Rasul tidak mengajari usir setan, tapi bawa ke psikiater?


Kesaksian berikut adalah kisah nyata yang pernah dialami keluara bp Gideon yang waktu itu adalah jemaat GKBI yang rajin beribadah. Tulisan ini mengungkap sedikit keanehan – kalau tidak boleh disebut kesesatan – dari pengajaran rasul distrik waktu itu. Dan paragraf berikut memulai kesaksian beliau.

Ini sekedar cuplikan kesaksian ketika para prister berdoa untuk seorang remaja yang kerasukan setan, dan setannya tidak mau pergi. ……………. Sampai di deretan tempat harusnya Samuel duduk, Samuel tidak berbelok melainkan berjalan lurus menuju kearah keluar ruangan. Diaken Str. terus mengikuti dari belakang, tetapi ketika diminta memakan roti perjamuan, Samuel segera berbalik menghadapi Diaken Str. dengan mulut menyambar tangan Diaken Str, siap menggigit. Tentu saja Diakan Str.kaget dan meloncat sedikit kebelakang.

Beruntung Samuel tidak berhasil menggigit tangan Diaken Str. Segera Gideon tanggap keadaan yang terjadi pada diri Samuel. Ayahnya segera kejar, tetapi Samuel malahan berlari menuju tangga yang menuju ke lantai 4. Gideon bisa tangkap tangannya, dan dengan otoritas dari Tuhan Yesus Kristus, ia minta Samuel diam di tempat dan berlutut di hadapan Tuhan Yesus. Samuel langsung diam dan bisa di turunkan dari tangga dan duduk di tataran tangga paling bawah. Gideon segera tumpang tangan ke kepala Samuel, serta mohon Diaken Str. berkenan menumpangkan tangannya pula. Segera Gideon berdoa dan menengking kuasa kegelapan yang menguasai Samuel. Tidak lama kemudian Samuel mau memakan roti perjamuan dan mau duduk kembali ke bangkunya semula. Gideon merasa lega dan bersyukur kepada Tuhan.

Sampai pada penghujung kebaktian dimana mereka bersalam salaman pulang, Samuel berjalan seperti saudara-saudari yang lain, tetapi setelah bersalaman wajahnya masih nampak gelap. Tidak ada respon yang positip setiap disapa saudara-saudari yang melewatinya. Akhirnya ayahnya membimbingnya agar duduk. Ia rasakan Samuel masih dikuasari kuasa kegelapan. Adik ipar Gideon yang juga Prister di sidang Bks, mendekati Samuel tetapi ia bereaksi cepat dengan gerakan akan menggigit siapapun yang akan berusaha mendekatinya. Richad yang akan mendekati Samuel ditahan ayahnya, karena kondisi Samuel yang memang membahayakan bagi anaknya. Gideon segera memohon kepada Diaken Str, bahwa ia akan bertemu dengan Prister penghantar untuk membicarakan apa yang Samuel alami akhir-akhir ini. Dan setelah dipersilahkan, Gideon mohon kepada adik iparnya agar menemaninya menghadap.

Samuel di bimbing menuju ke ruang iman untuk bertemu dengan Prister Penghantar, lantas di utarakan kepada pengantar, bagaimana kondisi Samuel akhir-akhir ini, dimana di rasakan silih berganti kuasa kegelapan keluar dan masuk kedalam tubuh anaknya. Samuel masih dalam kondisi dikuasai kuasa kegelapan. Diam, tanpa respon, sesekali menggeram, dan tatapannya nanar kedepan dan terkadang liar.

Banyak yang disampaikan Prister Penghantar kepada Gideon dan anaknya, diantaranya nasehat agar bisa memberikan ruang yang cukup banyak untuk Roh Kudus agar tidak ada tempat bagi roh asing dan seterusnya. Namun akhirnya Gideon tanyakan:

“ Priester apa yang sebaiknya kami lakukan untuk mengembalikan anak kami agar sehat kembali seperti sedia kala “.

