Adakah Yesus pernah berkata: “Sembahlah Aku,..”

Hari ini Minggu 23 Okt 2011 jam 12:31 pm sebuah sms masuk ke hp saya bilang begini:

“Ada pertanyaan yg susah, bukti Yesus minta disembah atau sbg Tuhan. Yg dari ke-4 injil PB sekaligus,.. yg pasti kalau Yesus itu Tuhan, 1 dari 3 oknum Tuhan. Tp bagaimana Dia bisa jadi Tuhan? Yahudi pun bingung krn ga disebutkan di 4 injil. Jgn pakai injil Yoh awal yg genesis krn palsu, itu hanya sisipan yg ditambahkan pendeta fakta baru2 ini.. Buktinya hrs ada 4 injil, jgn hanya 1 injil saja, n jgn injil Yohanes awal. Di www.sarapanpagi.org hanya injil Yoh 1:1 yang dipakai.”

Jawabku (jam 01:31 pm)

“Yesus tau bhw manusia hanya boleh menyembah Allah (Mat 4:10). Fakta: Yesus tak pernah menolak ketika org2 menyembah-Nya (Mat 8:2; Mat 9:18; Mat 14:33; Mat 28:9; Mat 28:17, dll ”

Kusambung (jam 01:37 pm)

Malaikat menolak disembah (Wahyu 22:8-9), Petrus menolak disembah (Kisah 10:25-26) Jadi konteks menyembah di dlm Injil hanya boleh kpd Allah. Yesus inkarnasi Allah, Yesus adlh Immanuel yg berarti Allah menyertai manusia. Tak sulit khan? ”

sms itu masuk lagi (jam 01:42 pm)

“Maksudnya kata Yesus sendiri yg mengucapkan disembah sbg Tuhan dr ke 4 injil, bukan slh 1 injil?”

Jawabku (jam 01:54 pm)

“Iblis minta disembah (Mat 4:9), Allah TIDAK PERNAH MINTA DISEMBAH, silahken temanmu cari di seluruh Alkitab bhw Allah minta disembah. Permintaan untuk disembah bukan ukuran bhw suatu pribadi adalah Allah. Frase ‘sembahlah Allah’ muncul di Wahyu 19:10 itu adalah ucapan malaikat, dan bukan ucapan langsung Tuhan Allah sendiri. Dan fakta Yesus tidak pernah menolak ketika seorg manusia menyembah-Nya, membuktikan bhw Yesus memang Tuhan.”

Sekarang sudah jam 20.31 pm, sudah 7 jam lebih dan dia belum sms lagi. Semoga teman muslimnya sudah paham.

 

Target level rohani tertentu yang dapat dicapai orang Kristen

Dari pengalaman ini membuat aku sadar bahwa ADA LEVEL ROHANI TERTENTU YANG DAPAT DICAPAI SEORANG KRISTEN DIMANA DIA DAPAT KEHILANGAN SEMUA SELERA BERDOSA, TETAPI YANG LEBIH BANYAK ADALAH KEINGINAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN, UNTUK BERDOA, UNTUK MERENUNGKAN FIRMAN-NYA,..”

Seorang sahabat minta saran kpdku tentang bagaimana menghadapi seorang teman yang jika di hadapan kita dia nampak baik, tapi di belakang kita dia ngomong macam-macam.

“Apakah kamu merasa sakit hati? ” tanyaku menyelidik.

“Mau saya, dia bicara terus terang kalau memang ndak suka padaku, jangan dibelakang gitu. Khan Yesus mengajarkan kita harus jujur?” jawabnya.

Lalu aku berceritera mengenai pengalaman pribadiku.

“Dulu” kataku mengawali :” Dari sejak kecil, aku ini orangnya mudah tersinggung. Padahal aku kristen sejak lahir. Sampai suatu hari di sebuah KKR, aku melihat bagaimana seseorang yang didoakan, dia bermanifestasi, menggelepar-gelepar di lantai gereja, kemudian dia mengalami pelepasan. Itulah pengalaman pertama saya melihat bagaimana setan diusir dari seseorang, yang selama itu hanya aku baca di Alkitab. Aku begitu terpesona dengan pekerjaan Roh Kudus, mulai saat itu aku mempercayai bahwa apa yang tertulis di kitab Injil, tentang kuasa Roh Kudus, tentang kuasa Allah, benar-benar sesuatu yang nyata, bukan sekedar dongeng. Aku benar-benar ingin mengalami sendiri pengalaman dengan Roh Kudus. Tetapi sungguh aneh mas, sebab sepulang dari KKR itu, aku merasa seperti ada sesuatu yang lepas dari diriku. Aku kehilangan SAKIT HATI, aku kehilangan DENDAM, aku kehilangan PERMUSUHAN, KEBENCIAN, semuanya lenyap begitu saja dari diriku. Seandainyapun ada seseorang yang menyakitiku saat itu, aku yakin TIDAK MUNGKIN aku sakit hati, sebab aku sudah kehilangan (benih) SAKIT HATI . Jadi, sepertinya, itulah level rohani baru yang aku masuk di dalamnya dan mengalaminya.”

