Kuasa memberi perintah


Setiap orang Kristen bila ditanya: apakah Tuhan Mahakuasa? Tentu mereka akan menjawab: Ya, benar, Tuhan Mahakuasa. Tuhan berkuasa melakukan apa saja tanpa ada yang sanggup menghalangi Dia, dan salah satu contohnya adalah: kuasa untuk memberi perintah kepada ciptaan-Nya. Selain itu kita akan melihat beberapa ayat Alkitab terkait kuasa memerintah, sehingga dengan memahami janji Tuhan tersebut, kita dapat hidup dalam interaksi dengan Tuhan secara lebih lagi.

Tuhan memerintahkan burung-burung gagak memelihara Nabi Elia. [1 Raja-raja 17:1-6]

Tuhan memerintahkan burung-burung gagak mengirim roti dan daging untuk Nabi Elia

1  Lalu berkatalah Elia, orang Tisbe, dari Tisbe-Gilead, kepada Ahab: “Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan.”2  Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:3  “Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.4 Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”5  Lalu ia pergi dan ia melakukan seperti firman TUHAN; ia pergi dan diam di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.6 Pada waktu pagi dan petang burung-burung gagak membawa roti dan daging kepadanya, dan ia minum dari sungai itu.

Tuhan berkuasa memerintahkan berkat. [ Imamat 25:1-4,21]

TUHAN berfirman kepada Musa di gunung Sinai:  “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakan kepada mereka: Apabila kamu telah masuk ke negeri yang akan Kuberikan kepadamu, maka tanah itu harus mendapat perhentian sebagai sabat bagi TUHAN.  Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu,  tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi TUHAN. Ladangmu janganlah kautaburi dan kebun anggurmu janganlah kaurantingi.”

Ladang Gandum (sumber: kaskus.us)

“Apabila kamu bertanya: Apakah yang akan kami makan dalam tahun yang ketujuh itu, bukankah kami tidak boleh menabur dan tidak boleh mengumpulkan hasil tanah kami?Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk tiga tahun.  Dalam tahun yang kedelapan kamu akan menabur, tetapi kamu akan makan dari hasil yang lama sampai kepada tahun yang kesembilan, sampai masuk hasilnya, kamu akan memakan yang lama.”

Di era Perjanjian Lama, Tuhan menetapkan peraturan (taurat) bagi bangsa Israel, bahwa bangsa pilihan itu boleh menanami ladangnya dalam enam tahun, namun di tahun yang ke tujuh, ladang tersebut haruslah diberi istirahat, sebagai tahun sabat bagi tanah tersebut dan sekaligus sebagai tahun Yobel. Di tahun yang kedelapan, ladang tersebut boleh ditanami, namun hasilnya sebagai buah sulung, sehingga tidak boleh dikonsumsi (jika tidak salah, itu dipersembahkan untuk kaum Lewi dan untuk orang-orang miskin yang dibiarkan memetik sendiri sebebas-bebasnya).  Baru di tahun kesembilan, hasil ladang boleh dipetik untuk dikonsumsi sendiri, namun tentu saja memerlukan waktu dihitung dari mulai menanam sampai ke masa panen. Karena itu, praktis selama tiga tahun, yaitu tahun ke: 7,8,9 maka umat Israel memakan hasil lama dari panen tahun keenam.

Tuhan berjanji akan memerintahkan berkat di tahun yang keenam, sehingga pada tahun tersebut hasil ladang akan cukup untuk dimakan selama 3 tahun ke belakang (ayat 21). Juga di era Perjanjian Baru, Tuhan sanggup memerintahkan berkat untuk melipat gandakan apa yang Anda dan saya kerjakan dalam menafkahi hidup, asalkan kita hidup dalam cara-cara yang berkenan di hadapan Tuhan.