“ Seperti yang dulu pernah kami sampaikan, bahwa bawalah Samuel ke ahlinya, bisa ke Psikiater, atau Rumah Sakit Jiwa. Cari Ahli Jiwa yang memang biasa menangangi kasus-kasus seperti ini “

“ Dulu pernah kami bawa ke Rumah Sakit Ongko Mulyo ( RS. Jiwa ) dan dirawat kurang lebih 2 minggu, tetapi tidak lama kemudian masih tetap kambuh seperti ini “

“ Ya, memang hanya dengan cara itu bisa kita lakukan, dan bahkan dari Rasul Kepala sendiri yang memberikan penjelasan, kalau urusan yang seperti ini ya urusan Psikiater, karena banyak kasus, yang menangani adalah Psikiater “

Gambar di samping adalah mantan rasul kepala Richard Fehr, sudah mengasoh.

“ Prister,.. apakah berkenan sekarang berdoa untuk anak kami “ Gideon memohon dengan tulus.

Prister Ptr. nampak ragu-ragu, namun akhirnya menjawab, “ Baiklah kita berdoa “
Dan saat doa dipanjatkan Gideon tidak sepenuhnya menutup mata. Ia buka mata sedikit sambil mengawasi Samuel. Dan begitu selesai dengan kata Amin bersama-sama. Samuel tetap membisu, tanpa respon dan pandangan tak terarah dengan baik.

Gideon coba panggil namanya, tetap tidak merespon. Ipar Gideon juga memanggil namanya, tetap saja diam. Gideon – pun sepertinya putus asa. Apakah dalam kondisi seperti ini ia harus membawanya ke Rumah Sakit Jiwa ?. Sementara ia menggunakan motor, karena mobilnya sudah dijual untuk berbagai keperluan yang lebih urgen. Gideon segera berteriak dalam hati kepada Tuhan mohon pertolongan, memohon hikmat agar ia tidak salah jalan didalam menangani Samuel anaknya yang tidak kunjung sadar.

Dari Prister Ptr. sebagai penanggung jawab Sidang Bekasi tidak ada tindak lanjut serta tidak memberikan pilihan lain kecuali membawa ke Rumah Sakit Jiwa. Prister Bd. yang adalah om Samuel – pun tetap mengikuti apa yang dikatakan Prister Ptr. Sama-sama diam tanpa solusi yang lain kecuali membawa Samuel ke Rumah Sakit Jiwa.

Beberapa saat kemudian Gideon lihat Samuel menggerakkan tangannya bermaksud mengambil tissue di meja didepan dia duduk. Setelah tissue diambil dilipat-lipat kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya dan ketika tangan Gideon menahannya mulutnya segera menyambar akan menggigit tangan ayahnya.

Dalam kondisi seperti ini, Gideon katakan, “ Prister, apakah boleh kami menggunakan cara kami dalam mengatasi anak kami ? “

“ Oh, silahkan “ kata Prister Ptr. singkat.

Segera Gideon mengambil posisi berdiri di samping kanan Samuel dan ia memohon agar Prister Bd. berkenan membantunya tumpang tangan dari sebelah kiri ke atas kepala Samuel.

Gideon berdoa mengucap syukur atas karunia dan perkenan Bapa Surgawi atas mereka semua dan Samuel yang senantiasa Bapa Surgawi kasihi. Setelah itu ia katakan, “ Tuhan Yesus, kembali saat ini kami berlutut di hadapanmu ya Tuhan Yesus, Engkau mengetahui apa yang kami tengah alami. Kami menangis di hadapan-Mu Tuhan Yesus. Di dalam Nama Tuhan Yesus kami ikat, patahkan dan hancurkan kuasa kegelapan yang membelenggu Samuel di dalam Nama Tuhan Yesus. Kami salutkan darah Tuhan Yesus ke dalam kehidupan Samuel dari ujung rambut sampai telapak kaki, agar tiada kuasa apapun yang bisa memasuki tubuhnya, “ Di tengking berkali-kali sampai akhirnya Samuel menggeram dengan keras, dan segera lunglai. Mata Samuel kemudian terbuka dan bingung, pada saat tahu bahwa sekarang berada di ruang imam.

