Urapan mengungkap Kerasukan sebagian


Salam sejahtera,

Pekan lalu anak saya melakukan kemah bakti (camping) di suatu wilayah di kabupaten Magelang, Jawa Tengah selama lebih kurang tiga hari. Anak saya ditunjuk oleh sekolahnya di sebuah SMK Negeri Kota Magelang.

Sepulangnya dari camping, kami mengadakan persekutuan doa, seperti biasa, kami memuji, kami menyembah dan larut dalam hadirat Tuhan, selama lebih kurang satu jam berada di dalam hadirat-Nya.

Selesai berdoa, Roh Kudus berkata, bahwa anak kami perlu dilepaskan dari banyak roh jahat yang memasuki jiwanya selagi camping. Memang, anak kami nampak biasa-biasa saja, tetapi emosinya jadi mudah naik, mudah tersinggung, dan terdorong untuk memaki-maki, untuk mengucapkan kata-kata kotor, cacian dan lain sebagainya.  Padahal biasanya sifat anak saya tidak begitu. Sama sekali tidak menampakkan tanda-tanda adanya kerasukan.

Lantas kami berdoa, memohon otoritas ilahi, kuasa Roh Kudus, untuk melakukan pelepasan atas kuasa-kuasa jahat.

Kami tumpang tangan, dan mengusir roh-roh jahat itu untuk keluar dari anak saya. Anak saya mulai batuk-batuk kecil, mulai muntah-muntah kecil, lalu kesadarannya mulai terbagi. Tiba-tiba ia merangkak dan berjalan seperti seekor babi hutang (celeng), lalu kami tengking (kami usir) :”Ayo, roh celeng, metu!! Sakjerone asmane Gusti Yesus!! (ayo, roh babi hutan keluar!! dalam nama Tuhan Yesus! )” dan roh babi hutan itu pun keluarlah.

Dia merangkak lagi sambil jari tangannya mencengkeram seperti seekor harimau. Lalu kami usir juga roh harimau. Masih banyak lagi roh jahat yang kami usir, dan karena roh-roh tersebut rupa-rupanya dari teritorial pulau Jawa, maka seringkali kami pakai bahasa Jawa untuk mengusirnya.

Suatu roh teritorial  berkata melalui mulut anak saya, yang dengan mata terpejam berkata: “Asu yo, kowe kabeh podo kurang ajar. Aku emoh lungo soko bocah iki!!” makinya.

“Ora iso, kowe kudu lungo soko bocah iki. Iki dudu panggonanmu. Iki daleme Gusti Yesus. Ayo lungo!!” jawab kami.

“Emoh, aku seneng neng kene. Ha ha haa,…” roh itu tertawa.

Kami mengambil minyak urapan, dan kami oleskan di muka dan telinga anak saya sambil berkata:” Hei, iki geni, panas, hayo, yen kowe ora gelem lungo, kowe tak obong! ” hardik kami.

Lalu kami berdoa, minta otoritas ilahi menggunakan imajinasi kami. Kami bayangkan di depan ada sumur api yang besar dengan nyala berkobar-kobar.

“Mari Tuhan, kiranya Engkau membuka telinga dan mata dari roh jahat ini untuk melihat sumur api yang berkobar-kobar” doa kami lagi.

Roh itu ketakutan, anak saya muntah-muntah sedikit, dan roh jahat itupun keluar. Tak berapa lama anak saya sudah sadar penuh, dan tersenyum.

Dari peristiwa ini kita dapat belajar, bahwa ketika kita merasa bahwa ada sesuatu yang mendorong kita untuk temperamental, untuk cepat marah, untuk mudah membenci orang, mudah sakit hati, dendam, maka ternyata bisa jadi kita sedang mengalami kerasukan sebagian. Kerasukan sebagian adalah jenis kerasukan, dimana orang yang bersangkutan tetap sadar, hanya saja ada kecenderungan untuk melakukan hal-hal yang negatif, yang dosa dan yang dilarang Firman Tuhan.

Ketika orang yang kerasukan sebagian ini berada dalam hadirat Tuhan itulah, maka roh jahatnya bermanifestasi, sehingga ketahuan jenis roh jahat apa yang merasuki seseorang. Tinggal diusir saja menggunakan kuasa Roh Kudus dan dalam nama Yesus Kristus. Kerasukan sebagian, tidak kurang berbahaya dari kerasukan penuh, karena mempengaruhi orang yang bersangkutan untuk melakukan dosa, tindakan-tindakan anarkhis, destruktif dan lain sebagainya.

Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s