tuhan, lalu meyakini dengan iman bahwa Yesus saat itu sedang hadir, lalu dengan iman pula ia “minum” Urapan dari Yesus, maka disaat itu jugalah jiwanya sedang meminum Urapan Allah.

Jadi Urapan Allah adalah minuman jiwa.

Baik makanan jiwa maupun minuman jiwa, keduanya kita serap dari Yesus, dimana kita sebagai ranting dan Yesus selaku pokok anggur yang benar. Itulah sebabnya setiap hari kita perlu membaca Alkitab Firman Allah, merenungkannya dan melakukan hidup seturut Firman agar jiwa kita kenyang dengan makanan, dan setiap hari kita perlu menyembah Tuhan untuk menerima urapan-Nya agar kehausan jiwa dapat dipuaskan. Dengan mendisiplin diri untuk secara kontinu melakukan ibadah seperti ini, maka jiwa kita akan senantiasa sehat dan bugar, dan Allah akan sangat berkenan kepada kita. Menyadari akan hal ini, maka ibadah bukanlah dianggap sebagai beban atau kewajiban, melainkan memang merupakan kebutuhan kita.

Ada sebuah contoh menarik untuk kita renungkan sebagai berikut:

Seorang bapak, nama beliau pak Jaelani dari kota Muntilan, kabupaten Magelang Jawa Tengah, pernah kami saksikan di artikel berjudul “Seorang Bapak dengan Sepatu Tas Kresek” dengan kasus sakit gula atau diabetes. Beliau adalah seorang non-Kristen.

Dokter sudah memvonisnya agar kakinya diamputasi (dipotong) karena mulai terjadi pembusukan di jari kaki. Memang baunya sangat menyengat, busuk dan berair sehingga untuk mengurangi itu, beliau terpaksa memakai tas kresek, dan disamping berbau busuk, juga keluar cairan,…

Ketika ikut persekutuan doa sahabat kami, persekutuan Kristen, secara berangsur beliau alami kesembuhan. Luka di kaki mulai kering dan sembuh. Silahkan klik link di atas untuk lebih jelas.

Namun di musim lebaran tahun ini (2010), beliau sempat selama tiga minggu tidak mengikuti persekutuan doa, dan usai lebaran, kami menerima laporan bahwa diabetesnya kambuh lagi, haleluya,… Padahal selama berbulan-bulan semenjak mengikuti persekutuan doa, praktis beliau sudah sembuh. Tetapi puji Tuhan, beliau datang lagi ke persekutuan doa,…

Kasus ini mengajar kami bahwa ketika si bapak dengan iman mau mengikuti persekutuan doa, tanpa sadar dia memberi makan jiwanya dengan Firman. Dan ketika di setiap acara persekutuan, selalu kami lakukan penyembahan, kami berada dalam hadirat Tuhan, maka si bapak juga “meminum” urapan Allah yang menyembuhkan tubuh rohani dan berakibat pada kesehatan jasmani.

Kalau dipikir-pikir, tentunya si bapak – ketika tidak bersama-sama kami – tentunya beliau juga beribadah, sembahyang menurut apa yang selama ini beliau anut sebagai agama warisan, namun sepertinya ibadahnya itu tidak berpengaruh apapun terhadap kesehatan jiwa maupun fisiknya.

Dan fakta bahwa ketika seseorang mau merendahkan dirinya untuk membaca Firman Tuhan, merenungkan dan melakukan hidup seturut Firman, DAN mau juga mempersembahkan waktu dan hatinya untuk menyembah Tuhan dalam Roh, ternyata yang sakit juga sembuh, itu semakin meneguhkan kami bahwa bukan tanpa alasan Tuhan memerintahkan kita untuk merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Dan Roh Kudus telah mengajari saya bahwa ketika seorang manusia secara rutin “memberi makan jiwa” dan memberi jiwa “minum” dengan takaran yang cukup, maka dia akan tumbuh sebagai manusia Roh yang kuat dan tangguh. Panglima Besar Yosua adalah contohnya.

Alangkah dahsyatnya gereja Tuhan, jika semua orang meyakini bahwa beribadah kepada Tuhan, merenungkan Firman hidup dan menyembah Tuhan dalam Roh adalah suatu kebutuhan jiwa dan bukan sebagai beban kewajiban, dan alangkah luarbiasanya suatu ibadah jika disertai dengan kerinduan meluap untuk bersekutu dengan Sang Khalik.

Aleluia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s