“Ya, aku pernah mengalami damai sejahtera semacam itu, namun ketika aku tersulut oleh sesuatu, aku marah lagi ” jawab sahabat saya.

“Tidak. … Itu berarti Anda belum sepenuhnya masuk ke level itu. Saya mengalaminya berhari-hari. Damai sejahtera itu menguasaiku bahkan bertahun-tahun ” kataku.

Aku melanjutkan:

“Tak lama setelah peristiwa itu, aku berburu doa pagi. Di Magelang waktu itu ada gereja2 yang rutin mengadakan doa pagi. Aku ikut doa pagi. Aku rela jam 4 pagi bangun, pakai motor menyeberang kota, karena rumahku di pinggiran kota sebelah selatan, sedangkan gereja itu di pinggiran kota sebelah utara, tapi tidak masalah. Aku jalani itu dengan sukacita, dan damaisejahtera itu terus menguasai aku. Dari pengalaman ini membuat aku sadar bahwa ADA LEVEL ROHANI TERTENTU YANG DAPAT DICAPAI SEORANG KRISTEN DIMANA DIA DAPAT KEHILANGAN SEMUA SELERA BERDOSA, TETAPI YANG LEBIH BANYAK ADALAH KEINGINAN UNTUK MENYEMBAH TUHAN, UNTUK BERDOA, UNTUK MERENUNGKAN FIRMAN-NYA,..”

Sahabatku secara refleks mengulurkan tangan menyalamiku.

“Terimakasih pak, aku memperoleh pengertian baru, ” katanya.

Ya, ada level rohani tertentu yang dapat dicapai semua orang kristen, yaitu kepenuhan Roh Kudus yang mana manifestasinya dapat dirasakan dengan adanya perubahan pada karakter orang tersebut yang sesuai dengan buah Roh Kudus.

Stefanus telah mencapai level rohani ini, dimana selain ia dipakai Tuhan untuk melayani jemaat dengan tanda2 ajaib (mujizat) ia juga kehilangan dendam dan sakit hati. Ini terlihat ketika dia dilempari batu oleh orang2, dia mendoakan orang2 itu dan memohonkan ampun untuk mereka (Kisah 7:55 dst). Dan siapa berani bilang kalau Stefanus tak berhak masuk sorga kelak?

Salam.

Benarkah orang Kristen tidak dapat kerasukan setan?

Sebagian Kristen berpendapat bahwa orang Kristen tidak dapat dirasuk setan karena adanya Roh Kudus dalam dirinya. Tapi ada sebuah kejadian di sebuah SMU Kristen (tak usahlah kusebut namanya) dimana banyak murid mengalami kerasukan setan secara massal di antaranya tentulah murid Kristen juga, mereka sampai trance (tak sadar) karena ketika kerasukan mrk berteriak-teriak tapi setelah sadar mereka bengong,… yang berarti memang mereka sungguh-sungguh kerasukan.

Seorang dosen Kristen denominasi tertentu mengatakan bahwa keberadaan Roh Kudus menyebabkan tidak mungkin-nya seorang Kristen kerasukan, karena Iblis dan roh jahat hanya bisa menggoda (berarti Iblis berada luar jiwa atau tubuh) dan bukan merasuki (di dalam tubuh atau jiwa untuk menguasai). Tapi menurut saya fakta di lapangan belum tentu demikian.

Bagaimana dengan Yudas?

Mereka sedang makan bersama, dan Iblis telah membisikkan rencana dalam hati Yudas Iskariot, anak Simon, untuk mengkhianati Dia. (Yoh 13:2)

Di ayat tsb bolehlah diartikan bahwa Iblis berada di luar Yudas, dan hanya membisikkan rencananya kpd Yudas. Lalu ada ayat ini:

Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. (Yoh 13:26b,27a)

Nah, ayat itu tidak mungkin dapat disangkali bahwa Iblis dapat merasuki Yudas. Tapi apakah saat itu Yudas sudah ada Roh Kudus?

Saat itu Yesus masih Yesus, “belum menjadi” Immanuel. Sebab Yesus masih harus mati dulu, lalu Ia harus bangkit naik ke Sorga dulu, kemudian setelah itu Yesus dapat menjadi “Allah yang menyertai manusia” yaitu Immanuel.

