Pelepasan sendiri


Gambar diambil dari: http://www.indiareport.com/..

Manusia terdiri dari 3 unsur: roh, jiwa dan tubuh jasmani (trikotomi). Tubuh tanpa jiwa adalah mati, tubuh dengan jiwa  tetapi tanpa roh tidak memiliki kesadaran. Manusia “standar” memiliki (1 jiwa + 1 tubuh jasmani + 1 roh manusia) ;  manusia “ciptaan baru” mempunyai (1 jiwa + 1 tubuh jasmani + 1 roh manusia + Roh Kudus). Roh Kudus pada manusia ciptaan baru akan menyertai roh manusia, berpadu tetapi tidak melebur menjadi satu, sebab jika kemudian orang tersebut murtad, maka Roh Kudus akan terpaksa meninggalkan dia.

Sayangnya, manusia “standar” adalah keturunan Adam yang telah berdosa, yang mewariskan kutuk kepada keturunannya. Sebagai akibatnya, setiap bayi yang lahir sudah tidak lagi hanya memiliki 1 roh manusia, melainkan “benih dosa” sudah mengisi jiwanya, sehingga roh manusianya sudah “ditemani” roh-roh jahat. Oleh karena itu, manusia yang bukan ciptaan baru, akan terdiri dari (1 tubuh jasmani + 1 jiwa + 1 roh manusia + roh-roh jahat). Layanan pelepasan adalah jenis pelayanan yang diajarkan oleh Tuhan Yesus, untuk membersihkan seseorang dari unsur-unsur si jahat, dan artikel ini akan membahas bagaimana kita dapat melakukan sendiri Pelepasan. Tentu saja jika tingkat kerasukan sudah sedemikian parahnya, sampai hilang kesadaran, dibutuhkan orang lain untuk melakukan pelepasan.

Kain dilahirkan oleh Hawa, ibunya, pada saat Adam dan Hawa sudah menjadi orang terkutuk lantaran dosa pertama mereka. Tetapi benih irihati sudah ada pada diri (baca = jiwa) Kain, yang kemudian mendorongnya membunuh Habel, sang adik. Sesuatu “yang mendorong” Kain inilah yang oleh TUHAN disebut sebagai “dosa yang sudah mengintip di depan pintu”, dimana “ia sangat menggoda engkau”.

Kejadian 4:3-8

3 Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban  persembahan;
4 Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak  sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN  mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu,
5 tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya.  Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.
6 Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan  mukamu muram?
7 Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik?  Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di  depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.”
8 Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.”  ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Benih irihati menjadi milik Kain karena ia keturunan Adam (pendosa).

Kita semua juga keturunan Adam. Hanya Yesus Kristus yang bukan keturunan Adam, sebab Yesus lahir dari Firman Allah, Dia adalah Firman yang menjadi manusia.

Karena kita merupakan keturunan Adam, maka konsekwensinya kita juga mewarisi “tabiat buruk” nenek moyang kita, yaitu benih-benih dosa. Tetapi Puji Tuhan, bahwa Allah telah menyediakan sarana yang lengkap agar kita dapat dibebaskan dari warisan jelek ini.

Sekarang kita akan pelajari bagaimana keadaan manusia yang tanpa roh manusia, belajar dari fenomena-fenomena yang sering terjadi.

Penulis mempunyai dua orang keponakan, anak dari kakak penulis. Keduanya sering dibawa Tuhan “jalan-jalan”, yaitu rohnya diangkat Tuhan dari tubuhnya.

Pada pengalaman pertama, mereka merasa aneh ketika melihat dirinya sedang berbaring, dan lalu dia  (rohnya) diajak Tuhan jalan-jalan. Mereka tidak mengalaminya secara bersamaan, namun dalam waktu yang berbeda (http://gideonagusswt.wordpress.com).

Tubuh yang ditinggalkan tetap bernafas, seperti orang tidur, namun sama sekali tidak dapat diajak berkomunikasi. Itu mungkin seperti sebuah komputer tanpa program. Hidup tetapi tidak dapat mengerjakan sesuatu. Itulah keadaan tubuh yang memiliki jiwa namun tanpa roh.

Sepengetahuan penulis, manusia normal terdiri dari (1 jiwa + 1 roh + 1 tubuh).  Tetapi seiring dengan waktu, unsur roh dapat ditambah, sehingga jumlah roh dapat mencapai lebih dari satu. Coba kita lihat contoh berikut:

Markus 5:1-13

1 Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang  Gerasa.

2 Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang  kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia.

3 Orang itu diam di sana dan tidak ada seorangpun lagi yang sanggup mengikatnya, sekalipun dengan rantai,

4 karena sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantainya diputuskannya dan belenggunya dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorangpun yang cukup kuat untuk menjinakkannya.

