Kualitas relasi sahabat Allah


Jika Anda memperhatikan kehidupan kekristenan, mungkin Anda akan menemukan orang-orang Kristen yang begitu bergairah melakukan ibadahnya kepada Allah, dan barangkali Anda juga akan mendapati orang-orang Kristen yang kurang bersemangat, yang mungkin hanya ke gereja setahun sekali saat perayaan Natal; orang menyebutnya Kristen kapal selam, atau mungkin juga kegereja kalau diajak atau dijemput; orang menyebutnya Kristen pedati, karena harus ditarik-tarik baru bisa berjalan. Perilaku seseorang dalam ibadahnya kepada Tuhan dapat menunjukkan sebaik apa kualitas hubungan atau kualitas relasinya kepada Tuhan.

Setidaknya saya mengenal tiga level hubungan: pertama adalah level anak, kedua adalah level hamba dan ketiga ialah level sahabat.

Seorang kristen yang sudah dilahirkan baru dengan Roh Kudus, maka keberadaan dan penyertaan Roh Kudus membuatnya menyadari bahwa ia adalah bagian dari umat tebusan, yaitu umat yang sudah ditebus oleh pengorbanan Yesus Kristus. Kemampuan untuk meyakini bahwa Yesus adalah Penebusnya, bahwa Yesus adalah Juruselamatnya, bahwa Yesus adalah Tuhannya, maka kemampuan atau kuasa itu ada oleh sebab keberadaan Roh Kudus yang telah melahirkan-baru orang kristen ini. Karena tanpa keberadaan Roh Kudus maka akan sulit sekali bagi seseorang untuk mempunyai keyakinan bahwa Yesus adalah Tuhan.

1 Korintus 12:3 Karena itu aku mau meyakinkan kamu, bahwa tidak ada seorangpun yang berkata-kata oleh Roh Allah, dapat berkata: “Terkutuklah Yesus!” dan tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: “Yesus adalah Tuhan”, selain oleh Roh Kudus.

Galatia 4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: “ya Abba, ya Bapa!”

Keberadaan Roh Kudus membuat seseorang menyadari bahwa ia mempunyai hak untuk meminta sesuatu dari Bapaknya, yaitu Allah. Itulah kualitas relasi dengan level seorang anak. Namun kita perlu memasuki level kualitas relasi yang lebih tinggi: level seorang hamba.

Seorang hamba bekerja untuk melaksanakan perintah majikannya atau tuannya. Hamba yang setia akan melakukan apapun yang diperintahkan oleh tuannya, sekalipun terkadang perintah sang majikan tidak sesuai keinginan sang hamba, atau jika seandainya sang hamba sedang kurang sehat, ia akan berusaha mengerjakan tugas yang dibebankan tuannya. Demikian juga kita selaku anak-anak Allah; kesadaran untuk melakukan Firman Allah, baik ataupun tidak baik keadaan kita, akan menunjukkan bahwa kita sudah memiliki hati seorang hamba. Terlebih kalau kita menyadari bahwa TUHAN adalah Allah yang secara pasti mempunyai rancangan terbaik untuk masa depan kita, adalah mustahil Dia memberikan beban, perintah ataupun tugas yang di luar batas kemampuan kita.

Memiliki level relasi seorang hamba juga dapat mengindikasikan tingkat kedewasaan rohani seseorang. Dalam level ini ketika kita melakukan perbuatan baik, atau semisal kita lakukan sesuatu untuk mendukung pekerjaan Tuhan, entahkah kita lakukan dengan pengorbanan waktu, tenaga bahkan keuangan, kita tidak akan merasa begitu berjasa di hadapan Allah, sebagaimana dicontohkan di ayat berikut:

Lukas 17:7-10

“Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan! Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum. Adakah ia berterima kasih kepada hamba itu, karena hamba itu telah melakukan apa yang ditugaskan kepadanya? Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.”