“ Kok, di sini sih ? “ pendek Samuel komentar dengan wajah dan mimik muka dan dengan sikap aslinya.

“ Iya kamu ada bersama-sama dengan papah, Prister penghantar, dan juga om Bd “ Gideon jawab demikian lalu, “ ayo beri salam buat Priester Ptr. dan Prister Bd “

Segera Samuel bangkit berdiri memberikan tangannya bersalaman dengan Priester Bd. dan Prister Ptr. Setelah Samuel diantar ayahnya keluar dari ruang imam, ayahnya mencoba mencari kesan atas apa yang terjadi di depan mata hamba-hamba Allah yang setiawan ini.

Priester Ptr. mengatakan, “ Kami tidak bisa melakukan seperti itu karena Rasul Distrik tidak mengajarkan hal yang demikian

Gideon tidak mau menghakimi dan tidak mau berbantah-bantah, akhirnya ia mengucapkan terima kasih, dan ia pamit pulang kerumah bersama-sama dengan Samuel menggunakan sepeda motor.,” ………………..

Tuhan Yesus memberkati.

Catatan:

Kisah ini terjadi lebih dari 5 tahun yang lalu. Kemudian Tuhan mengajari bp Gideon untuk MENGUSIR SETAN dengan lebih dari 40 kasus dengan versi bervariasi. Itulah proses baptisan Api untuk bp Gideon. Dan saat tulisan ini diunggah, Samuel, putera pak Gideon sudah tidak lagi kesurupan, at least mulai 1 tahun yang lalu. Dan selama 5 tahun an bp Gideon “tamasya” di gereja Non-GKBI yang justru dengan itu banyak mendapat berkat, tetapi nampaknya “ikatan bathin” dengan GKBI tidak hilang begitu saja, sehingga dengan rindu kami tetap mengasihi warga GKBI.

Atas kebaikan Tuhan, bp Gideon sudah menyelesaikan kuliah di Stt tertentu, dan sudah dipercaya sebagai pengkotbah, terutama  sesudah beliau mengajukan pensiun dari pekerjaan sekulernya, dan lebih dapat mencurahkan perhatian kepada tubuh Kristus. Beberapa KKR sudah beliau lakukan sebagai pembicara, dan pelepasan adalah spesialisasi beliau.

Semoga menjadi berkat. Amin.

Iklan

6 thoughts on “Rasul tidak mengajari usir setan, tapi bawa ke psikiater?

  1. Ada ayat Alkitab yang tidak boleh diabaikan.

    Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta (Wahyu 2:2).

    Apakah kesaksian ini ada kaitan dengan ayat itu, who knows?

    Shalom.

  2. Shalom.
    Blognya ganti disain ya mas ? Bagus.
    Tentang ayat diatas, tidak kebetulan ditulis, sebab Allah tahu bahwa ada orang-orang yang menyebut dirinya “rasul” namun menyangkal hakekat kuasa rasuli yang dikaruniakan oleh Allah.
    Banyak juga yang tidak menyebut dirinya “rasul” tapi memiliki kuasa karunia yang diberikan Allah seperti rasul-rasul terdahulu.
    Demikian tanggapan saya. Terimakasih.
    GBU

