Menemukan Tuhan


4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: “Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.” 6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. (Amos 5:4-6)

Allah mau supaya kita hidup merdeka, hidup yg benar2 tidak terbelenggu, dengan cara mencari Allah. Ini bukanlah hidup yg terikat  oleh hawa nafsu, keterikatan pada sesuatu yang duniawi, dendam, ketidak tahuan, penuduhan, ketidak layakan, maupun gaya hidup yang tidak kudus. Mencari Allah adalah berusaha untuk menemukan Allah, bukan dengan hanya “menemukan Allah” pada saat beribadah yang terkadang untuk mengikuti ibadah 1 jam saja tidak betah, dan tidak “mudheng”, bukan memanfaatkan gereja hanya sebagai alat mesin absen – tdk peduli apakah di gereja ada interaksi dgn Allah?… bukan menggunakan tempat ibadah hanya sebagai tempat legalitas bahwa kita beragama. Kita akan melihat contoh dua orang yang berhasil menemukan Allah dalam ayat-ayat berikut:

18 Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” 19 Lalu Yesuspun bangunlah dan mengikuti orang itu bersama-sama dengan murid-murid-Nya. 20 Pada waktu itu seorang perempuan yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. 21 Karena katanya dalam hatinya: “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” (Mat 9:18-21)

Kedua orang itu adalah contoh orang-orang yang telah menemukan Tuhan; orang-orang yang hatinya terpaut kepada Tuhan, mereka telah menemukan kuasa-Nya. Kepala rumah ibadat itu anaknya baru saja meninggal, itu yang menjelaskan bhw lelaki itu telah menemukan Tuhan. Wanita itu, seluruh hartanya sudah habis buat berobat, ungkapan  “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.” Menunjukkan bahwa dia sudah menemukan Tuhan. Kalau saja ia tidak berhasil menemukan Tuhan, mungkin ia akan mati karena penyakitnya itu, atau karena mati ngenas, mati “nggrantes”. Banyak kasus orang bunuh diri karena jengkel lantaran sakit penyakit, sebab tidak menemukan Tuhan.

4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.” 5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.” 6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. (Lukas 5:4-6)

Simon sudah menemukan Yesus, maka ketika Dia perintahkan untuk tebar jala, maka Simon melakukan tebar jala,… Ketika kita sudah berusaha lakukan sesuatu pekerjaan dan tiada hasil, lalu orang lain menyuruh kita mengulangi pekerjaan yang sama , maka apa yang kita pikirkan? Petrus telah melakukan hal yang menembus logika oleh sebab dia telah menemukan Tuhan, dan sebagai hasilnya, jala mereka hampir2 koyak: Simon “kuwalahan” menerima berkat. Maka,… cari Tuhan, dan percaya saja apa yang Tuhan katakan ,… Lalu bagaimana seseorang bisa menemukan Tuhan?

Merendahkan hati sampai kita berhasil menemukan Tuhan. Ketika seseorang ketemu dgn Yesus, maka ada sesuatu perubahan yang terjadi. Zakheus telah menemukan Yesus, maka dia benar2 berubah 180 derajat, ada perubahan perilaku yang nampak kemudian. Hidup dalam yesus, hidup dalam kebenaran.

17 Beginilah firman TUHAN, Penebusmu, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah TUHAN, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. 18 Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti, (Yesaya 48:17-18)

Itulah hidup,… hidup dalam damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering, kebahagiaan kita tidak pernah berhenti. Tetap tinggal, tinggal tetap,… “nglendhot” bersandar, artinya, kalau yang disandari pergi, yang nyandar akan terjatuh.

Kita perlu memperhatikan, memahami dan melakukan Fiman-Nya agar  menemukan Dia. Ketika para rasul berdoa bersama,goyanglah tempat itu, sebagai wujud kehadiran Allah. Ketika datang dengan ibadah sikap

13 Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat engan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari ada-Ku, dan ibadahnya kepada-Ku hanyalah perintah manusia yang dihafalkan, (Yesaya 29:13)

Yang Allah mau, ketika kita beribadah dengan sikap hati yang benar, kita melakukan spt apa yg dilakukan oleh para rasul dahulu, sesuatu yang menghentak hati Allah, yang menggoncang hati Allah. Kain dan Habel, apa bedanya? … hati Kain dipenuhi onak dan duri … karena apa yg kita lakukan hanya menjadi bagian dari sekedar yang kita lakukan

21 “Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.” (Amos 5:21-24)

Mereka lakukan hal yg tidak tulus, tapi hanya “pantes-pantese” saja, sekedar formalitas ibadah,… ternyata itu bukan korban persembahan yang terbaik. Krn mereka beribadah tidak dgn segenap hati, mrk tidak memperhatikan peraturan2 Tuhan. Kebenaran dari kehidupan kita, itulah yang Allah mau untuk kita dapat persembahkan.

Saat beribadah, kita berusaha menangkap kehadiran-Nya, kita temukan Yesus dengan apa yang dapat kita kerjakan. Dengan menjadi murid, kita akan mengalirkan kehidupan. Dengan menjadi murid yesus, kita mengalami kehidupan seperti Yesus, kita memiliki perjumpaan dengan Yesus, maka kita harus mengalirkan kehidupan yang dari Yesus, agar orang lain yang terima aliran itu bisa memperoleh daya hidup-Nya.

1 Maka Yesus memanggil kedua belas murid-Nya, lalu memberikan tenaga dan kuasa kepada mereka untuk menguasai setan-setan dan untuk menyembuhkan penyakitpenyakit. 2 Dan Ia mengutus mereka untuk memberitakan Kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang, (Lukas 9:1-2)

Kita harus mengalirkan apa yang Yesus telah berikan kepada kita untuk: mengusir setan, menyembuhkan orang sakit; itulah bagian yang perlu kita lakukan. Kita memberitakan injil, kita menyembuhkan orang, maka orang itu akan memiliki kehidupan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s