5 Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit  sambil berteriak-teriak dan memukuli dirinya dengan batu.

6 Ketika ia melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia  mendapatkan-Nya lalu menyembah-Nya,

7 dan dengan keras ia berteriak: “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa  aku!”

8 Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya: “Hai  engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!”

9 Kemudian Ia bertanya kepada orang itu: “Siapa namamu?”  Jawabnya: “Namaku Legion, karena kami banyak.

10 Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir  roh-roh itu keluar dari daerah itu.

11 Adalah di sana di lereng bukit sejumlah besar babi sedang  mencari makan,

12 lalu roh-roh itu meminta kepada-Nya, katanya: “Suruhlah  kami pindah ke dalam babi-babi itu, biarkanlah kami memasukinya!”

13 Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah  roh-roh jahat itu dan memasuki babi-babi itu. Kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya.

Kisah tersebut menjelaskan bagaimana satu orang manusia, dengan satu jiwa, bisa terisi ribuan roh jahat.

Jiwa bagaikan kantung (mengutip Ibu Dorcas Daud) yang dapat memuat begitu banyak roh. Keberadaan roh lain (selain roh manusianya) akan dapat mempengaruhi perilaku dan kecenderungan perilaku orang yang bersangkutan. Pada contoh di atas, keberadaan roh legion yang ribuan jumlahnya itu menyebabkan orang tersebut memiliki energi luar biasa besar, sampai dapat memutuskan rantai-rantai besi dan memusnahkan belenggu-belenggu (ayat 4). Namun di samping itu ada kecenderungan-kecenderungan yang bersifat merusak, ia sering memukuli diri sendiri dengan batu (ayat 5). Itulah efek dari keberadaan roh-roh jahat yang merasuki seseorang.

Tentu saja keberadaan roh-roh jahat akan sangat menghalangi seseorang untuk berbuat baik atau berbuat bakti bagi Allah dan untuk sesama manusia. Sebagai contoh: akal budi dan hati nurani akan memberitahu seseorang untuk hidup suci, hidup kudus, tetapi keberadaan roh perzinahan akan mendorong seseorang untuk berzinah. Seseorang yang sudah diperbudak oleh roh perzinahan, akan sangat sulit untuk membebaskan diri dari dorongan berzinah tersebut. Jadi, keberadaan roh jahat dalam jiwa seseorang akan menghambat dia untuk hidup sesuai Firman Tuhan.

Di bawah kondisi apa seseorang dapat kemasukan atau kerasukan roh-roh jahat?

Secara umum, setiap pelanggaran terhadap Firman Tuhan dapat menjadi pintu masuk bagi roh-roh jahat, sebab apabila terjadi pelanggaran Firman Tuhan, maka Tuhan dapat melepaskan proteksinya terhadap orang tersebut, sehingga bisa menjadi sasaran empuk bagi si jahat.

Jika seseorang melakukan penyembahan berhala, mengkoleksi patung-patung untuk disembah (walaupun itu adalah patung Yesus atau patung bunda Maria), maka secara otomatis ia akan kehilangan proteksi ilahi. Banyak contoh membuktikan ini. Mengenai patung akan penulis rilis dalam waktu dekat.

Ketika seseorang kehilangan proteksi ilahi, walaupun ia Kristen, maka “Tuhan membiarkan” dia untuk dikerjain iblis, sehingga iblis dengan leluasa dapat memasukkan roh-roh jahatnya, entahkah itu roh sakit penyakit, roh perjinahan dan lain sebagainya.

Setiap orang seharusnya dapat mendekteksi apakah di dalam dirinya ada roh jahat atau tidak. Caranya, dengan merenungkan diri, dengan mengamati gejala di dalam diri, apakah muncul atau ada kecenderungan-kecenderungan berbuat dosa. Apakah mudah sakit, mudah masuk angin, batuk, pilek, demam, sakit-sakit dan lain sebagainya. Jadi setiap orang dapat meneliti dirinya sendiri, adakah ia kehilangan proteksi ilahi? Karena ada janji Tuhan di ayat-ayat berikut:

Ulangan 7:12,13,15

12 “Dan akan terjadi, karena kamu mendengarkan peraturan-peraturan itu serta melakukannya dengan setia, maka terhadap  engkau TUHAN, Allahmu, akan memegang perjanjian dan kasih setia-Nya yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenekmoyangmu.
13 Ia akan mengasihi engkau, memberkati engkau ….
15 TUHAN akan menjauhkan segala penyakit dari padamu, dan  tidak ada satu dari wabah celaka yang kaukenal di Mesir itu akan ditimpakan-Nya kepadamu, tetapi Ia akan mendatangkannya kepada semua orang yang membenci engkau.