Tuhan sanggup memerintahkan virus penyakit untuk menjauh dari kita

Dalam suatu ibadah, saya tergerak menyampaikan kebenaran Firman Tuhan, bahwa Tuhan sebenarnya sanggup memerintahkan virus penyakit untuk menjauh dari kita. Beberapa hari kemudian, seorang jemaat luar kota mengirimkan SMS kepada saya, beliau kira-kira menulis begini: “Terimakasih kotbahnya kemarin pak. Biasanya saya kalau kehujanan lantas mudah batuk dan flu, tetapi ketika saya dengar kotbah bapak, bahwa Tuhan sanggup memerintahkan virus penyakit untuk menyingkir dari kita, lalu sewaktu pulang ibadah (jaraknya 40 km an dari Gereja kami) saya kehujanan, tetapi ajaib, saya tidak sakit, saya tetap sehat. Gbu.”

Wabah Flu Burung di Hongkong 12-03-2010 (sumber: kompas.com)

Ya, memang benar bahwa Tuhan betul-betul berkuasa memerintahkan semua makhluk ciptaan-Nya, termasuk virus-virus penyakit.  Bukti yang paling mencolok adalah, ketika di sekitar kami ada wabah penyakit tertentu, misalnya musim batuk dan influenza, ketika sebagian besar orang terkena wabah tersebut dan sakit, sementara kita tetap sehat, maka hal tersebut membuktikan kebenaran bahwa Tuhan sanggup melakukan keajaiban tersebut untuk membedakan umat-Nya dengan orang dunia.

Tulah mesir merupakan fakta tidak terbantah, bagaimana Mesir ditimpa berbagai tulah, diantaranya wabah-wabah penyakit, kecuali tanah Gosyen, tempat tinggal orang Israel pada waktu itu.

Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu dan Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu. [Keluaran 23:25]

TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau. [Ulangan 7:15]

Kami dan banyak orang Kristen sudah membuktikan bahwa Tuhan sanggup memerintahkan baik penyakit (untuk menjauh) maupun berkat (untuk mendatangi). Ini saatnya semakin banyak orang percaya meraih berkat-berkat yang sudah tersedia melimpah untuk umat pilihan Tuhan. Haleluya!

3 thoughts on “Kuasa memberi perintah

  1. kadang2 apa yg tertulis di dalam aklitab dgn konteks jaman skrg ini sangat sulit utk direalisasikan..
    tetapi saya sebagai umat Tuhan mau tdk mau musti percaya dan melakukanya..
    amen

    • @Erna Madu Ratna,
      Kami mempunyai pengalaman yang tidak hanya sekali, namun berkali-kali, dalam banyak kasus, bahwa mujizat memang masih terjadi. Saya yakin bahwa Tuhan tidak pilih-pilih, melainkan Tuhan rindu melakukan mujizat melalui banyak hamba-Nya.

      Banyak kasus menunjukkan bahwa dibutuhkan kondisi-kondisi tertentu supaya Tuhan dapat lakukan mujizat dengan “nyaman”.

      Misalnya, Tuhan paling senang melakukan mujizat ketika kita memberitakan Injil, memperkenalkan Yesus, kuasa Penebusan Yesus, kuasa bilur Yesus dan seterusnya kepada orang-orang yang SAMASEKALI belum pernah mendengar Injil. Silahkan jalan-jalan di bagian “Kesaksian” di blog ini yang kami sajikan berdasarkan fakta yang telah terjadi.

      Yang lain, Tuhan paling senang menunjukkan mujizat-Nya kepada setiap orang percaya, juga yang sudah lama mendengar Injil, yang selalu hidup berdamai dengan semua orang, selalu mengampuni semua orang dengan tulus dan minta ampun kepada Tuhan untuk dosa keteledoran dsb nya.

      Mengalami pelayanan yang disertai terjadinya mujizat, misalnya kesembuhan ilahi, akan membuat iman kita “menggelembung” sehingga kita menjadi Kristiani yang berakar sangat kokoh di dalam Yesus Kristus.

      Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s