Benar. Seorang hamba sejati tidak akan merasa diri begitu berjasa terhadap majikannya, sebesar atau sepenting apapun tugas yang telah berhasil diselesaikannya. Hal yang sama juga kiranya yang menjadi komitmen kita, bahwa jika seandainya kita telah lakukan pengajaran Yesus Kristus dengan begitu baik, dijauhkanlah dari pikiran kita untuk merasa berjasa bagi Kerajaan Allah; maka Bapa di Sorga yang akan menyediakan upah yang disediakannya untuk hamba-hamba setia. Itulah sikap hati anak-anak Allah dengan kualitas hubungan seorang hamba Allah. Tetapi akan lebih sempurna jika kita berhasil naik ke level seorang sahabat Allah.

Jika level seorang anak diwarnai denga kesadaran bahwa kita mempunyai hak untuk meminta kepada Bapa kita; bila level seorang hamba ditengarai dengan sikap hati untuk taat kepada perintah Sang Bapa, maka sikap seorang sahabat akan diwarnai dengan lebih banyak rasa hormat (respect) terhadap sahabatnya. Abraham adalah seseorang yang sangat menghormati tamunya; mari kita perhatikan kisah berikut:

Kejadian 18:1-8

Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, serta berkata: “Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini. Biarlah diambil air sedikit, basuhlah kakimu dan duduklah beristirahat di bawah pohon ini; biarlah kuambil sepotong roti, supaya tuan-tuan segar kembali; kemudian bolehlah tuan-tuan meneruskan perjalanannya; sebab tuan-tuan telah datang ke tempat hambamu ini.” Jawab mereka: “Perbuatlah seperti yang kaukatakan itu.” Lalu Abraham segera pergi ke kemah mendapatkan Sara serta berkata: “Segeralah! Ambil tiga sukat tepung yang terbaik! Remaslah itu dan buatlah roti bundar!” Lalu berlarilah Abraham kepada lembu sapinya, ia mengambil seekor anak lembu yang empuk dan baik dagingnya dan memberikannya kepada seorang bujangnya, lalu orang ini segera mengolahnya. Kemudian diambilnya dadih dan susu serta anak lembu yang telah diolah itu, lalu dihidangkannya di depan orang-orang itu; dan ia berdiri di dekat mereka di bawah pohon itu, sedang mereka makan.

Abraham seorang yang ramah dan amat sangat menghormati TUHAN.  Pada kisah tersebut, TUHAN disertai dua malaikat-Nya menampakkan diri sebagai manusia dan begitu juga dengan dua malaikat pengiring-Nya. Nampaknya Abraham menyadari bahwa tamu-tamunya bukan orang sembarangan, setidaknya mereka adalah utusan TUHAN atau bahkan TUHAN sendiri. Kita mendapat kesan betapa ramahnya dan betapa menghargainya Abraham, betapa dia sangat menghormati tamu-tamunya. Kisah seputar kehidupan Abraham akan menjelaskan bagaimana Allah sangat berkenan kepada Abraham, seorang anak manusia yang begitu ramah kepada TUHAN dan sangat menghormati Dia. Relasi Abraham dengan TUHAN adalah hubungan antara dua orang sahabat.

Jika kita, sebagai anak Allah, kita secara sadar mau memberikan segala rasa hormat kita kepada Allah; yang melatari ketaatan kita kepada TUHAN bukan karena takut dihukum (jika ini alasannya maka kita baru mencapai level hamba), melainkan karena kita menghormati dan sangat menghargai TUHAN, Allah kita. Kita perlu belajar menunjukkan keramahan hati kita kepada TUHAN. Kalau saja setiap orang Kristen adalah orang-orang yang sangat ramah kepada Allah; adalah orang-orang yang sangat menghormati Allah, maka setiap ibadah kita, setiap kebaktian yang kita lakukan akan menghadirkan hadirat Allah yang sangat kuat dan jika TUHAN hadir maka akan begitu mudah terjadinya mujizat.

Semoga setiap orang Kristen selekasnya mengambil komitmen untuk menjadi sahabat-sahabat Allah.

