Sejarah singkat Gereja Kerasulan Baru di Indonesia


Logo Gereja Kerasulan Baru

Sejarah masuknya Gereja Kerasulan Baru di Indonesia tidak terlepas dari Misi Pekabaran Injil oleh bangsa Belanda di wilayah Hindia Belanda (Indonesia) yang tergabung dalam kelompok-kelompok kepercayaan, membentuk sebuah Asosiasi diberi nama NZV. Salah seorang penginjil bernama Mr F.L. Anting tergabung dalam kelompok NZV ini dan membawahi salah satu kelompok penginjilan.

Di tahun 1879 Mr F.L. Anting dalam rangka cuti ke negeri Belanda, beliau menemukan sebuah denominasi baru ialah Gereja Rasuli (Heresteld Apostolische Zendingskerk) di bawah rumpun Irvingian dan bergabung dalam denominasi tersebut (dan ditahbiskan sebagai Rasul F.L. Anting). Setelah masa cuti selesai, Rasul F.L. Anting kembali ke Batavia dan mengajarkan ajaran Gereja Rasuli kepada sidang-sidang jemaat di bawah penggembalaannya, yang sebagian adalah warga keturunan Belanda.

Perkembangan Gereja Rasuli di tanah Jawa mencapai kemajuan cukup pesat, dan di tahun 1899 Kyai Imam Sadrach Suryo Pranoto ditahbiskan oleh Rasul Hanibals menjadi seorang rasul untuk orang-orang pribumi. Kyai Sadrach – begitu panggilan akrab beliau – sebelumnya adalah seorang tokoh Kejawen yang terkenal lantaran kesaktiannya. Kemudian beliau masuk Islam sebagai seorang Kyai, akan tetapi ketika beliau mengenal kekristenan, Kyai ini memutuskan untuk percaya kepada Tuhan Yesus, dan ketika beliau bertemu dengan Anting, beliau dipercaya Tuhan sebagai seorang Rasul Yesus untuk orang-orang pribumi di Indonesia.

Adalah seorang Imam (Priester) menggembala jemaat di wilayah Karesidenan Banyumas (Selanegara- Banjarpanepen) dari denominasi gereja MKIHBS (Masehi Kerasulan Indonesia Hullu Bangsa Sebulon) bernama Priester Wangsantana. Imam ini sesekali sowan kepada Kyai Imam Sadrach Suryo Pranoto di Kutoarjo, dan bergabung dengan pelayanan Rasul Sadrach.

Rasul Sadrach wafat tahun 1925, dimakamkan di Kutoarjo. Makam beliau masih terawat rapih hingga hari ini.

Sepeninggal  Rasul Sadrach, diangkatlah Rasul Yotam Martorejo, melayani dari (1925-1933).

Dilanjutkan Rasul Kepas Citro Wiryo, melayani dari (1933-1940).

Sepeninggal Rasul Kepas Citrowiryo, praktis Gereja Kerasulan (waktu itu MKIHBS) tidak memiliki seorang Rasul, sehingga sampai tahun 1955 dipimpin oleh seorang Opsiner (Uskup) Markam Martosudarmo.

Karena ke-vacum-an tersebut, maka Musyawarah Anggota Sidang MKIHBS mengangkat Uskup Markam Martosudarmo menjadi seorang rasul.

Di tahun 1950-an seorang pemuda bernama Tan Biang Sing, warga keturunan China, (berangkat ke Eropa?) setelah menerima panggilan dari Gereja Kerasulan International, dan ditahbiskan sebagai seorang Oudste Distrik. Di tahun 1956 beliau mengunjungi sidang Banjarpanepen (MKIHBS)menemui beberapa Priester dan Diaken, lalu mereka berangkat bersama-sama menuju Kutoarjo menjumpai Rasul Markam Martosudarmo untuk membicarakan kemungkinan MKIHBS bergabung dengan Gereja Kerasulan Baru.

Puji Tuhan, di tahun 1956 MKIHBS Sidang Banjarpanepen secara resmi bergabung dengan Gereja Kerasulan Baru yang kemudian diikuti oleh wilayah lainnya dan tidak lama kemudian, Oudste Distrik Tan Biang Sing yang juga disebut Hendra Tansahsami secara resmi diangkat dan ditahbiskan menjadi seorang Rasul untuk distrik Indonesia.

Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website resmi disini:

http://www.nac-indonesia.org

Sumber: Dari berbagai sumber.

Catatan:

Jika ada informasi yang keliru, kami dengan senang hati menerima koreksi dari yang berkompeten, dan secepatnya artikel ini akan kami revisi. Tuhan Yesus memberkati.

Iklan

12 thoughts on “Sejarah singkat Gereja Kerasulan Baru di Indonesia

    • he he he he (gkbbjn.blogspot.com) Terimakasih telah memperluaskan informasi sejarah ini. tetapi sejarah ini bukan sejarah GKB secara Keseluruhan lebih kepada Sejarah GKB sidang Banjarpanepen.

      Sepsianto (GKB banjarpanepen/gkbbjn.blogspot.com)

  1. Sejarah ini banyak keliru , Rasul Distrik Fassen , Sebelum Hendra Tansahsami kok ngga ada ? , padahal dokumentasi beliau lengkap selama di Indonesia.

    • Mas Ferry Siahaan,
      Memang ini hanya sebagian sejarah, singkat pula. Kami sedang menunggu usaha teman kami untuk mencari sumber yang lebih lengkap, semisal dari biografi rasul (Kyai) Sadrach, yang dahulu bukunya pernah diobral di toko buku tertentu.
      Atau kalau mas Ferry ada Link boleh dibagi dong?
      Oh ya,
      Apa ini mas Ferry pakar Keyboard / Piano di GKBI Nusantara / jakarta?
      Salam,

  2. mas mau tanya…
    klo orang kerasulan baru yg ada di lampung itu asalnya dari banjapenapen jg gak….soalya orang jawa semuah disana..terimakasih

  3. Mau tanya soal pecahan gereja kerasulan yg berdiri sendiri. Karena yg saya baca ada yg menolak kerasulan tan bian seng dan membentuk gereja kerasulan tersendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s