Rahasia panggilan Tuhan, dan dosa warisan


Kisah panggilan dan pengutusan nabi Yeremia sebagai nabi TUHAN menyingkapkan rahasia panggilan Tuhan atas diri seseorang. Kisahnya terdapat di ayat-ayat berikut:

Yeremia 1:4,5

Firman TUHAN datang kepadaku, bunyinya:
Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.

Ayat (5) mengajar kita bahwa roh Yeremia sudah dikenal TUHAN sebelum Dia membentuk janin Yeremia di kandungan ibunya. Tetapi ada sebuah hal yang sangat menarik dari konteks kalimat berikut :

“… dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,… “

Ketika janin Yeremia telah terbentuk, mulai saat itu terjadilah suatu mekanisme pembentukan sel-sel darah yang mengawali kehidupan si janin, sehingga di saat yang sama Jiwa Yeremia mulai ada sebagaimana Firman berkata:

“… Karena nyawa makhluk ada di dalam darahnya …” (Imamat 17:11)

Dan sesudah ada nyawa, maka TUHAN menaruh roh Yeremia di dalam jiwanya. Kita kembali ke konteks kalimat berikut:

“… dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau,… “

Bagian kalimat tersebut secara gamblang memberi penjelasan bahwa TUHAN telah menguduskan jiwa Yeremia ketika nabi ini masih berada dalam kandungan ibunya, sebelum dia dilahirkan sebagai seorang bayi. Sesuatu yang dikuduskan atau yang disucikan adalah sesuatu yang pada mulanya tidak kudus atau tidak suci. Mengapa TUHAN menguduskan jiwa Yeremia? Sebab jiwa Yeremia pada mulanya tidak suci. Lho, mengapa bisa begitu? Kapan Yeremia berdosa, bukankah ia masih dalam kandungan dan belum bisa berbuat apa-apa, termasuk berbuat dosa?…

Tetapi fakta bahwa TUHAN perlu menguduskan Yeremia sebelum dia diutus menjadi seorang nabi membuktikan bahwa pada mulanya jiwa atau nyawa Yeremia tidak suci atau tidak kudus. Dan satu-satunya alasan ketidak-sucian jiwa seorang bayi anak manusia adalah karena dia merupakan keturunan Adam atau keturunan orang berdosa. Seseorang boleh saja menganggap setiap bayi dilahirkan suci, namun Kitab Suci, khususnya kitab nabi Yeremia menyingkapkan kebenaran bahwa setiap bayi lahirpun telah memiliki dosa, telah mempunyai keadaan tidak suci, kecuali kalau TUHAN telah menguduskannya semenjak dari dalam kandungan, seperti contoh kisah nabi Yeremia.

(bersambung)


5 thoughts on “Rahasia panggilan Tuhan, dan dosa warisan

  1. “Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu.” (1 Korintus 12:10).
    Apa bhasa roh itu? Bgaimana mengucapkannya? Di GKBI apa ada ttg bhasa roh?
    Trma ksh bwt jwbn, Tuhan Yesus menyertai kita smw. . .

    • Shalom,
      Bahasa Roh adalah ucapan yang dihasilkan oleh mulut dan lidah seseorang yang sedang dipenuhi (kepenuhan) Roh Kudus yang terucap oleh dorongan Roh Kudus yang sedang memenuhi jiwanya. Berkata-kata dengan bahasa roh adalah karunia. Kitab Suci memberitahu kita bahwa orang yang sedang berbahasa Roh sebagian besar tidak memahami arti dari perkataan yang sedang diucapkannya, sebab bukan hasil pikiran ataupun akal budinya, melainkan Roh Kudus yang sedang berkata-kata melalui dia, akan tetapi justru orang lain (yang kebetulan menguasai bahasa tersebut) yang paham makna dari bahasa Roh.

      Kisah Rasul 2:1-11
      1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
      2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
      3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
      4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
      5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
      6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
      7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
      8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
      9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
      10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
      11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.”

      Para Rasul dan orang2 percaya itu mengucapkan bahasa2 asing yang sebelumnya tidak pernah mereka pelajari (ayat 9,10) dan para penonton yang memahami bahasa2 itu, mereka mengerti bahwa para Rasul dkk itu sedang memuji Allah untuk perbuatan2 besar yang diperbuat-Nya dengan bahasa2 asing tersebut (ayat 11).