Abraham HE

One thought on “Kualitas relasi sahabat Allah

  1. Shalom dan selamat pagi/siang bapak/ibu sekalian. Senang sekali dapat bertemu dan berkenalan dengan bapak/ibu.
    Kami dari penerbit buku dan majalah Rohani Yogyakarta. Memberi informasi Mengenai tawaran menulis buku, kami sampaikan bahwa penerbit ANDI sedang membuka program kerja sama dengan para hamba Tuhan melalui MoU Pribadi. Program ini sendiri baru kami laksanakan mulai Mei 2013 sehingga orang-orang yang nantinya bersedia (deal kerja sama) akan menjadi pionir yang dapat mendapatkan manfaat lewat program ini.
    Intinya, kami rindu untuk memfasilitasi para hamba Tuhan yang rindu menjadi berkat melalui buku yang diterbitkan melalui Penerbit ANDI Yogyakarta. Ada pun kriteria maupun syarat kerja sama tersebut kami lampirkan bersama e-mail ini, supaya bapak/ibu dapat membaca dan mempelajari lebih lanjut. Jika ada hal yang perlu ditanyakan, jangan segan untuk langsung menyampaikan supaya kami bisa mengetahui maupun berdiskusi mengenai hal tersebut.
    Mengenai Mou perorangan adalah penulis memesan buku dan menjualnya sendiri sebanyak 1000 eksempalar selama satu tahun. 1000 eksemplar bisa di ambil bertahab. Pertahap bisa diambil 350 eks atau 500 eks bahkan bisa di ambil sekaligus jika penulis membutuhkan. dan jika pesan banyak penerbit bisa menerbit lebih dari 1000 sesuai pemesanan. Dalam hal ini keuntungan MOU pribadai yang pertama adalah, penjualnya cepat jika penulis membantu menjualnya. kedua, penulis mendapat keuntungan dari penjualan buku yang dijualnya. Selain itu royalti diberikan kepada penulis oleh penerbit setiap 6 bulan sekali. penulis mendapat royalti 10% dari penerbit. Jika penulis memesan buku akan diberi diskon 30&. yang ketiga keuntungannya adalah penulis cepat dikenal oleh komunitas di mana mereka ,melayani. Yang terpenting dari bagian ini adalah buku dari penulis tentunya menjadi berkat bagi orang yang membacanya, sehingga nama Tuhan dipermuliakan. Jika penulis keberatan kami juga menawarkan 500 eks hanya resikonya di bukunya, artinya harga buku lebih mahal dari yang seribu.
    Penerbit juga akan membanatu mempromosikan penulis melalui toko-toko buku cabang-cabang Andi Offset di seluruh Indonesia dan menjualnya.
    Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian bapak/ibu kami ucapkan terima kasih. Kami tunggu kabar dari bapak/ibu dan kiranya Tuhan membuka jalan supaya kerja sama dapat berlangsung.
    Dibawah ini kami melampirkan kriteria penulisan dan MoU perorangan. Silahkan di unduh untuk melihatnya.

    Kami juga melayani MOU Buku umum, seperti Psikologi, sejarah, matematika dan lain-lainnya, jika berminat segera menghubungi kami.

    Mohon maaf, jika ada nomor telphone(PIN BB) dan email atau twitter yang bisa kami hubungi untuk mempermudah komunikasi dengan bapak/ibu silahkan kirem kepada kami. Terima kasih. Tuhan Yesus Memberkati.

    Hormat kami,

    Kirenius
    P&RD ANDI
    Jl. Beo 38-40 Yogyakarta 55281.

    Kirenius, S.PdK. (Staf PNRD).
    CP: 081327713987./088216104140
    0274-561881 (Eks. 208).
    Pin BB: 321B021B.
    E-mail: bukumajalahrohani@gmail.com

    Catatan: Bagi bapak/ibu saudara/i yang ingin pesan buku-buku dan majalah rohani di penerbit Andi Offset Yogyakarta, hubungi staff kami di 081327713987/088216104140. Pin BB: 321B021B. Kirenius (Staf P&RD).Facebook. bukumajalahrohani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s