  3. Salam damai Sejah tera, yang pertama saya salut dengan Kesaksian Anda, akan tetapi saya belum pernah dengar, dan belum pernah melihat Seorang Kristen bisa Kerasukan,apalagi jika seorang itu telah di baptis.mengenai kuasa menyembuhkan , saya jadi teringat firman tuhan bahwa” Jika engkau mempunyai Kepercayaan Sebiji sesawi sajaGunung Bisa engkau Pindahkah” dalam hal ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa, jika kita mempunya kepercayaan sedikit saja. bisa melakukan segala sesuatu yg sangat besar ( dari Kacamata Jasmani) saya perca ya hal itu dan sayapun pernah mengalaminya. sauda ku yg ku kasihi Kuasa Allah bisa datang kesiapapun dan di manapun, jika kita tanpa beban, percaya sepenuhnya dan menyerahkan diri kedalamkuasa tuhan sehingga kita bisa bersekutu dengan Allah ( Manungaling Kawulo Gusti) Allah ada dalam Hati kita( Berserah diri sepenuhnyatanpa beban) dan Kita ada dalam Perkenan Hati Allah. maka kuasa itu akan ada dan muncul. tetapi dalam kasus yg anda Alami, Jawatan tidaklah menjadi ukuran hal tsb.mungkin pada saat mendoakan jawatan masih banyak hal dalam kehidupannya sehingga konsentrasi dan kekhusukan persekutuannya dengan Allah tidak sempurna.dalam hal ini saya sampaikan bahwa ” Gerejo meniko Griyonipun Tiang kang Percoyo, Agami Meniko Rasukanipun Tiang Kang Percoyo tapi sun siro podo elingo ingkang mbeto kito dumateng keraton suwargo inggih namung KAPERCAYAN ing tuwuh ingati amargi kapercayan meniko Namung gusti Ingmurbeng dumadi ingkang Pitados” saudaraku jika kuasa tuhan bisa ada dalam seseorang Bukan Jawatan, bukan Pendeta itu bisa saja terjadi dan banyak terjadi jadi jikakita bisa melakukan hal itu danmenganggap yg lain tdk bisa itupun tidak di perkenankan di hadapan Allah. sebab menghakimi adalah hak Allah bukan Hak Manusia. dan jika sudah tidak, bukan anggota GKBI mengapa Blognya bernama GKBI,dan mengapa foto pimpinannyapun di pasang dalam sebuah kesaksian…? saya rasa bila demikian kurang pas.

    Demiian di sampaikan,
    Semoga tidak hanya menjadi Pepatah, Pepetih sebab belajar kita pada Allah nan maha kasih, berkaca kita pada IA dengan kasihnya, yang terhormat, Putih, yang menjadikan kita terus berupaya agar ridhonya dapat terraih. Ridho Allah. Allah ku .. Allah kita semua yang tak pernah memandang kekotoran manusia , selain dengan pengliatanNya yang maha jernih.

    Sepsianto

    • Salam sejahtera.
      Dear Sepsianto, pertama-tama saya sampaikan bahwa kisah tersebut di atas memang benar, yakni kerasukan yang dialami oleh sdr Reka VC yang adalah cucu dari Evangelis Wiyono, Jakarta, yang saat ini sudah mengasoh,..
      Sdr Reka tentu saja sudah baptis sewaktu dia masih bayi, dan pada waktu itu keluarga tersebut aktif berkebaktian di GKBI, dan bukan anggota pasif,…
      Jika Anda menangkap point dari artikel ini, intinya adalah bahwa Rasul tidak mengajarkan hal pokok yang seharusnya dilakukan dan diajarkan oleh seorang rasul sejati: mengusir setan dari seseorang yang kerasukan.
      Silahkan diperiksa kembali Injil Markus, Matius, Lukas, Yohanes dan juga Kisah Para Rasul, Anda akan terkejut membaca banyaknya kejadian dimana Yesus mengusir banyak setan dari mereka yang kerasukan,…
      Jika Anda belum pernah melihat kasus kerasukan, itu bukan berarti bahwa tidak ada kasus kerasukan.
      Tentang saya sebagai penulis blog ini,…
      Hingga detik ini saya tetap sebagai warga GKBI , sebagaimana sudah saya jalani dari sejak saya lahir hampir 50 tahun yang lampau.
      Salam sejahtera.