      Akan tetapi ada orang2 tertentu yang diberi karunia menafsirkan bahasa Roh (bukan translator, melainkan Roh Kudus yang seketika memberitahu makna kata bahasa Roh yang sedang diucapkan seseorang).

      Bagaimana mengucapkan bahasa Roh? Ini bukan sesuatu yang dapat dipelajari sebagaimana bahasa Inggris, Perancis atau Arabic, melainkan tergantung dorongan Roh Kudus. Roh Kuduslah yang mendorong atau memberi ide untuk berbahasa Roh.

      GKBI saat ini belum mensosialisasikan bahasa Roh, namun saya optimis bahwa gerakan Roh Kudus akan membawa GKBI kearah itu, apalagi title “kerasulan” yang bermakna dipimpin oleh rasul-rasul, maka selayaknya kita perlu kembali kepada petunjuk awal di Kisah Rasul.

      Memang abad2 pertengahan – menurut sejarah gereja – melahirkan tatacara gereja yang diwarnai penyimpangan dari pola (pattern) Rasul2 awal, namun ada saatnya Tuhan mengembalikan jemaat-Nya kepada penggembalaan yang benar.

      Shalom.

  2. Di majalah Keluarga Kita no.11 bulan November tahun 2008 halaman 41 disebutkan bahwa semula karunia2 tersebut ada di GKBI, tapi thn 1933 Rs Bischoff melarang nubuat terbuka. Sayang sekali, krn kemudian sepertinya kuasa Roh Kudus sampai sekarang tidak nampak ada, tentang berbahasa Roh-pun kemudian jadi sesuatu yang asing. Tidak heran kalau Roh Kudus tidak mau bekerja, karena larangan sang rasul. Siapa yang bisa menyangkal kerasulan rasul Petrus? Ada, rasul Bischoff. GREAT!

    • Luven Luverne said:
      “Di majalah Keluarga Kita no.11 bulan November tahun 2008 halaman 41 disebutkan bahwa semula karunia2 tersebut ada di GKBI, tapi thn 1933 Rs Bischoff melarang nubuat terbuka. Sayang sekali, krn kemudian sepertinya kuasa Roh Kudus sampai sekarang tidak nampak ada, tentang berbahasa Roh-pun kemudian jadi sesuatu yang asing. Tidak heran kalau Roh Kudus tidak mau bekerja, karena larangan sang rasul. Siapa yang bisa menyangkal kerasulan rasul Petrus? Ada, rasul Bischoff. GREAT!”

      Jesus’s Slave:
      Terimakasih untuk masukannya.
      Itulah yang menyedihkan. Orang yang “sedang duduk di kursi Musa” tidak memperhatikan ketika Roh sedang berbicara, melainkan justru membungkam-Nya. Sangat menyedihkan.
      Roh Kudus akan dengan senang hati bekerja ketika gereja mau berjalan sesuai pimpinan-Nya yang bagaimanapun juga tidak boleh menyimpang dari pola kerasulan awal.
      Pelayanan “semua” rasul awal “selalu” diwarnai dengan terjadinya mujizat atau manifestasi kuasa Allah, dan dengan cara seperti itu pekerjaan Tuhan begitu cepat tersebar.
      Jika hari ini banyak gereja sudah melayani dengan kuasa Tuhan, maka selayaknya setiap gereja lain secepatnya menemukan kembali sumber kuasa Allah itu, atau Tuhan sendiri akan memindahkan domba2 kesayangan-Nya kepada gembala yang benar (Yehezkiel 34:1-10).

      “… Beginilah firman Tuhan ALLAH: Aku sendiri akan menjadi lawan gembala-gembala itu dan Aku akan menuntut kembali domba-domba-Ku dari mereka dan akan memberhentikan mereka menggembalakan domba-domba-Ku. Gembala-gembala itu tidak akan terus lagi menggembalakan dirinya sendiri; Aku akan melepaskan domba-domba-Ku dari mulut mereka, sehingga tidak terus lagi menjadi makanannya.” (Yehezkiel 34:10)

      • Urun rembug.
        Saya sangat takjub ketika mengikuti pekerjaan Roh Kudus yang menuntun satu demi satu milik-Nya yang mau berubah.
        Jangan lagi ada yang takut dan gentar dengan kuasa kegelapan, apapun manifestasinya. Ingat bahwa firman Tuhan adalah ya dan amin, misalnya dalam Markus 16:17-18.
        Mari berlomba untuk semakin mengasihi Tuhan.
        Tuhan Yesus memberkati.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s