Penulis sangat mengimani ayat-ayat tersebut, dan Puji Tuhan, sudah lebih dari 5 tahun sampai hari ini, penulis tidak pernah lagi berurusan dengan obat-obatan maupun kedokteran untuk urusan sakit penyakit. Sebab ketika ada gangguan kesehatan, penulis belajar introspeksi sampai menemukan kesalahan/dosa yang mungkin sengaja / tak sengaja penulis lakukan. Lalu ketika akar masalahnya sudah ketemu, penulis dengan tulus meminta ampun kepada Tuhan (dan tentu saja mengampuni semua orang dengan sungguh dan tulus juga) dan “SELALU” Tuhan menunjukkan kebaikan dan kesetiaan-Nya mengusir setiap penyakit dari diri penulis. Inilah kesaksian hidup penulis blog ini.

Bagaimana Melakukan Pelepasan Sendiri:

Cara yang tebukti sangat efektif untuk melakukan pelepasan sendiri, Anda dapat melakukannya menurut tips berikut:

  1. Sadari dan imani bahwa keberadaan roh jahat dalam jiwa kita akan membuat kita cenderung berkubang dalam dosa, sehingga kita mutlak perlu dibersihkan dari setiap unsur roh jahat.
  2. Sadari dan imani bahwa kita harus hidup suci, hidup kudus, dan dibebaskan dari setiap keinginan dosa.
  3. Sadari dan imani bahwa hanya Kuasa Roh Kudus yang dapat membersihkan jiwa kita secara tuntas, dan PERCAYAI bahwa setiap orang yang percaya kepada nama Yesus, pada Kuasa Penebusan Yesus, adalah orang-orang yang berhak memperoleh pelepasan.
  4. Anda perlu merasa JIJIK kepada roh-roh jahat yang secara “kurangajar” telah mengotori jiwa Anda. Bayangkan roh jahat seperti KECOAK atau TIKUS GOT atau binatang yang membuat Anda jijik, dan INGINKAN agar roh-roh jahat itu diusir dari jiwa Anda.
  5. Mintalah Roh Kudus mengingatkan Anda mengenai dosa apa yang saudara pernah lakukan, mungkin itu dosa yang sengaja Anda lakukan, mungkin dosa yang selama ini belum Anda sadari, tetapi (ini yang perlu kita camkan) setiap dosa, entah dilakukan secara sadar ataupun tidak sadar, maka setiap dosa adalah MENYAKITI HATI TUHAN. Itulah sebabnya kita perlu minta bimbingan Roh Kudus (Roh Penolong, Penasihat) memberitahu kita tentang dosa yang sudah kita lakukan.
  6. Jika kita sudah teringat akan dosa, rendahkan diri kita di hadapan TUHAN, lalu meminta ampun dengan tulus dan rendah hati. Menyombongkan diri, atau merasa diri saleh adalah tindakan yang bodoh. Jangan lupa untuk mengampuni dengan tulus semua dosa orang (Matius 6:14-15), lalu percayalah bahwa dosa Anda sudah diampuni.
  7. Setelah dosa kita diampuni (dan kita adalah orang yang percaya kepada Tuhan Yesus) maka tidak ada lagi hak roh jahat untuk tetap tinggal. Hardiklah roh jahat dari diri Anda, lakukan seperti Anda mengusir tikus got, lakukan sebagai seseorang yang berkuasa, hardik roh jahat. Jika selama ini Anda memiliki kecenderungan berzinah, maka usirlah roh perzinahan, hardik dengan keras dan jangan ragu. Penulis anjurkan Anda lakukan di kamar tertutup agar seberapa kuat Anda berteriak tidak akan mengganggu orang lain.

Cara seperti itulah yang sering penulis lakukan, dan TUHAN dengan setia melakukan pelepasan dengan kuasa Roh Kudus. Ketika Anda sudah menjadi orang Kristen, Anda perlu mengalami pelepasan sendiri, baru kemudian Anda dapat melayani orang-orang lain.

Matius 5:19

“… tetapi siapa yang  melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga.”

