Mengapa Tuhan mengasihi Israel?


Semenjak peristiwa air bah zaman Nuh, sejak peristiwa menara Babel, manusia terserak ke seluruh bumi, terpisah-pisah dalam berbagai bangsa dan suku bangsa, dan Alkitab mencatat Israel sebagai suatu bangsa yang sepertinya memiliki arti khusus bagi TUHAN. Banyak nabi TUHAN berasal dari bangsa ini, walaupun ternyata masih banyak juga orang yang belum mengetahui bahwa Nabi Musa berkebangsaan Israel, dari suku Lewi, anak Lea, isteri pertama Yakub (Yaqub), dan begitupun “Nabi” Isa AS (Yesus Kristus), nabi Yahya (Yohanes Pembaptis), nabi Ilyas (Elia) dll. Tetapi ada satu hal yang cukup menarik, yaitu: mengapa TUHAN Semesta Alam seperti mengistimewakan bangsa Israel, terutama dalam konteks purba, dan kita pun tidak memungkiri fakta bahwa banyak dari orang-orang cerdik pandai yang menemukan temuan2 penting juga berasal dari bangsa itu?

Israel, seperti kita ketahui, adalah keturunan Yakub, anak Ishak, cucu Abraham dari “permaisuri”-nya : Sarai. Tidak terlalu jelas awal kehidupan Abraham, tetapi tampaknya ada sesuatu yang menarik hati TUHAN dalam diri seorang lelaki yang ketika lahir diberi nama Abram sehingga Allah berkenan menemui lelaki ini, mengajaknya “berbincang-bincang”, menjanjikan sesuatu, dan memerintahkan sesuatu kepada kakek Yakub ini. Kita hanya tahu bahwa Abram langsung taat kepada perintah Allah, melakukan “apapun” yang diperintahkan-Nya, dan dari respons yang baik itu sepertinya TUHAN tertarik untuk menawarkan sebuah perjanjian penting antara Dia dengan Abram.

Lalu Abram konsisten dengan ketaatannya, dan menerima dengan baik ajakan TUHAN untuk mengikat “mereka berdua” dengan sebuah ikatan perjanjian (Kej 17:2).

Kejadian 17:1-14

1 Ketika Abram berumur sembilan puluh sembilan tahun, maka TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman kepadanya: “Akulah Allah Yang Mahakuasa, hiduplah di hadapan-Ku dengan tidak bercela.

2 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau, dan Aku akan membuat engkau sangat banyak.”

3 Lalu sujudlah Abram, dan Allah berfirman kepadanya:

4 “Dari pihak-Ku, inilah perjanjian-Ku dengan engkau: Engkau akan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

5 Karena itu namamu bukan lagi Abram, melainkan Abraham, karena engkau telah Kutetapkan menjadi bapa sejumlah besar bangsa.

6 Aku akan membuat engkau beranak cucu sangat banyak; engkau akan Kubuat menjadi bangsa-bangsa, dan dari padamu akan berasal raja-raja.

7 Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.

8 Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.

9 Lagi firman Allah kepada Abraham: “Dari pihakmu, engkau harus memegang perjanjian- Ku, engkau dan keturunanmu turun-temurun.

10 Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat;

11 haruslah dikerat kulit khatanmu dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.

12 Anak yang berumur delapan hari haruslah disunat, yakni setiap laki-laki di antara kamu, turun-temurun: baik yang lahir di rumahmu, maupun yang dibeli dengan uang dari salah seorang asing, tetapi tidak termasuk keturunanmu.

13 Orang yang lahir di rumahmu dan orang yang engkau beli dengan uang harus disunat; maka dalam dagingmulah perjanjian-Ku itu menjadi perjanjian yang kekal.

14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjian-Ku.”

Kisah Israel yang panjang membuklikan bahwa bangsa Israel sering melakukan pelanggaran terhadap isi perjanjian, dan point yang paling sering dilanggar adalah “memiliki ilah-ilah lain” yang karena pelanggaran-pelanggaran itu maka TUHAN sering mengenyahkan (untuk sementara) Israel keluar dari negerinya. Namun ketika kemarahan TUHAN telah lilih, maka Dia “teringat” kepada Israel dan memanggil bangsa itu kembali dalam pelukan-Nya.

Ulangan 7:7-11

“… Bukan karena lebih banyak jumlahmu dari bangsa manapun juga, maka hati TUHAN terpikat olehmu dan memilih kamu—bukankah kamu ini yang paling kecil dari segala bangsa? — tetapi karena TUHAN mengasihi kamu dan memegang sumpah-Nya yang telah diikrarkan-Nya kepada nenek moyangmu, maka TUHAN telah membawa kamu keluar dengan tangan yang kuat dan menebus engkau dari rumah perbudakan, dari tangan Firaun, raja Mesir. Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan, tetapi terhadap diri setiap orang dari mereka yang membenci Dia, Ia melakukan pembalasan dengan membinasakan orang itu. Ia tidak bertangguh terhadap orang yang membenci Dia. Ia langsung mengadakan pembalasan terhadap orang itu. Jadi berpeganglah pada perintah, yakni ketetapan dan peraturan yang kusampaikan kepadamu pada hari ini untuk dilakukan.

Ikatan Perjanjian, itulah ternyata yang telah mengikat Allah dengan Israel.

Puji Tuhan, di era Perjanjian Baru ini TUHAN memberi kesempatan kepada semua bangsa, bukan hanya Israel, tetapi siapapun manusia yang mau memberikan hatinya kepada Tuhan, maka Dia berkenan untuk mengikat perjanjian Baru dengan setiap manusia. Dengan ikatan perjanjian inilah, merupakan alasan TUHAN untuk senantiasa peduli, bahkan ketika kita sering jatuh dalam dosa, tetapi kemudian kita bertobat, maka Dia akan mengampuni kita, sebab ikatan perjanjian Baru telah mensahkan kita menjadi umat kesayangan-Nya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s