Misteri gunung Merapi


Sekitar akhir bulan Januari seorang sahabat saya dengan inisial pak A  kerasukan, setelah beberapa hari  sebelumnya menemani adiknya, berinisial ibu R  yang berasal dari Bandung naik ke lereng gunung Merapi untuk menyaksikan kondisi lereng Merapi pasca erupsi dahsyat akhir tahun 2010 yang lalu. Kejadian itu cukup mengagetkan kami, lantaran selama ini pak A sering memberitakan injil, dan cukup banyak melakukan pengusiran setan terhadap orang-orang yang kerasukan.

Waktu itu ada semacam hajatan keluarga di kota Magelang sehingga kerabat pak A berkumpul di rumah pak A, termasuk di antaranya adalah keluarga ibu R dengan suaminya, bapak Y.

Setelah hajatan selesai, itung-itung mumpung sedang berada di kota Magelang, ibu R mengajak bapak A untuk naik ke lereng gunung Merapi guna menyaksikan sendiri dari dekat keadaan lereng gunung yang paling aktif se Indonesia itu. Sesampainya di sana, ibu R mengambil sekedar pasir dan bebatuan, sebagai kenang-kenangan sekaligus bukti bahwa beliau sudah sampai ke lereng gunung Merapi. Tidak banyak, lalu dibawa pulang menuju rumah kakaknya, bapak A ditempat mana keluarga ibu R menginap.

Tetapi keesokan harinya bapak A keluar rumah dan menuju sungai kecil yang memang terdapat di dekat rumah pak A, sementara itu isterinya, yaitu ibu A, beliau pergi belanja ke pasar. Sesampai di sungai itulah pak A menceburkan diri di lumpur sungai, hingga badannya belepotan. Beruntung ada tetangga yang memergoki, lalu pak A dipapah pulang dengan tubuh masih belepotan lumpur. Anehnya, ketika sanak familinya menyapa pak A, si bapak malah bertanya: “Siapa kamu?”….

Lalu tahulah mereka, bahwa pak A sedang kesurupan.

Setelah didoakan oleh ibu R dan pak Y, suami ibu R, maka pak A sadar dari kerasukannya. Lalu batu dan pasir yang mereka ambil dari lereng Merapi dibuang begitu saja.

Salam.

Iklan

5 thoughts on “Misteri gunung Merapi

  1. @ Hery Banda :
    1. Kok saya sudah ga kehitung brp kali lewat lokasi2 yg kata orang kalau lewat situ mesti bilang permisi atau kasih klakson dsb, tapi ga pernah diganggu. Maksud saya, anggapan mesti permisi atau kasih salam, tidak dpt dipastikan akan menyebabkan roh jahat di situ mengganggu kita.
    2. Supaya adil, boleh jg kita mendengar pendapat sebgn org yang menganggap lokasi2 tertentu “dikuasai” oleh roh-roh tertentu. Tapi kita juga perlu memperhatikan antitesisnya, yakni dunia ini adalah ciptaan Allahku, dan Dialah yang sesungguhnya yang menjadi pemilik sekaligus penguasa sesungguhnya. Antitesis ini sebetulnya adalah juga, menurut saya, iman yang besar yang perlu kita tunjukkan pada setan, disamping hal2 yang lainnya.

  2. hhe, ngeri banget ceritanya 🙂
    memang kita harus selalu hati hati kalo naik ke merapi, kita tak akan pernah tahu makhluk lain selalu mengawasi gerak gerik kita, asalkan kita tidak melkukan sesuatu yang buruk kemungkinan tidak akan diganggu

  3. Two things:1. HOW the fuck are we shrinking dicks? Like I want the science on this. Charts and graphs and studies and shit.2. WHY the fuck would we shrink dicks?! You don’t have to hate dicks (or what they are attached to) in order to be a feminist. I am fairly feminist and I happen to enjoy dicks that are not small.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s