Hal-hal atau sikap yang dapat menggagalkan pelepasan

Ada kalanya proses pelepasan harus dilakukan cukup lama sehingga melelahkan, dan tidak sedikit yang tidak tuntas atau bahkan gagal total. Berikut hal-hal yang dapat menghambat proses pelepasan:

  1. Orang tersebut belum bertobat. Jika seseorang, setelah Roh Kudus mengingatkan dosanya, tetapi ia mengeraskan hati, dan tidak mau mengakuinya di hadapan Tuhan, maka kuasa Roh Kudus tidak akan bekerja.
  2. Untuk roh-roh jahat tertentu yang memang pernah diundang masuk: misalnya roh perdukunan, ilmu kebal, ilmu kesaktian, ilmu yang didapat dengan membaca mantera-mantera tertentu, maka pembacaan mantera-mantera merupakan “undangan resmi” bagi roh jahat yang berdasarkan itu mereka merasa memiliki hak untuk tinggal di dalam jiwa orang tersebut. Untuk kasus seperti ini memerlukan pertobatan dan penyesalan yang sungguh-sungguh, dan akan lebih efektif kalau yang bersangkutan berpuasa. Minta ampun kepada TUHAN dengan sangat sungguh-sungguh.
  3. Kalau seseorang masih merasa sayang dengan “ilmu” yang dia miliki. Karena itu yang bersangkutan harus dari dalam hatinya sendiri memiliki niat untuk membuang segala “ilmu sampah” tersebut.
  4. Orang yang bersangkutan belum diampuni dosanya.

Hal-hal yang perlu dilakukan sesudah pelepasan:

Penulis cukup prihatin menyaksikan orang-orang yang seolah menjadi pelanggan pelepasan apalagi kalau dia orang Kristen yang sudah cukup lama. Dan sangat mungkin terjadi, bahwa pada orang-orang tersebut akan mempunyai karakter yang amburadul.

Mengapa bisa begitu?

Matius 12:43-45

43 “Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke  tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak  mendapatnya.
44 Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah  kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu  kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.
45 Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat  dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.”

Ayat-ayat di atas berbicara tentang pelepasan. Setelah seseorang dilepaskan dari roh jahat melalui layanan pelepasan, maka jiwanya ibarat rumah yang “kosong, bersih tersapu dan rapih teratur.” (ayat 44). Artinya, setelah proses pelepasan, hati seseorang merasa lega, ada rasa damai sejahtera yang sangat luar biasa oleh karena sudah tidak ada lagi unsur-unsur si jahat.

Tetapi mengapa roh jahat dapat  kembali ke “rumah kosong” tersebut? Mengapa roh jahat yang mengajak 7 roh jahat lainnya yang lebih jahat yang akan membuat keadaan orang itu lebih buruk dari sebelumnya?

Karena rumah itu kosong.

Karena itu, seseorang yang pernah dilepaskan dari roh jahat, maka MAU TAK MAU harus mengisi “rumahnya” yaitu jiwanya dengan Firman Allah. Tidak ada pilihan lain, dia harus secara sadar mau mengisi jiwanya dengan memakan sebanyak-banyaknya Firman Allah. Sampai kapan?  Seumur hidupnya !!

Sungguh, tidak ada pilihan lain. Setiap orang Kristen harus mau secara sadar merenungkan Firman Tuhan seumur hidupnya, bukan dengan terpaksa, tetapi dengan hati yang mengasihi TUHAN, atau kalau tidak, ia akan menjadi orang yang “jauh lebih jahat dari sebelumnya”.

Salam sejahtera.

Abraham

Iklan

7 thoughts on “Pelepasan sendiri

  1. Pak Abraham … terima kasih banyak tulisan Bapak sangat-sangat memberkati saya. Saya ingin punya hubungan yang intim dengan Tuhan Yesus seperti Bapak .. mohon didoakan ucapan berkat di Ulangan – saya diijinkan mengalaminya .. sungguh indah hidup bersama Tuhan dan berani menjadi saksi bagiNya seperti Bapak … terima kasih tulisannya. Maju terus Pak – Tuhan Yesus Memberkati.

  2. Bapak Abraham, terima kasih atas artikelnya. Yang ingin saya tanyakan : apakah saya bisa mengusir roh jahat dari dalam diri seseorang dari jauh tanpa orang itu tahu. Saya bukan orang yang bersih dari dosa tapi dari tulisan-tulisan yang saya baca tentang ciri-ciri orang yang dipengaruhi roh jahat saya yakin bahwa seseorang ini dalam keadaan dikuasai roh jahat. Mohon petunjuk doá apa yang harus saya deraskan. Banyak terima kasih.
    Tuhan Yesus memberkati. Amiien

  3. apa yang terjadi dalam pelepasan memang itu terjadi dalam kuasa tuhan tetapi menurut saya apakah nantinya ia tetap percaya kepada tuhan yesus dan apakah yang akan terjadi kepada setelah terjadi kepada dia

  4. Terima kasih atas Artikel nya Pak Abrahan…
    Sangat memberkati,
    Semoga Selurih Pelayanan Bapak semakin dipenuhi Kuasa.
    Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s