Ketika Yesus sudah mati dan sudah bangkit dari kematian-Nya, maka Ia menghembusi kesebelas murid-Nya dan berkata:”Terimalah Roh Kudus” (Yoh 20:22), sehingga kesebelas murid2-Nya menerima Roh Kudus. Kemudian bersama banyak orang lainnya para murid Yesus itu dipenuhi Roh Kudus di hari raya Pentakosta (Kisah 2:1-4), dan memang dari kesebelas murid Yesus itu semuanya setia sampai mati, dan tidak pernah dirasuki setan dalam arti sampai dikuasai setan, teriak2 dst.

Tetapi bagaimana dengan contoh seseorang (tak perlu kusebut pula namanya) yang cinta Tuhan, sering mendoakan orang sakit dlm nama Yesus dan sembuh, sering mengusir setan demi nama Yesus, dan dari perilakunya dia tidak jahat, namun suatu kali dia pergi ke sebuah sungai kecil dekat rumahnya, tiba2 dia ngak sadar sampai berendam di air kali, dan beruntung ada seseorang yang kebetulan lewat, trus dipapahnya pulang dalam keadaan trance. Dia ngak pingsan tapi kalau diajak ngomong ngak nyambung. Ketika sampai di rumah, saat ketemu dengan anggota keluarganya dia bertanya:”kamu siapa??”.

Nah, itulah fakta di lapangan.

Jadi, apakah orang Kristen masih dapat dirasuk setan?

Bagaimana jika seorang Kristen masuk anggota kuda lumping yang bener2 grup kuda lumping yang bener2 pakai kesurupan? (Bukan tepu2).

Kalau menurut hemat saya, ada baiknya memiliki pemahaman yang benar dahulu dalam hal “diselamatkan”, “dipenuhi Roh Kudus” , “hidup dalam kekudusan” dst.

Ada ayat ini:

Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yoh 14:23)

Saya berpendapat bahwa ayat tersebut mengajarkan bahwa KETAATAN seorang kristen kepada Firman Tuhan menyebabkan DUA pribadi ilahi lainnya, yaitu Bapa dan Yesus , MEREKA akan “tinggal” dalam diri orang taat Firman ini,… Dan di bawah kondisi ini, dimana Allah Tritunggal sepenuhnya “tinggal” dalam diri seseorang yang taat, maka TIADA YANG MUSTAHIL yang dapat terjadi, dan di bawah kondisi ini pula tak mungkin seseorang dapat dirasuki setan-setan.

Para rasul di gereja awal yang hidup dalam KETAATAN akan Firman Tuhan, mereka melayani disertai dengan tanda-tanda ajaib, oleh sebab ketaatan para rasul kepada Firman Yesus sehingga penyertaan Yesus menjadi FULL, itulah sebabnya orang2 dengan HIGH-FIDELITY seperti itu TIDAK MUNGKIN dapat dirasuk setan.

Artinya, orang Kristen “setengah-setengah” atau “suam-suam” MASIH DAPAT dirasuk setan,….

Salam.

Gadis yang menjerit di hadirat Allah

Ada pada kami seorang anak gadis remaja, saya sebut saja nona Windy, anaknya pendiam, terkesan minder, kurang bergaul. Ayahnya “pensiunan” sebuah bank swasta, dan ibunya wiraswasta. Sebuah fenomena aneh terjadi pada anak gadis ini, karena setiap kali kami beribadah dan kebetulan dia juga datang (tidak selalu datang, mungkin ibadah di gereja lain) dan ketika tiba saatnya kami menyembah, dan kalau hadirat Tuhan begitu kuat, maka anak gadis ini akan jatuh terguling-guling sambil menjerit-jerit.

Selengkapnya,….

Dua interpretasi tentang perceraian dalam Kristen

Tuhan Yesus pernah bersabda, yang intinya bahwa kita tidak boleh bercerai kecuali karena zinah. Tak ayal hal ini dapat melahirkan berbagai interpretasi, dan setidaknya ada dua pemahaman soal itu. Ayat-ayatnya sebagai berikut:

19:3. Maka datanglah orang-orang Farisi kepada-Nya untuk mencobai Dia. Mereka bertanya: “Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa saja?” 19:4 Jawab Yesus: “Tidakkah kamu baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia sejak semula menjadikan mereka laki-laki dan perempuan? 19:5 Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. 19:6 Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.” 19:7 Kata mereka kepada-Nya: “Jika demikian, apakah sebabnya Musa memerintahkan untuk memberikan surat cerai jika orang menceraikan isterinya?” 19:8 Kata Yesus kepada mereka: “Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian. 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah.” (Matius 19:3-9)

Penafsiran yang pertama: Jika pasangan suami-isteri kristen, salah satunya sudah bezinah, maka BOLEH bercerai.

Selengkapnya,…

Yeremia 17:7,8

Yeremia 17:7,8

7 Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.