  4. Puji Tuhan, bolehlah saya berbagi Firman TUhan.
    Sedikit saya memberikan penjelasan buat saudara Sepsianto,
    TENTANG MENGAPA ORANG YANG SUDAH DIBABTIS MASIH BISA KERASUKAN.

    Babtisan Suci adalah suatu tanda pertobatan bagi seseorang yang telah dinyatakan sebagai KRISTEN (Pengikut KRISTUS). Dimana TANDA DARAH KRISTUS harus ada dalam kehidupan orang tersebut.
    Namun ingat saudaraku, KORBAN KRISTUS yang dilembagakan dalam BABTISAN SUCI hanya menebus roh kita, sedangkan TUBUH BELUM !!!, sehingga dari kelemahan itulah iblis selalu mengincar kita kapanpun juga, matanya tak berkedip mencari celah untuk menjatuhkan kita, karena kita masih hidup dalam rupa DAGING (TUBUH).
    TIDAK SALAH bila Tuhan berkata BERJAGA-JAGALAH…………….!!!. Coba Teliti MAT 26 : 41, 1 PET 5:8
    Kita harus selalu menjalin hubungan dengan Allah, disetiap saat, kapan dan dimanapun.
    Selalu berdoa sepanjang hari, merenungkan Firman Tuhan senantiasa, bersyukur dan memuji Tuhan. Tidak cukup hanya di gereja kita menjalin hubungan dengan Allah, sebab di luar sana iblis siap menyerang kita. Kalo kita tidak memakai perlengkapan rohani ini, maka kita menjadi santapan empuk bagi iblis.
    Maka dari itu jangan mengira kalo setiap kita kebaktian, dan sudah mengikuti segala sakramen kebaktian dari awal sampai akhir berarti kita bebas dari incaran iblis. Bukan karena sakramen-sakramen itu yang melindungi kita, sebab percuma saja bila diluar sana hidup kita tidak ada tanda pertobatan, cirri-ciri hidup kita masih sama dengan dunia ini, tidak ada bedanya dengan orang KAFIR.
    Maka dari situlah kita mendukakan ROH KUDUS, dan akhirnya IA pergi karena dalam hidup kita masih ada dosa, sehingga posisi ROH KUDUS diambil alih oleh roh kudis.
    Dampaknya bukan hanya kerasukan, itu hanya salah satunya, tapi yang sering ditemui adalah masih terikat dengan hal keduniawian:
    Misalnya. Merokok, mabuk, bicara kotor, suka memaki / menyumpahi, pikiran cabul, pikiran negative terhadap sesama, dll. Semua ini adalah ROH – ROH PENGIKAT yang berasal dari iblis.
    Bila semua ini masih ditemui pada seseorang yang dikatakan sudah DIBABTIS sekalipun, maka dia sama dengan tidak memakai perlengkapan perang secara rohani, ( EF 6 : 10 – 18). Maka sudah tentu dia mudah untuk diserang.
    Bukan saya menghakimi, tapi tidaklah salah bila diselidiki kehidupan rohani dari saudara yang kerasukan tersebut. Atau mungkin dia sudah hidup benar, namun Tuhan ijinkan iblis merasuknya agar mereka-mereka yang tidak percaya atau bahkan MEMATIKAN kuasa Karunia Pengusiran Setan ini , dapat melihat dan mengerti, bahwa Kuasa Nama Yesus tetap sama dari dahulu, sekarang dan selamanya.
    Bila mereka-mereka tetap saja tidak percaya dan tetap memegang pengertiannya yang SALAH, biar kehendak TUHAN saja yang jadi.
    GBU.

  5. Kok saya tidak ingat ya peristiwa ini. Mungkin karena peristiwa ini terjadi saat saya masih kecil?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s